Matamata.com - Pemerintah Indonesia menepis kabar yang menyebut perundingan tarif perdagangan dengan Amerika Serikat (AS) berada di ambang kegagalan.
Juru Bicara Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Haryo Limanseto, menegaskan bahwa proses negosiasi kedua negara masih berlangsung tanpa hambatan berarti.
“Perundingan dagang Indonesia dan Amerika Serikat masih berproses, tidak ada permasalahan spesifik dalam perundingan yang dilakukan, dinamika dalam proses perundingan adalah hal yang wajar,” kata Haryo dalam keterangannya di Jakarta, Rabu.
Ia memastikan pemerintah tetap mendorong agar pembahasan tarif segera mencapai titik temu yang menguntungkan kedua belah pihak.
“Pemerintah Indonesia berharap kesepakatan dapat segera selesai dan menguntungkan kedua belah pihak,” ujarnya.
Pernyataan tersebut disampaikan untuk merespons beredarnya isu bahwa negosiasi tarif RI–AS terancam batal. Dalam beberapa laporan media, seorang pejabat AS disebut menyoroti potensi kegagalan akibat dugaan Indonesia menarik kembali sejumlah komitmen yang sebelumnya masuk dalam paket negosiasi.
Saat ini, Indonesia masih mengupayakan tarif 0 persen untuk sejumlah komoditas yang tidak diproduksi AS, seperti minyak sawit mentah (CPO), karet, teh, kopi, dan berbagai produk turunan karet. Sementara itu, pembahasan tarif untuk tekstil dan alas kaki masih terus berlangsung. (Antara)
Berita Terkait
-
Meutya Hafid Tekan Petinggi Meta: Sidak Kemkomdigi Bukan Sekadar Simbolik
-
Menkeu Buka Peluang Defisit APBN 2026 Melebar di Atas 3 Persen
-
JK dan ICWA Soroti Dampak Konflik Timur Tengah terhadap Ekonomi Indonesia
-
Persiapan FIFA Series 2026: John Herdman Panggil 41 Pemain Timnas Indonesia
-
Kesepakatan Prabowo-Trump: 53 Komoditas Pertanian RI Bebas Tarif Masuk ke AS
Terpopuler
-
MK Tolak Permohonan Uji Materi KUHP dan UU ITE yang Diajukan Roy Suryo dkk
-
Pertamina Imbau Masyarakat Tidak Panic Buying, Pastikan Stok BBM Nasional Aman
-
KPK: Sistem Pengadaan Barang dan Jasa Pemkab Rejang Lebong Sangat Rentan Korupsi
-
DPR: Wacana KPU Jadi Lembaga Negara Keempat Perlu Kajian Komprehensif
-
Komisi III DPR Sebut Penyiraman Air Keras Andrie Yunus sebagai Kejahatan Terhadap Demokrasi
Terkini
-
MK Tolak Permohonan Uji Materi KUHP dan UU ITE yang Diajukan Roy Suryo dkk
-
Pertamina Imbau Masyarakat Tidak Panic Buying, Pastikan Stok BBM Nasional Aman
-
KPK: Sistem Pengadaan Barang dan Jasa Pemkab Rejang Lebong Sangat Rentan Korupsi
-
DPR: Wacana KPU Jadi Lembaga Negara Keempat Perlu Kajian Komprehensif
-
Komisi III DPR Sebut Penyiraman Air Keras Andrie Yunus sebagai Kejahatan Terhadap Demokrasi