Matamata.com - Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) mengungkapkan bahwa sebanyak 33,2 persen dari total petugas haji tahun 1447 H/2026 M adalah perempuan. Peningkatan rasio ini ditujukan untuk meningkatkan kenyamanan jemaah, terutama dalam memberikan pelayanan yang lebih personal dan sesuai syariat.
Wakil Menteri Haji dan Umrah, Dahnil Anzar Simanjuntak, menyatakan bahwa angka tersebut telah melampaui target awal kementerian yang sebelumnya mematok kuota petugas perempuan sebesar 30 persen.
"Ini memang kebijakan Pak Menteri. Kita ingin memberikan afirmasi terhadap perempuan karena sebagian besar jemaah haji Indonesia adalah perempuan," ujar Dahnil usai memimpin apel pagi di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta, Sabtu (17/1/2026).
Dahnil menjelaskan, kehadiran petugas perempuan sangat krusial dalam menangani urusan yang bersifat privat, seperti konsultasi kesehatan kewanitaan dan bimbingan ibadah. Berdasarkan evaluasi tahun-tahun sebelumnya, jemaah perempuan sering kali merasa canggung jika harus berkonsultasi dengan petugas laki-laki.
"Mereka akan lebih nyaman berkomunikasi dengan sesama perempuan. Pendekatannya bisa lebih personal dan emosional, sehingga keluhan jemaah bisa tertangani dengan lebih cepat dan tepat," jelasnya.
Selain faktor komunikasi, aspek empati menjadi alasan utama di balik kebijakan ini. Petugas perempuan dinilai mampu memberikan nuansa keibuan dan kepedulian spesifik yang sangat dibutuhkan oleh jemaah lansia wanita yang sedang jauh dari keluarga.
Kemenhaj memastikan akan terus mengevaluasi rasio ini agar tetap proporsional dengan komposisi jemaah di masa mendatang. Dahnil berharap kebijakan ini juga memberikan rasa tenang bagi keluarga di tanah air.
"Dengan mengetahui bahwa ibu atau nenek mereka dilayani oleh petugas perempuan yang memiliki empati tinggi, keluarga di Indonesia akan merasa lebih aman dan nyaman melepas kerabatnya menunaikan rukun Islam kelima," pungkas Dahnil. (Antara)
Tag
Berita Terkait
-
Kemenhaj Pastikan Perlindungan dan Penanganan Medis Jamaah Umrah di Negara Transit
-
Kemenhaj Gelar Manasik Haji Nasional 2026 Serentak, Fokus pada Kesiapan Fisik dan Fikih
-
Kemenhaj Respons Gugatan AMPHURI di MK, Tegaskan Aturan Umrah Mandiri untuk Lindungi Jamaah
-
Sindir Petugas yang 'Aji Mumpung', Wamenhaj Dahnil: Jangan Nebeng Berhaji!
-
Kuota Haji 2026: Wamenhaj Dahnil Anzar Sebut 170 Ribu Jamaah Berisiko Tinggi
Terpopuler
-
Sambut Ramadan, RCTI Hadirkan Tabligh Akbar 'Penyejuk Hati' secara Live dari Masjid Agung Al Amjad Tangerang
-
MPR Dukung Presiden Prabowo Mediasi Konflik AS-Iran Pasca-Wafatnya Ali Khamenei
-
Menko Airlangga: Konflik AS-Iran Ganggu Pasokan Minyak Dunia, RI Siapkan Langkah Mitigasi
-
Demi Keimanan dan Cinta, Marcell Darwin dan Vinessa Inez Rela Berkorban
-
Presiden Prabowo Pimpin Upacara Pemakaman Militer Wapres ke-6 Try Sutrisno
Terkini
-
MPR Dukung Presiden Prabowo Mediasi Konflik AS-Iran Pasca-Wafatnya Ali Khamenei
-
Menko Airlangga: Konflik AS-Iran Ganggu Pasokan Minyak Dunia, RI Siapkan Langkah Mitigasi
-
Presiden Prabowo Pimpin Upacara Pemakaman Militer Wapres ke-6 Try Sutrisno
-
Situasi Iran Memanas, KBRI Teheran Mulai Tampung WNI yang Terlantar
-
Trump Prediksi Operasi Militer AS di Iran Berlangsung Empat Pekan