Matamata.com - Wakil Menteri Pertanian (Wamentan) Sudaryono memastikan ketersediaan pupuk nasional tetap aman bagi para petani di seluruh Indonesia. Jaminan ini diberikan meskipun saat ini terjadi gangguan distribusi global akibat konflik geopolitik yang berdampak pada rantai pasok dunia.
"Untuk kebutuhan pupuk kita, jutaan petani yang membutuhkan pupuk subsidi ini aman di dalam negeri tanpa ada gangguan apa pun," ujar Sudaryono usai menerima kunjungan Duta Besar Australia untuk Indonesia, Roderick Brazier, di Jakarta, Rabu (15/4) malam.
Sudaryono menjelaskan bahwa ketegangan di jalur Selat Hormuz memang memengaruhi suplai pupuk internasional. Hal ini dikarenakan sebagian besar distribusi pupuk dunia melewati kawasan tersebut. Namun, posisi Indonesia relatif stabil karena produksi urea nasional berbasis gas alam domestik mampu mencukupi kebutuhan tanpa ketergantungan impor yang signifikan.
Adapun untuk komponen non-gas seperti fosfat dan kalium, pemerintah telah melakukan langkah antisipasi melalui diversifikasi negara asal impor. Strategi ini diambil untuk menjaga kesinambungan pasokan bahan baku di dalam negeri.
"Produksi kita cukup. Total kebutuhan pupuk urea nasional sekitar 6,8 juta ton, sementara total produksi pupuk kita mencapai sekitar 14,5 juta ton," ungkapnya optimistis.
Terkait laporan adanya kesulitan petani mendapatkan pupuk di lapangan, Wamentan menyebut hal itu bukan disebabkan oleh kekosongan stok, melainkan jeda distribusi akibat tingginya permintaan. Menurutnya, serapan pupuk yang tinggi merupakan sinyal positif bahwa aktivitas tanam petani sedang meningkat.
"Kalau petani mencari pupuk di kios dan belum ada, tunggu satu sampai dua hari, insya Allah barangnya tersedia. Jadi bukan pupuknya tidak ada, tapi distribusinya sedang berkejaran dengan tingginya kebutuhan," jelas Sudaryono.
Pemerintah terus memantau kebutuhan pupuk secara real-time berdasarkan data tanam nasional yang dicatat oleh penyuluh pertanian di lapangan. Langkah ini dilakukan untuk memastikan keseimbangan antara produksi dan distribusi di tingkat petani tetap terjaga.
"Petani banyak menebus pupuk artinya banyak menanam. Ini sinyal positif bagi produksi pangan nasional. Kami pastikan ketahanan pupuk kita kuat menghadapi tekanan global," pungkasnya. (Antara)
Berita Terkait
-
Mentan Jamin Harga Pupuk Subsidi Tetap Stabil di Tengah Krisis Selat Hormuz
-
Pemerintah Tetapkan HPP Gabah Rp6.500 per Kg, Stok Beras Nasional Tembus Rekor 4,6 Juta Ton
-
Ketua MPR dan Ketum Muhammadiyah Bahas Tantangan Geopolitik hingga Dukungan untuk Palestina
-
Prabowo Kumpulkan Jurnalis hingga Pakar di Hambalang, Bahas Geopolitik dan Transformasi Bangsa
-
Stok Beras Melimpah, Mentan Amran Lapor ke Presiden Prabowo Capaian PDB Pertanian Tertinggi dalam 25 Tahun
Terpopuler
-
Wamentan Jamin Stok Pupuk Subsidi Aman di Tengah Gangguan Distribusi Global
-
Erick Thohir Bocorkan Rencana Turnamen Baru untuk Musim 2026/2027
-
5 Pilihan Airport Transfer Kuala Lumpur Terbaik yang Bisa Disesuaikan dengan Budget
-
Polri Bentuk Satgas Haji 2026: Antisipasi Penipuan dan Visa Ilegal Jemaah
-
Trump Klaim Perang AS-Israel Lawan Iran Segera Berakhir, Puji Peran Pakistan
Terkini
-
Erick Thohir Bocorkan Rencana Turnamen Baru untuk Musim 2026/2027
-
Polri Bentuk Satgas Haji 2026: Antisipasi Penipuan dan Visa Ilegal Jemaah
-
Trump Klaim Perang AS-Israel Lawan Iran Segera Berakhir, Puji Peran Pakistan
-
Fadli Zon Ajak Menteri Kebudayaan Arab Saudi Telusuri Jejak Peradaban Nusantara
-
Putin Undang Presiden Prabowo Kembali ke Rusia pada Mei dan Juli 2026