Elara | MataMata.com
Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) di Jakarta pada Minggu (25/1/2026) mentransformasi proses belajar, khususnya sains di ruang kelas serta implementasi deep learning melalui pemberian Papan Interaktif Digital (PID). (ANTARA/HO-Humas Kemendikdasmen)

Matamata.com - Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu'ti menegaskan bahwa pendekatan Pembelajaran Mendalam (Deep Learning) merupakan upaya strategis untuk mencapai cita-cita ideal pendidikan nasional. Langkah ini bertujuan membangun sumber daya manusia (SDM) yang unggul, kuat, dan tangguh.

Hal tersebut disampaikan Abdul Mu'ti dalam pidato peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) di Jakarta, Sabtu (2/5/2026).

“Sebuah adagium populer menyebutkan, jika hendak memajukan bangsa, perbaiki pendidikan. Jika hendak memperbaiki pendidikan, perbaikilah mulai dari dalam kelas. Deep Learning adalah ikhtiar yang dimaksudkan untuk mencapai cita ideal pendidikan nasional,” ujar Abdul Mu'ti.

Ia menjelaskan, sesuai dengan Astacita Presiden Prabowo Subianto, pendidikan merupakan usaha bersama untuk menjadikan Indonesia sebagai negara yang maju, makmur, dan bermartabat. Atas dasar itulah, Kemendikdasmen menetapkan Deep Learning sebagai program prioritas guna meningkatkan kualitas pembelajaran di sekolah.

Selain metode pembelajaran, Mu'ti memaparkan lima kebijakan strategis yang telah ditetapkan kementeriannya, yakni:

  • Revitalisasi satuan pendidikan dan digitalisasi pembelajaran.
  • Peningkatan kompetensi guru.
  • Penguatan karakter warga sekolah.
  • Peningkatan literasi dan numerasi murid.
  • Perluasan akses pendidikan.

Dalam kesempatan tersebut, Mendikdasmen juga menjelaskan filosofi logo Hardiknas 2026 yang merepresentasikan semangat transformasi pendidikan. Siluet manusia yang bergerak dinamis dalam logo tersebut mencerminkan kesiapan seluruh ekosistem pendidikan untuk berkontribusi dalam visi #PendidikanBermutuUntukSemua.

“Ini merepresentasikan revitalisasi satuan pendidikan melalui perbaikan sarana prasarana, penguatan ekosistem sekolah, serta pemerataan layanan pendidikan di seluruh Indonesia,” tambahnya.

Adapun dominasi warna biru pada logo melambangkan kepercayaan, kecerdasan, dan profesionalisme. Sementara garis lengkung yang mengitari logo menjadi simbol gerak maju, perlindungan, serta kesinambungan dalam dunia pendidikan Indonesia. (Antara)

Load More