Matamata.com - Slamet (70), seorang pengayuh becak asal Tangerang, menyambut gembira bantuan becak listrik yang diberikan Presiden RI Prabowo Subianto. Ia mengaku kehadiran becak listrik membuat pekerjaannya jauh lebih ringan.
“Perbedaanya enak, enggak gowes lagi. Kakinya juga ga pegel, kalau yang manual kakinya pada pegel. Keringetnya juga engga begitu parah,” ujar Slamet saat ditemui di Jakarta, Selasa.
Bagi Slamet, becak listrik bukan hanya sarana transportasi baru, tetapi juga membawa harapan bagi dirinya yang selama ini menggantungkan nafkah dari tenaga kayuh. Pria yang setiap hari menunggu penumpang di depan Stasiun Tangerang Kota sejak pukul 07.00 hingga 17.00 WIB itu merasa terharu memperoleh perhatian dari Presiden.
“Pak Presiden sudah memperhatikan rakyat kecil. Seperti tukang becak, sebagai rakyat kecil. Saya mengucapkan terima kasih,” katanya.
Slamet berharap bantuan serupa dapat dinikmati oleh seluruh pengayuh becak di Indonesia agar mereka tidak lagi harus mengayuh secara manual.
“Saya berharap harus semua ya, seluruh Indonesia bisa mendapatkan ini ya (becak listrik) biar diganti yang gowes kaki. Pak Presiden memperhatikan orang-orang kecil,” tuturnya.
Dengan hadirnya becak listrik ini, Slamet berkomitmen untuk bekerja lebih giat.
“Saya sangat bangga sekali dikasih untuk mata pencarian sehari-hari diganti pakai becak listrik. Saya mengucapkan ke Pak Presiden, terima kasih banyak dan kita harus semangat,” ujarnya.
Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto menyampaikan keinginannya agar seluruh becak di Indonesia beralih menggunakan tenaga listrik maupun motor listrik, sehingga para pengemudinya tidak lagi perlu mengayuh.
“Saya sudah siapkan nanti semua becak di seluruh Indonesia harus becak pakai motor listrik,” kata Prabowo dalam pidatonya pada acara peluncuran interactive flat panel (IFP) atau smartboard di SMPN 4 Kota Bekasi, Jawa Barat, Senin (17/11).
Hingga kini, sekitar 1.000 unit becak listrik telah dibagikan untuk para pengayuh becak lansia di beberapa kota di Pulau Jawa melalui Yayasan Gerakan Solidaritas Nasional bekerja sama dengan Badan Percepatan Pengentasan Kemiskinan (BP Taskin).
Bantuan tersebut mencakup antara lain 140 unit di Kendal, 100 unit di Demak, 100 unit di Jepara, 60 unit di Pati, 80 unit di Kudus, serta 100 unit di Rembang, Jawa Tengah. (Antara)
Berita Terkait
-
Prabowo dan MbS Bahas Eskalasi Militer Timur Tengah, Indonesia Desak Penghentian Aksi Militer
-
Cegah Kebocoran Kekayaan Negara, Prabowo Bakal Tempatkan Utusan Khusus di Tiap BUMN
-
Prabowo Kritik Aturan yang Batasi Audit Cucu BUMN, Targetkan Setoran Rp800 Triliun
-
Prabowo di Nuzulul Qur'an: Korupsi Harus Dihilangkan, Itu Ajaran Agama
-
Jelang Idulfitri, Presiden Prabowo Perintahkan Kabinet Jaga Stabilitas Harga Sembako
Terpopuler
-
Ruri 'Repvblik' bersama 80Proof Ultra, Gelar Santunan Anak Yatim di Tangerang
-
BNN Pantau Tren Penyalahgunaan Tramadol yang Marak di Media Sosial
-
Wamentan: Perang Iran-AS Picu Lonjakan Permintaan Ekspor Urea Indonesia
-
Menhan Sjafrie Sjamsoeddin Akan Bangun Pusat Latihan Militer Internasional di Morotai
-
Kemenhut dan TNI AL Gagalkan Penyelundupan 200 Ton Arang Bakau ke Malaysia
Terkini
-
BNN Pantau Tren Penyalahgunaan Tramadol yang Marak di Media Sosial
-
Wamentan: Perang Iran-AS Picu Lonjakan Permintaan Ekspor Urea Indonesia
-
Menhan Sjafrie Sjamsoeddin Akan Bangun Pusat Latihan Militer Internasional di Morotai
-
Kemenhut dan TNI AL Gagalkan Penyelundupan 200 Ton Arang Bakau ke Malaysia
-
Prabowo dan MbS Bahas Eskalasi Militer Timur Tengah, Indonesia Desak Penghentian Aksi Militer