Matamata.com - Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengungkapkan adanya "kesepakatan" baru antara Washington dan Venezuela. Dalam pengumumannya, Trump menyebut negara Amerika Latin tersebut berkomitmen untuk hanya membeli produk buatan Amerika Serikat menggunakan pendapatan dari hasil penjualan minyak mereka.
Pernyataan tersebut disampaikan Trump melalui unggahan di platform media sosial miliknya, Truth Social, pada Rabu (8/1/2026) waktu setempat.
"Saya baru saja mendapat informasi bahwa Venezuela HANYA akan membeli produk buatan Amerika, dengan uang yang mereka terima dari kesepakatan minyak baru kami," tulis Trump.
Trump merinci bahwa pembelian tersebut akan mencakup berbagai sektor strategis, mulai dari kebutuhan pokok hingga infrastruktur.
"Pembelian ini akan mencakup, antara lain produk pertanian Amerika, obat-obatan, alat kesehatan, serta peralatan buatan Amerika untuk meningkatkan jaringan listrik dan fasilitas energi Venezuela," jelasnya.
Menurut Trump, langkah ini merupakan bagian dari komitmen Venezuela untuk menjadikan Amerika Serikat sebagai mitra bisnis utama mereka. Ia menilai kesepakatan ini sebagai keputusan yang menguntungkan bagi kedua belah pihak.
"Dengan kata lain, Venezuela berkomitmen untuk berbisnis dengan Amerika Serikat sebagai mitra utama mereka. Itu adalah pilihan yang bijaksana, dan hal yang baik bagi warga Venezuela maupun warga Amerika," imbuh Trump.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi dari pihak pemerintah Venezuela terkait detail kesepakatan yang diklaim oleh Trump tersebut. Kesepakatan ini dipandang banyak pihak sebagai perubahan arah kebijakan luar negeri AS terhadap Caracas yang selama bertahun-tahun berada di bawah sanksi berat. (Antara)
Berita Terkait
-
Macron Tegaskan Uni Eropa Tak Ragu Gunakan Instrumen Anti-Paksaan Hadapi Ancaman Tarif AS
-
Geger Penyelidikan Kriminal Jerome Powell oleh Trump, Kurs Dolar AS Langsung Ambruk!
-
Trump Klaim Kuasai Minyak Venezuela, Airlangga: Dampak ke Dunia Tidak Ada!
-
Pasca-Operasi Militer AS, Presiden Interim Venezuela Tetapkan 7 Hari Masa Berkabung
-
Indonesia Pimpin Dewan HAM PBB, Menteri Pigai: Kita Akan Tangani Krisis Venezuela
Terpopuler
-
Hadirkan Program 'Ramadan Penuh Cinta', Deddy Mizwar Beri Tontonan Bermanfaat
-
5 Merk AC Terbaik yang Cepat Dingin, Awet, dan Hemat Listrik
-
Sindir Petugas yang 'Aji Mumpung', Wamenhaj Dahnil: Jangan Nebeng Berhaji!
-
IHSG Sempat Anjlok 8,5%, Banggar DPR Ingatkan OJK Jangan Tutup Mata pada Koreksi MSCI
-
Bertanggung Jawab Atas Kondisi Pasar, Iman Rachman Mundur dari Dirut BEI, Ini Kata Airlangga
Terkini
-
Sindir Petugas yang 'Aji Mumpung', Wamenhaj Dahnil: Jangan Nebeng Berhaji!
-
IHSG Sempat Anjlok 8,5%, Banggar DPR Ingatkan OJK Jangan Tutup Mata pada Koreksi MSCI
-
Bertanggung Jawab Atas Kondisi Pasar, Iman Rachman Mundur dari Dirut BEI, Ini Kata Airlangga
-
Wapres Gibran Tinjau Pemulihan Pascabencana di Aceh Tamiang, Pastikan Pendidikan dan RS Beroperasi
-
KPK Periksa Eks Menag Yaqut Cholil Qoumas Terkait Kasus Korupsi Kuota Haji Rp1 Triliun