Matamata.com - Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu'ti menegaskan bahwa pendekatan Pembelajaran Mendalam (Deep Learning) merupakan upaya strategis untuk mencapai cita-cita ideal pendidikan nasional. Langkah ini bertujuan membangun sumber daya manusia (SDM) yang unggul, kuat, dan tangguh.
Hal tersebut disampaikan Abdul Mu'ti dalam pidato peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) di Jakarta, Sabtu (2/5/2026).
“Sebuah adagium populer menyebutkan, jika hendak memajukan bangsa, perbaiki pendidikan. Jika hendak memperbaiki pendidikan, perbaikilah mulai dari dalam kelas. Deep Learning adalah ikhtiar yang dimaksudkan untuk mencapai cita ideal pendidikan nasional,” ujar Abdul Mu'ti.
Ia menjelaskan, sesuai dengan Astacita Presiden Prabowo Subianto, pendidikan merupakan usaha bersama untuk menjadikan Indonesia sebagai negara yang maju, makmur, dan bermartabat. Atas dasar itulah, Kemendikdasmen menetapkan Deep Learning sebagai program prioritas guna meningkatkan kualitas pembelajaran di sekolah.
Selain metode pembelajaran, Mu'ti memaparkan lima kebijakan strategis yang telah ditetapkan kementeriannya, yakni:
- Revitalisasi satuan pendidikan dan digitalisasi pembelajaran.
- Peningkatan kompetensi guru.
- Penguatan karakter warga sekolah.
- Peningkatan literasi dan numerasi murid.
- Perluasan akses pendidikan.
Dalam kesempatan tersebut, Mendikdasmen juga menjelaskan filosofi logo Hardiknas 2026 yang merepresentasikan semangat transformasi pendidikan. Siluet manusia yang bergerak dinamis dalam logo tersebut mencerminkan kesiapan seluruh ekosistem pendidikan untuk berkontribusi dalam visi #PendidikanBermutuUntukSemua.
“Ini merepresentasikan revitalisasi satuan pendidikan melalui perbaikan sarana prasarana, penguatan ekosistem sekolah, serta pemerataan layanan pendidikan di seluruh Indonesia,” tambahnya.
Adapun dominasi warna biru pada logo melambangkan kepercayaan, kecerdasan, dan profesionalisme. Sementara garis lengkung yang mengitari logo menjadi simbol gerak maju, perlindungan, serta kesinambungan dalam dunia pendidikan Indonesia. (Antara)
Tag
Berita Terkait
-
Pakar: Sekolah Rakyat dan Sekolah Garuda Kunci Pemerataan Kualitas Pendidikan
-
Mendikdasmen Bakal Sanksi Pengawas TKA yang Main TikTok hingga Merokok Saat Ujian
-
Kumpulkan Ketua DPRD se-Indonesia di Magelang, Prabowo: Kita Semua di Tenda Ini Adalah Patriot!
-
Mendikdasmen Ancam 'Blacklist' Pengawas TKA yang Curang: Ini Serius demi Kejujuran
-
Wapres Gibran Lepas 150 Alumni LPDP Pejuang Digital ke Wilayah 3T
Terpopuler
-
Pakar: Sekolah Rakyat dan Sekolah Garuda Kunci Pemerataan Kualitas Pendidikan
-
Mendikdasmen: Deep Learning Jadi Ikhtiar Wujudkan Cita-Cita Ideal Pendidikan
-
Perankan Karakter Cerewet, Sandrinna Michelle Merasa Tertantang di Sinetron 'Beri Cinta Waktu'
-
Presiden Prabowo dan KSP Akan Hadiri Puncak Hari Buruh 2026 di Monas
-
TNI AU Asah Kesiapan Pilot Helikopter Lewat Latihan Misi Tempur dan OMSP di Bogor
Terkini
-
Pakar: Sekolah Rakyat dan Sekolah Garuda Kunci Pemerataan Kualitas Pendidikan
-
Presiden Prabowo dan KSP Akan Hadiri Puncak Hari Buruh 2026 di Monas
-
TNI AU Asah Kesiapan Pilot Helikopter Lewat Latihan Misi Tempur dan OMSP di Bogor
-
Presiden Prabowo Berikan Taklimat Kepada 1.500 Komandan Satuan TNI di Unhan
-
Fadli Zon: Kekayaan Budaya Indonesia Potensi Besar Penggerak Ekonomi Kreatif