Matamata.com - PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, dan Sulawesi Barat (UID Sulselrabar) berhasil menyambungkan aliran listrik ke 18 sekolah di Kabupaten Muna dan Muna Barat, Sulawesi Tenggara. Layanan kelistrikan ini menjangkau wilayah di 12 pulau terpencil melalui inovasi teknologi Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) mikro bernama SuperSUN.
Belasan sekolah tersebut terdiri dari jenjang TK, SD, SMP, hingga SMA/SMK, ditambah satu fasilitas umum. Teknologi SuperSUN yang dilengkapi dengan Battery Energy Storage System (BESS) ini memungkinkan wilayah kepulauan mandiri energi dengan memanfaatkan potensi alam setempat.
General Manager PT PLN UID Sulselrabar, Edyansyah, menyatakan bahwa langkah ini merupakan wujud nyata pemerataan akses listrik atau listrik berkeadilan. Ia mengungkapkan tim PLN harus menghadapi tantangan berat, termasuk menyeberangi laut dengan membawa material berbobot 100 kilogram per unit di tengah cuaca ekstrem.
"Kami tidak hanya membawa cahaya, tapi juga harapan. SuperSUN dirancang agar masyarakat kepulauan bisa mandiri energi dengan memanfaatkan potensi alam sekitar, sekaligus mendukung peningkatan kualitas pendidikan dan ekonomi di Sulawesi Tenggara," ujar Edyansyah dalam keterangan tertulisnya, Rabu (24/12).
Apresiasi senada disampaikan oleh Bupati Muna, Bachrun. Menurutnya, kehadiran listrik di wilayah terpencil bukan sekadar penyediaan energi, melainkan kunci pembuka akses layanan kesehatan, ekonomi, dan pendidikan yang lebih baik.
"Ini adalah bukti nyata bahwa negara benar-benar hadir hingga ke pelosok. Listrik bukan hanya soal energi, tetapi juga tentang masa depan," kata Bachrun.
Dampak ekonomi dari peralihan energi ini dirasakan langsung oleh pihak sekolah. Kepala Sekolah SMPN 1 Maginti, Kading, mengungkapkan bahwa sebelumnya pihak sekolah harus merogoh kocek hingga Rp675.000 per bulan untuk biaya bahan bakar genset.
"Kini, kami mendapatkan terang sepanjang malam, sebuah kemewahan yang dulu hanya bisa dibayangkan. Kami hanya memerlukan biaya Rp100 ribu per bulan untuk menikmati listrik 24 jam," jelas Kading.
Ia menambahkan, kehadiran listrik yang andal selama 24 jam kini mempermudah aktivitas siswa dalam belajar, terutama pada malam hari, serta mendukung operasional fasilitas umum di kepulauan tersebut. (Antara)
Berita Terkait
-
5 Rekomendasi Kulkas Tahan Lama untuk Rumah di 2026
-
Pemprov NTB Alihkan Kendaraan Dinas ke Sewa Mobil Listrik Mulai 1 Januari 2026
-
DanantaraPLN Teken HoA, Percepat Investasi Energi Baru Terbarukan
-
Listrik Kembali Normal, Aktivitas Warga Aceh Tamiang Mulai Bergerak
-
Prabowo Minta Maaf, Pemerintah Terus Kebut Pemulihan Listrik Aceh yang Masih Terkendala
Terpopuler
-
KBM App Goes to Korea, Nikmatnya Strawberry Raksasa
-
Ketegangan Memuncak! Utusan Trump ke Israel Saat Armada Besar AS Bergerak ke Iran
-
Masih Rendah! Baru 35 Persen Pejabat Lapor Kekayaan, KPK Ingatkan Menteri hingga Kepala Daerah
-
Ingin Jadi Diplomat? Dubes Rusia Ajak Pelajar Indonesia Kuliah di MGIMO lewat Jalur Beasiswa
-
Denada Akui Ressa Rizky sebagai Anak Kandungnya dan Minta Maaf Telah Meninggalkan Sejak Bayi
Terkini
-
Ketegangan Memuncak! Utusan Trump ke Israel Saat Armada Besar AS Bergerak ke Iran
-
Masih Rendah! Baru 35 Persen Pejabat Lapor Kekayaan, KPK Ingatkan Menteri hingga Kepala Daerah
-
Ingin Jadi Diplomat? Dubes Rusia Ajak Pelajar Indonesia Kuliah di MGIMO lewat Jalur Beasiswa
-
Mensesneg: Pengisian Jabatan Kosong OJK Gunakan Jalur PAW, Tak Perlu Timsel
-
MUI Desak Indonesia Mundur dari Board of Peace, Istana: Kami Akan Berdialog