Matamata.com - Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman meninjau langsung proses pemulihan tahap awal lahan persawahan yang terdampak banjir dan longsor di Desa Pinto Makmur, Kecamatan Muara Batu, Aceh Utara, Kamis (15/1/2026).
Dalam kunjungan tersebut, Mentan menegaskan bahwa rehabilitasi lahan pertanian akan dilakukan melalui skema swakelola dan padat karya yang melibatkan petani setempat secara langsung.
"Kami minta seluruh (rehabilitasi) swakelola, kalau perlu petaninya ikut kerjakan sendiri dan itu dibayar pemerintah. Jadi tidak usah pakai kontraktor besar," tegas Amran saat berdialog dengan jajarannya di lokasi peninjauan.
Langkah ini diambil agar manfaat ekonomi dari proses perbaikan lahan langsung dirasakan oleh masyarakat terdampak. Selain perbaikan infrastruktur, pemerintah juga menyalurkan bantuan benih dan pupuk gratis untuk mempercepat masa tanam demi menjaga stabilitas produktivitas pangan di Aceh.
Data Dampak Bencana dan Alokasi Anggaran Berdasarkan data Kementerian Pertanian per 13 Januari 2026, bencana hidrometeorologi (banjir bandang dan longsor) telah merusak 107.324 hektare sawah di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Di wilayah Aceh sendiri, lahan terdampak mencapai 54.233 hektare yang tersebar di 21 kabupaten/kota.
Secara keseluruhan, dampak bencana di tiga provinsi tersebut mencakup:
- Lahan Padi & Jagung Puso: 44,6 ribu hektare.
- Perkebunan (Kopi, Kakao, Kelapa): 29.310 hektare.
- Hortikultura: 1.803 hektare rusak.
- Peternakan: Lebih dari 820 ribu ekor ternak mati atau hilang.
- Infrastruktur: 152 km jaringan irigasi rusak, 2.300 unit alsintan hilang, serta kerusakan pada puluhan Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) dan Rumah Potong Hewan (RPH).
Menyikapi skala kerusakan tersebut, Kementan telah menyiapkan anggaran sebesar Rp1,49 triliun dari APBN 2026. Selain itu, pemerintah tengah mengusulkan tambahan anggaran sebesar Rp5,1 triliun untuk mempercepat pemulihan pertanian di Sumatera.
Kunjungan kerja ini turut dihadiri oleh Ketua Komisi IV DPR RI Siti Hediati Hariyadi (Titiek Soeharto) beserta jajaran anggota DPR RI lainnya, serta Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani.
“Data dampak bencana ini bersifat dinamis. Kami terus melakukan koordinasi intensif dengan dinas pertanian di daerah untuk memastikan bantuan tepat sasaran,” pungkas Amran. (Antara)
Berita Terkait
-
Kejar Target Sebelum Ramadan, Dua Puskesmas Darurat di Aceh Segera Rampung
-
Wapres Gibran Tinjau Pemulihan Pascabencana di Aceh Tamiang, Pastikan Pendidikan dan RS Beroperasi
-
Seskab Teddy dan Gubernur Aceh Bahas Penyelesaian 4.000 Hunian Pascabencana
-
Mentan Pastikan Stok Telur Aman untuk Program Makan Bergizi Gratis dan Ramadhan
-
Mendagri Pastikan Huntara Pengungsi di Pidie Jaya Layak Huni dan Nyaman
Terpopuler
-
KBM App Goes to Korea, Nikmatnya Strawberry Raksasa
-
Ketegangan Memuncak! Utusan Trump ke Israel Saat Armada Besar AS Bergerak ke Iran
-
Masih Rendah! Baru 35 Persen Pejabat Lapor Kekayaan, KPK Ingatkan Menteri hingga Kepala Daerah
-
Ingin Jadi Diplomat? Dubes Rusia Ajak Pelajar Indonesia Kuliah di MGIMO lewat Jalur Beasiswa
-
Denada Akui Ressa Rizky sebagai Anak Kandungnya dan Minta Maaf Telah Meninggalkan Sejak Bayi
Terkini
-
Ketegangan Memuncak! Utusan Trump ke Israel Saat Armada Besar AS Bergerak ke Iran
-
Masih Rendah! Baru 35 Persen Pejabat Lapor Kekayaan, KPK Ingatkan Menteri hingga Kepala Daerah
-
Ingin Jadi Diplomat? Dubes Rusia Ajak Pelajar Indonesia Kuliah di MGIMO lewat Jalur Beasiswa
-
Mensesneg: Pengisian Jabatan Kosong OJK Gunakan Jalur PAW, Tak Perlu Timsel
-
MUI Desak Indonesia Mundur dari Board of Peace, Istana: Kami Akan Berdialog