Matamata.com - Presiden RI Prabowo Subianto menyoroti keputusan Bupati Aceh Selatan, Mirwan yang menjalankan ibadah umrah di tengah kondisi wilayahnya terdampak banjir bandang dan longsor.
Pernyataan tersebut disampaikan Presiden saat memimpin rapat koordinasi penanganan bencana di Posko Terpadu, Lanud Sultan Iskandar Muda, Aceh Besar, Minggu malam.
Dalam kesempatan itu, Prabowo awalnya menyampaikan apresiasi kepada kepala daerah di Provinsi Aceh yang hadir dalam rapat bersama pemerintah pusat dan daerah.
"Terima kasih ya kepada bupati, kalian yang terus berjuang untuk rakyat. Memang kalian dipilih untuk menghadapi kesulitan ya," ujarnya dalam rekaman yang disiarkan melalui akun YouTube Sekretariat Presiden.
Meski disampaikan dengan tawa kecil, Presiden secara tegas memberikan pesan kepada para kepala daerah agar tidak menghindar dari tanggung jawab ketika terjadi bencana.
Prabowo lalu meminta Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian mengambil tindakan terhadap Mirwan yang diketahui meninggalkan daerahnya saat masa tanggap darurat.
"Kalau yang mau lari, lari aja, enggak apa-apa. Copot langsung. Mendagri bisa ya diproses ini? Bisa ya?” kata Prabowo kepada Tito.
Sebagai mantan prajurit, Prabowo membandingkan tindakan Mirwan dengan pelanggaran militer.
"Itu kalau tentara itu namanya desersi itu. Dalam keadaan bahaya meninggalkan anak buah. Waduh, itu gak bisa itu. Saya enggak mau tanya partai mana. Udah kau pecat?" ujarnya sambil menoleh ke Menteri Luar Negeri Sugiono yang juga Sekjen DPP Partai Gerindra.
Diketahui, Mirwan M sempat menyatakan tidak mampu menangani bencana yang melanda wilayahnya serta sejumlah provinsi lain, yakni Sumatra Utara dan Sumatra Barat. Namun pada 2 Desember 2025, ia bersama istrinya tetap berangkat umrah dan memicu kritik publik.
Gubernur Aceh Muzakir Manaf pada 5 Desember 2025 memastikan tidak pernah mengeluarkan izin keberangkatan bagi Mirwan selama masa darurat.
Setelah laporan mengenai peristiwa tersebut diterima, Partai Gerindra akhirnya mencopot Mirwan dari jabatan Ketua DPC Gerindra Aceh Selatan.
"Kami memutuskan untuk memberhentikan yang bersangkutan sebagai Ketua DPC Gerindra Aceh Selatan. Tadi, saya dilaporkan mengenai Bupati Aceh Selatan yang juga merupakan Ketua DPC Gerindra Kabupaten Aceh Selatan. Sangat disayangkan sikap dan kepemimpinan yang bersangkutan," kata Sugiono. (Antara)
Berita Terkait
-
Bawa Investasi Rp380 Triliun, Presiden Prabowo Tiba di Jakarta Usai Lawatan dari Jepang dan Korsel
-
DPR dan Pemerintah Jamin Stok BBM Aman, Harga Dipastikan Tidak Naik
-
BGN Perketat SOP Makan Bergizi Gratis, 760 Satuan Pelayanan Dihentikan Sementara
-
DPR Dukung Pembentukan Kemenekraf, Tekankan Perlindungan Pekerja Kreatif
-
Kawendra Lukistian: Kasus Amsal Sitepu Cederai Semangat Presiden Prabowo Majukan Ekraf
Terpopuler
-
Kunjungan Presiden Prabowo ke Korsel Hasilkan Komitmen Investasi Rp173 Triliun
-
Menaker Tegaskan WFH Satu Hari Seminggu Bagi Karyawan Swasta Hanya Imbauan
-
Ikuti Jejak RI, Malaysia Wajibkan WFH untuk Hemat BBM Mulai Pertengahan April
-
Bawa Investasi Rp380 Triliun, Presiden Prabowo Tiba di Jakarta Usai Lawatan dari Jepang dan Korsel
-
KPK Periksa Pengusaha Rokok Pasuruan Terkait Kasus Korupsi Bea Cukai
Terkini
-
Kunjungan Presiden Prabowo ke Korsel Hasilkan Komitmen Investasi Rp173 Triliun
-
Menaker Tegaskan WFH Satu Hari Seminggu Bagi Karyawan Swasta Hanya Imbauan
-
Ikuti Jejak RI, Malaysia Wajibkan WFH untuk Hemat BBM Mulai Pertengahan April
-
Bawa Investasi Rp380 Triliun, Presiden Prabowo Tiba di Jakarta Usai Lawatan dari Jepang dan Korsel
-
KPK Periksa Pengusaha Rokok Pasuruan Terkait Kasus Korupsi Bea Cukai