Matamata.com - Presiden Prabowo Subianto memuji Tempat Pengolahan Sampah Terpadu Berbasis Edukasi dan Lingkungan (TPST-BLE) di Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah. Ia menilai fasilitas tersebut sangat layak menjadi model percontohan nasional dalam mengatasi persoalan sampah di Indonesia.
Hal itu disampaikan Presiden saat meninjau langsung fasilitas pengolahan sampah di Desa Wlahar Wetan, Kecamatan Kalibagor, Banyumas, Selasa (28/4/2026) siang. Prabowo mengaku terkesan dengan inovasi yang memadukan teknologi sederhana namun efektif dan tepat guna.
"Saya sangat terkesan, ini satu inovasi yang sangat baik. Kita lakukan pengolahan sampah dengan teknologi yang tidak terlalu canggih tetapi efektif, sebagian besar menggunakan produk lokal, dan terintegrasi dalam sistem dari tingkat rumah tangga hingga kabupaten," ujar Presiden Prabowo.
Menurut Presiden, efektivitas model TPST-BLE Banyumas bahkan telah menarik perhatian internasional. Ia pun menegaskan bahwa pemerintah pusat akan memberikan dukungan penuh agar sistem serupa dapat diterapkan di berbagai provinsi dan kabupaten di seluruh tanah air.
"Ini menjadi contoh untuk banyak daerah, bahkan dari negara lain ada yang ke sini. Saya akan turunkan bantuan langsung untuk memperbaiki, mengembangkan, dan membuatnya lebih efektif lagi," tegasnya.
Target Tiga Tahun Bereskan Sampah Dalam kunjungannya, Presiden menekankan bahwa isu sampah kini masuk dalam daftar prioritas nasional. Ia mematok target ambisius agar permasalahan sampah di Indonesia dapat terkendali dalam waktu singkat.
"Sampah sekarang jadi prioritas nasional. Dalam dua sampai tiga tahun, kita harus kendalikan sampah di seluruh Indonesia," ucap Prabowo.
Selain proses pengolahan, Presiden juga menyoroti produk hilir dari limbah tersebut, salah satunya produksi genteng dari hasil olahan sampah. Ia menilai genteng ini memiliki nilai ekonomis tinggi dan layak digunakan dalam program bantuan perbaikan rumah pemerintah.
"Gentengnya lumayan, efektif, dan cukup murah. Ini mungkin bisa masuk anggaran bantuan perbaikan rumah untuk menggantikan atap seng yang mudah berkarat dan kurang baik bagi kesehatan," tambahnya.
Melalui penguatan sistem pengelolaan sampah ini, Presiden berharap Indonesia bisa bertransformasi menjadi negara yang lebih bersih dan sehat, yang pada akhirnya akan mendongkrak sektor pariwisata.
"Kita akan kembalikan Indonesia menjadi negara yang benar-benar indah, pariwisatanya bagus, dan masyarakat nyaman tinggal di dalamnya," tutup Presiden.
Turut mendampingi Presiden dalam kunjungan tersebut antara lain Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya, Menteri Lingkungan Hidup Jumhur Hidayat, serta Wakil Menteri Koordinator Bidang Pangan Hanif Faisol Nurofiq. (Antara)
Tag
Berita Terkait
-
Ada Anomali Harga Sawit, Mentan Amran: Perintah Presiden, Bela 15 Juta Petani
-
Ada Indikasi Penyelewengan di BGN, Presiden Prabowo Subianto Panggil BPKP dan PPATK
-
Prabowo Tegaskan Koperasi Jadi Pilar Ekonomi Pancasila: Jangan Hanya Untungkan Segelintir Orang
-
Waisak 2026 di Borobudur: Wapres Gibran Ajak Umat Buddha Jadi Pelopor Perdamaian
-
BGN: 29.400 Dapur Makan Bergizi Gratis Lolos Verifikasi Nasional
Terpopuler
-
Jadi Angin Segar di Film Nobody Loves Kay, Aurora Ribero Menyuarakan tentang Mimpi
-
Kompak Irit Bicara, Luhut dan Chatib Basri Tiba-Tiba Datangi Prabowo di Istana, Ada Apa?
-
Siap-siap! Menkeu Bakal Perketat Efisiensi Anggaran dan Skema Bansos di 2027
-
Satu Studio Nangis Massal, Ini 3 Alasan Film 'Yang Lain Boleh Hilang Asal Kau Jangan' Jadi Suara Hati Keluarga
-
Menkeu Purbaya Beberkan Strategi Kejar Pertumbuhan Ekonomi hingga 6,5 Persen di 2027
Terkini
-
Kompak Irit Bicara, Luhut dan Chatib Basri Tiba-Tiba Datangi Prabowo di Istana, Ada Apa?
-
Siap-siap! Menkeu Bakal Perketat Efisiensi Anggaran dan Skema Bansos di 2027
-
Menkeu Purbaya Beberkan Strategi Kejar Pertumbuhan Ekonomi hingga 6,5 Persen di 2027
-
Batas Pensiun Kapolri Bisa Diperpanjang Presiden, Mensesneg: Sesuai Kebutuhan
-
Bapanas Kawal Mutu Beras Ekspor ke Malaysia, Bulog Sebut Harga di Atas HET