Matamata.com - Akademisi Rocky Gerung, aktris senior Christine Hakim, hingga Menteri Komunikasi dan Informatika periode 2014–2019 Rudiantara menghadiri sidang perkara dugaan korupsi mantan Mendikbudristek Nadiem Anwar Makarim. Sidang beragendakan pemeriksaan terdakwa tersebut digelar di Pengadilan Tipikor pada Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Senin (11/5).
Ditemui di sela persidangan, Rocky Gerung menyatakan kehadirannya bertujuan untuk memantau jalannya persidangan dari kacamata penalaran hukum (legal reasoning).
"Saya ingin tahu apakah sidang ini dituntun oleh nalar hukum yang bersih atau di dalamnya ada defect (cacat), ada karat politik, hingga karat pesanan. Hanya itu yang ingin saya uji," ujar Rocky kepada awak media.
Dalam pengamatannya terhadap kasus korupsi pengadaan Chromebook yang menyeret Nadiem, Rocky menilai Jaksa Penuntut Umum (JPU) tampak kesulitan menghubungkan fakta-fakta yang ada untuk menjadi bukti kuat.
"Jaksa terlihat 'kelelahan' untuk mengubah percakapan di WhatsApp menjadi What's Wrong. Di situ titik gagalnya," kritik Rocky.
Ia mencontohkan upaya jaksa mengaitkan kecemasan terkait tim khusus yang dibawa Nadiem dengan tindak pidana korupsi. Menurut Rocky, tindakan Nadiem membawa tim eksternal adalah sah secara administratif jika didasari kebutuhan kapasitas digitalisasi di kementerian, bukan merupakan tindakan kriminal.
Dakwaan Kerugian Negara Rp2,18 Triliun Sebagai informasi, Nadiem Makarim didakwa melakukan tindak pidana korupsi dalam program digitalisasi pendidikan berupa pengadaan laptop Chromebook dan Chrome Device Management (CDM) di lingkungan Kemendikbudristek tahun 2019–2022.
Kasus ini diduga merugikan keuangan negara hingga Rp2,18 triliun. Secara perinci, kerugian terdiri dari Rp1,56 triliun pada program digitalisasi pendidikan dan 44,05 juta dolar AS (setara Rp621,39 miliar) akibat pengadaan CDM yang dinilai tidak bermanfaat.
Jaksa menyebut Nadiem diduga menerima aliran dana sebesar Rp809,59 miliar yang berasal dari PT Aplikasi Karya Anak Bangsa (PT AKAB) melalui PT Gojek Indonesia. Sebagian besar sumber dana tersebut disinyalir berasal dari investasi Google senilai 786,99 juta dolar AS.
Lonjakan kekayaan Nadiem juga menjadi sorotan, di mana dalam LHKPN 2022, ia tercatat memiliki surat berharga senilai Rp5,59 triliun.
Atas perbuatannya, Nadiem dijerat Pasal 2 ayat (1) atau Pasal 3 juncto Pasal 18 UU Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi, sebagaimana telah diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 jo. Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP. (Antara)
Tag
Berita Terkait
-
Nadiem Makarim Absen Sidang Kasus Korupsi Chromebook karena Sakit
-
Eks Direktur Pertamina Bakal Gugat LHP BPK Kasus Korupsi LNG ke PTUN
-
Hari Ini, Dua Eks Pejabat Pertamina Hadapi Vonis Kasus Korupsi LNG Rp1,77 Triliun
-
Kasus Korupsi Chromebook, Nadiem Makarim Jalani Sidang Lanjutan di PN Jakpus
-
Rocky Gerung Bela Dokter Tifa di Polda Metro: Meneliti Itu Metodologi, Bukan Penghinaan!
Terpopuler
-
Presiden Prabowo Dijadwalkan Resmikan Operasional 1.000 Kopdes Merah Putih pada 16 Mei
-
Rocky Gerung hingga Rudiantara Pantau Sidang Kasus Korupsi Chromebook Nadiem Makarim
-
Kemenkes: WNA di Jakarta yang Berkontak Erat dengan Pasien Hantavirus Dinyatakan Negatif
-
KSAL: Awak KRI Canopus-936 Rampungkan Pelatihan 7 Bulan di Eropa
-
DPR Desak Pemerintah Hapus 'Kasta' Guru: Jadikan Semua PNS, Bukan PPPK
Terkini
-
Presiden Prabowo Dijadwalkan Resmikan Operasional 1.000 Kopdes Merah Putih pada 16 Mei
-
Kemenkes: WNA di Jakarta yang Berkontak Erat dengan Pasien Hantavirus Dinyatakan Negatif
-
KSAL: Awak KRI Canopus-936 Rampungkan Pelatihan 7 Bulan di Eropa
-
DPR Desak Pemerintah Hapus 'Kasta' Guru: Jadikan Semua PNS, Bukan PPPK
-
Jatim Gandeng BRIN, Percepat Hilirisasi Riset Kesehatan hingga Ketahanan Pangan