Matamata.com - Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP), Maruarar Sirait, resmi memperpanjang tenor cicilan rumah subsidi dari maksimal 20 tahun menjadi 30 tahun. Kebijakan ini diambil guna meringankan beban masyarakat dalam memiliki hunian yang layak dan terjangkau.
"Kemarin kami putuskan bersama BP Tapera. Jika selama ini tenor paling lama 20 tahun, atas arahan Bapak Presiden Prabowo Subianto yang meminta kita pro-rakyat, kini tenor cicilan kami naikkan menjadi 30 tahun," ujar Menteri yang akrab disapa Ara tersebut saat meninjau lahan di Cikarang, Jawa Barat, Minggu (8/3/2026).
Menteri Ara menjelaskan, perpanjangan jangka waktu kredit ini merupakan strategi kunci untuk mengakselerasi Program 3 Juta Rumah. Dengan tenor yang lebih panjang, nilai cicilan bulanan otomatis menjadi lebih rendah sehingga lebih terjangkau bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) maupun Masyarakat Berpenghasilan Tanggung (MBT).
Selain skema pembiayaan, pemerintah juga bergerak cepat dalam penyediaan lahan. Salah satunya melalui sinergi dengan Lippo Group yang menghibahkan tiga bidang lahan kepada pemerintah. Lahan tersebut diproyeksikan untuk membangun hunian vertikal dengan target 140.000 unit.
"Ini adalah terobosan penting dalam sistem pembiayaan perumahan nasional. Kita ingin memperluas akses kepemilikan hunian bagi seluruh lapisan rakyat," tambah Ara.
Kebijakan ini memperkuat rangkaian insentif properti yang telah berjalan, seperti pembebasan Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB), penghapusan biaya Persetujuan Bangunan Gedung (PBG) untuk MBR, hingga perpanjangan PPN Ditanggung Pemerintah (DTP) untuk rumah di bawah Rp2 miliar hingga tahun 2027.
Senada dengan hal tersebut, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyatakan dukungan penuh terhadap kebijakan ini. Menurutnya, tenor 30 tahun akan mendorong perbankan untuk lebih fleksibel dalam memberikan kredit.
"Kami mendukung langkah Kementerian PKP dan BP Tapera. Dengan tenor 30 tahun, cicilan lebih murah dan uang muka (DP) bisa lebih rendah. Ini akan mempermudah masyarakat membeli rumah sekaligus menggerakkan sektor perbankan," pungkas Purbaya. (Antara)
Berita Terkait
-
Huni Rumah Bambu Sejak 1984, Warga Bantul Akhirnya Dapat Program Bedah Rumah dari Dua Menteri
-
Kementerian PKP Manfaatkan Lahan ATR/BPN untuk Rusun dan Kota Satelit
-
Menteri PKP Sebut KPR 40 Tahun Bakal Tekan Cicilan Rumah hingga Rp800 Ribu
-
Mendagri Sebut Program 3 Juta Rumah Jadi Tolok Ukur Keberhasilan Kepala Daerah
-
Prabowo Tinjau Proyek Rusun 30 Hektare di Cikarang, Targetkan 141 Ribu Unit Rumah Subsidi
Terpopuler
-
Komunitas Rider Kalisari R2L, Gelar Touring Kebersamaan ke Bogor
-
Ingin Karyanya Lebih Bernyawa, Anggia Novita Optimistis Produseri Soundtrack Film 'Juminten Edan'
-
Pupuk Indonesia Sediakan 6 Mobil Uji Tanah Gratis di Sumatera demi Ketahanan Pangan
-
Sepakat Berkolaborasi! Hard Lights, BEAUZ, dan Solar State, Rilis Lagu 'Mad World'
-
Kuras Emosi! Auzan Noh dan Syakir Daulay Kompak Bintangi Film 'Dua Nafas'
Terkini
-
Pupuk Indonesia Sediakan 6 Mobil Uji Tanah Gratis di Sumatera demi Ketahanan Pangan
-
PDIP Tegaskan Posisi Politik Penyeimbang Pemerintahan Prabowo Subianto
-
Susunan Pemain Turki vs Paraguay Piala Dunia 2026: Arda Guler Starter
-
KPK Pastikan Tak Duplikasi Kasus Korupsi Makan Bergizi Gratis yang Ditangani Kejagung
-
Roy Suryo dan Dokter Tifa Dirawat di RS Polri Usai Ditangkap, Kuasa Hukum Buka Suara