Matamata.com - Kementerian Pertahanan (Kemenhan) RI resmi menjalin kerja sama dengan pemerintah Amerika Serikat (AS) untuk mencari jenazah dan kerangka prajurit korban Perang Dunia II yang gugur di wilayah Indonesia. Kesepakatan ini dituangkan dalam nota kesepahaman (MoU) yang ditandatangani di Washington D.C., Senin (13/4).
Kepala Biro Informasi Pertahanan (Karo Infohan) Setjen Kemenhan RI, Brigjen TNI Rico Ricardo Sirait, menyatakan bahwa kerja sama ini merupakan langkah kemanusiaan sekaligus bentuk penghormatan historis.
"Pada prinsipnya, ini adalah kerja sama kemanusiaan untuk penelitian, pencarian, pemulihan, identifikasi, dan repatriasi sisa-sisa kerangka personel militer Amerika Serikat dari era Perang Dunia II," ujar Rico dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Selasa (14/4).
MoU Defense POW/MIA Accounting Agency (DPAA) tersebut ditandatangani oleh Dirjen Strategi Pertahanan Kemenhan RI, Mayjen TNI Agus Widodo, bersama Direktur DPAA Kelly K. McKeague. Prosesi ini disaksikan langsung oleh Menhan RI Sjafrie Sjamsoeddin dan US Secretary of Defense Pete Hegseth.
Rico menekankan bahwa misi ini bertujuan memberikan kepastian bagi keluarga prajurit di Amerika Serikat dengan memulangkan sisa-sisa jenazah yang ditemukan. Namun, ia menggarisbawahi bahwa kesepakatan ini tidak memberi kewenangan mutlak bagi pihak asing untuk bebas keluar-masuk wilayah RI.
"Kerja sama dilaksanakan hanya atas persetujuan tertulis Pemerintah RI melalui Kemenhan, serta wajib tunduk sepenuhnya pada hukum dan peraturan perundang-undangan di Indonesia," tegas Rico.
Lebih lanjut, Rico memastikan bahwa dalam pelaksanaannya, kegiatan pencarian tidak boleh mengganggu kepentingan masyarakat lokal. Selain itu, aspek perlindungan lingkungan dan nilai sejarah lokasi tetap menjadi prioritas utama.
"Kami berharap kerja sama ini memberikan manfaat sosial, akademik, hingga ekonomi bagi daerah lokasi kegiatan, sekaligus memperkuat hubungan bilateral antara Indonesia dan Amerika Serikat," pungkasnya. (Antara)
Tag
Berita Terkait
-
AS Sanksi Empat Aktivis Armada Bantuan Gaza, Tuduh Terkait Jaringan Hamas
-
Menhan Tegaskan Peradilan Militer Bisa Hukum Lebih Berat Prajurit Pelaku Air Keras
-
Menhan Tegaskan RI Tak Buat Komitmen Izin Lintas Udara dengan AS
-
Trump Puji Sejarah Hubungan AS-China: "Kita Memiliki Banyak Kesamaan"
-
AS Tetapkan Iran sebagai Ancaman Terbesar di Timur Tengah dalam Strategi Kontraterorisme Terbaru
Terpopuler
-
Hyrox Resmi Masuk FIT HUB, Gym Favorit Generasi Muda di Indonesia
-
Puan Sebut Kehadiran Presiden Prabowo di Sidang KEM-PPKF 2027 Jadi Momentum Strategis
-
Kemlu Konfirmasi 9 WNI Peserta Flotilla Gaza Ditangkap Militer Israel
-
Ini Alasan Presiden Prabowo Sampaikan Langsung KEM-PPKF RAPBN 2027 di DPR
-
Kemdiktisaintek Targetkan Proyek Pengolahan Sampah Menjadi Energi Listrik Rampung 2028
Terkini
-
Puan Sebut Kehadiran Presiden Prabowo di Sidang KEM-PPKF 2027 Jadi Momentum Strategis
-
Kemlu Konfirmasi 9 WNI Peserta Flotilla Gaza Ditangkap Militer Israel
-
Ini Alasan Presiden Prabowo Sampaikan Langsung KEM-PPKF RAPBN 2027 di DPR
-
Kemdiktisaintek Targetkan Proyek Pengolahan Sampah Menjadi Energi Listrik Rampung 2028
-
Mentan Pastikan Implementasi B50 Tidak Ganggu Pasokan Minyak Goreng Domestik