Matamata.com - Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN), Nusron Wahid, memperluas kolaborasi dengan perguruan tinggi di seluruh Indonesia. Langkah ini diambil untuk mempercepat pendaftaran bidang tanah melalui pelibatan mahasiswa dalam program Kuliah Kerja Nyata (KKN) tematik.
Nusron menginstruksikan jajarannya agar mahasiswa, khususnya dari jurusan Geodesi, dilibatkan dalam proses administrasi, pendataan, hingga pengelolaan pertanahan di lapangan.
"Kita perlu pertajam lagi kerja sama dengan kampus-kampus di Indonesia. Ajak kampus lain untuk ikut KKN atau praktikum. Kita dorong supaya ada solusi nyata di lapangan," ujar Nusron dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Kamis (15/1/2026).
Menurut Nusron, skema ini telah terbukti efektif di Jawa Tengah, khususnya di wilayah Pekalongan. Kehadiran mahasiswa mampu mempercepat pendaftaran tanah wakaf dan rumah ibadah secara signifikan. Ia pun meminta kantor-kantor pertanahan di daerah untuk proaktif menggandeng kampus-kampus setempat.
Senada dengan hal tersebut, Wakil Menteri ATR/BPN Ossy Dermawan menilai kerja sama ini memiliki nilai strategis untuk mencapai target pendaftaran 6 juta bidang tanah pada tahun 2026. Ossy menekankan pentingnya kesiapan anggaran agar program KKN tematik ini berjalan optimal.
"Anggaran KKN 2026 harus benar-benar dipersiapkan. Jika program ini diperluas dengan tema yang tepat, kita mendapat tambahan kekuatan untuk menyelesaikan permasalahan pertanahan," tutur Ossy.
Dukungan Taruna STPN Selain mahasiswa umum, Sekretaris Jenderal ATR/BPN Dalu Agung Darmawan melaporkan bahwa pihaknya akan menerjunkan 619 Taruna dan Taruni Sekolah Tinggi Pertanahan Nasional (STPN).
Para taruna tingkat III ini akan melaksanakan program Kuliah Kerja Nyata Pertanahan Praktik Tata Laksana Pertanahan (KKNP-PTLP) Tematik. Mereka akan ditugaskan untuk meningkatkan kualitas data pertanahan menuju pra-sertifikasi elektronik.
Dalu menambahkan, pelibatan taruna dan mahasiswa ini mencakup fungsi administratif, kearsipan, hingga aspek teknis spasial. Strategi penguatan sumber daya manusia ini diharapkan mampu mengoptimalkan pencapaian target nasional pendaftaran tanah di seluruh wilayah Indonesia. (Antara)
Tag
Berita Terkait
-
BGN Jamin Anggaran Makan Bergizi Gratis Transparan, Diawasi Ketat Kemenkeu dan Bappenas
-
KPK Sebut Pengusaha Muhammad Suryo Mangkir dari Panggilan Saksi Kasus Bea Cukai
-
KPK Periksa Pengusaha Rokok Pasuruan Terkait Kasus Korupsi Bea Cukai
-
Kemenkeu Kaji Penambahan Layer Baru Cukai Rokok, Fokus Tekan Peredaran Ilegal
-
Gus Yahya: Presiden Prabowo Punya Posisi Strategis Mediasi Konflik Timur Tengah
Terpopuler
-
KPK: Lemahnya Kaderisasi Parpol Picu Praktik Mahar Politik dan Korupsi
-
Seskab Teddy dan Dirut KAI Pastikan Proyek Hunian Warga Pinggir Rel Senen Rampung Juni
-
Karakter Kuat Rio Dewanto di Sinetron 'Jejak Duka Diandra', Digandrungi Penonton
-
Kemenkes Percepat Sertifikasi Higiene 26 Ribu Dapur Gizi di Seluruh Indonesia
-
Yusril Ihza Mahendra Tegaskan Pemerintah Terbuka terhadap Kritik Tajam Akademisi
Terkini
-
KPK: Lemahnya Kaderisasi Parpol Picu Praktik Mahar Politik dan Korupsi
-
Seskab Teddy dan Dirut KAI Pastikan Proyek Hunian Warga Pinggir Rel Senen Rampung Juni
-
Kemenkes Percepat Sertifikasi Higiene 26 Ribu Dapur Gizi di Seluruh Indonesia
-
Yusril Ihza Mahendra Tegaskan Pemerintah Terbuka terhadap Kritik Tajam Akademisi
-
KPK Dorong Reformasi Politik, Serahkan Rekomendasi Tata Kelola Parpol ke Presiden dan DPR