Matamata.com - Fase penjualan tiket melalui sistem undian acak (Random Selection Draw) untuk Piala Dunia 2026 berhasil memecahkan rekor sejarah. Hanya dalam waktu 15 hari sejak dibuka, lebih dari 150 juta permintaan tiket telah diajukan oleh penggemar sepak bola dari 200 negara lebih.
Berdasarkan keterangan resmi yang diterima di Jakarta, Selasa (30/12), angka permintaan ini menjadi yang tertinggi dalam sejarah penyelenggaraan Piala Dunia. Tingginya minat tersebut membuat status pemesanan saat ini mengalami kelebihan permintaan (oversubscribed) hingga lebih dari 30 kali lipat.
Data tersebut divalidasi berdasarkan nomor kartu kredit individu terverifikasi yang dilampirkan dalam setiap aplikasi tiket. Sebagai perbandingan, jumlah permintaan saat ini tercatat 3,4 kali lebih banyak dibandingkan total penonton yang menghadiri seluruh pertandingan dalam 22 edisi Piala Dunia sejak tahun 1930.
Presiden FIFA, Gianni Infantino, menyatakan bahwa antusiasme ini menegaskan skala besar dari turnamen mendatang.
"Piala Dunia FIFA 2026 akan menjadi pertunjukan terbesar dan paling inklusif di planet ini. Sudah lebih dari 150 juta tiket diminta dalam 15 hari pertama saja, menjadikan edisi ini 30 kali lipat kelebihan permintaan," ujar Infantino.
Ia menambahkan bahwa kolaborasi tiga negara tuan rumah akan menciptakan momentum bersejarah. "Kita akan membuat sejarah di Amerika Utara ketika kita menyatukan dunia dalam bentuk yang belum pernah terjadi sebelumnya," katanya.
Fase penjualan tiket melalui undian acak ini telah dibuka sejak 11 Desember 2025 dan dijadwalkan akan ditutup pada Selasa, 13 Januari 2026, pukul 11.00 waktu setempat.
Piala Dunia 2026 akan diikuti oleh 48 tim nasional yang akan memainkan total 104 pertandingan. Turnamen ini dijadwalkan berlangsung mulai 11 Juni hingga 19 Juli 2026 di 16 kota penyelenggara yang tersebar di Kanada, Meksiko, dan Amerika Serikat. (Antara)
Berita Terkait
-
Piala Dunia 2026 di TVRI: Momentum Gerakkan Ekonomi Rakyat hingga Pelosok
-
John Herdman Dorong Rizky Ridho Segera 'Naik Level' ke Luar Negeri
-
DPR Minta TVRI Segera Benahi Fasilitas Siaran Jelang Piala Dunia 2026
-
TVRI Resmi Siarkan Piala Dunia 2026 Secara Gratis Melalui Saluran Terestrial
-
Pelatih Futsal Indonesia Persembahkan Kemenangan atas Australia untuk Syaifullah
Terpopuler
-
Situs Megalitikum 1.000 Tahun di Lore Lindu Dirusak Penambang Ilegal
-
Menkeu Purbaya: Harga BBM Subsidi Bisa Naik Jika Tekanan Minyak Lampaui Kapasitas APBN
-
Syarief Khan akan Somasi dan Laporkan Selebgram ke Polisi, dengan Dugaan Fitnah
-
Diandra Salsabila hingga Ghazi Alhabsyi, Ungkap Tantangan Seru Sinetron 'Petualangan Rahasia Queena'
-
Kapal Tanker Pertamina Terjebak di Selat Hormuz, Pemerintah Intensifkan Negosiasi dengan Iran
Terkini
-
Situs Megalitikum 1.000 Tahun di Lore Lindu Dirusak Penambang Ilegal
-
Menkeu Purbaya: Harga BBM Subsidi Bisa Naik Jika Tekanan Minyak Lampaui Kapasitas APBN
-
Kapal Tanker Pertamina Terjebak di Selat Hormuz, Pemerintah Intensifkan Negosiasi dengan Iran
-
Inacell: Inovasi BRIN Ubah Limbah Sawit Jadi Material Industri Bernilai Tinggi
-
Komisi III DPR RI Puji Putusan Hakim PN Batam yang Tak Jatuhkan Vonis Mati pada Fandi