Matamata.com - Rangkaian teror bom yang terjadi di Indonesia mendapat sorotan penuh dari banyak orang, tak terkecuali para tokoh publik dan pesohor.
Salah satunya adalah presenter Deddy Corbuzier yang sempat mengunggah pesan yang mengutip surat Al Maidah ayat 32 di akun Instagram @mastercorbuzier.
Unggahan Deddy Corbuzier tersebut menuai tanggapan positif dan respek dari para pengguna media sosial, terutama follower mantan mentalist itu.
Tapi unggahan itu bukan respons terakhir Deddy menanggapi rangkaian teror bom yang berawal di Kota Surabaya, Jawa Timur, tersebut.
Deddy Corbuzier pun membuat sebuah video tanggapan yang diunggah ke channel Youtube miliknya terkait teror bom tersebut.
Deddy Corbuzier mengklaim banyak pesan yang masuk dan memintanya untuk membuat video reaksi terkait teror tersebut.
"Banyak Instagram DM yang meminta saya untuk mengomentari pemboman di Surabaya. I really nothing to comment on that, karena saya menyaksikan lewat video dan itu sangat gila," tutur Deddy Corbuzier dalam video yang berdurasi 6 menit 43 detik itu.
Deddy Corbuzier pun merasa tidak habis pikir dengan satu keluarga yang melakukan bunuh diri dan melibatkan anak-anaknya sebagai martir.
"Saya merasa tidak habis pikir dengan apa yang dikatakan orangtuanya tersebut atau bagaimana cara mencuci otak hingga membuat orang melakukan hal seperti itu," ujar Deddy Corbuzier.
Deddy Corbuzier pun menjelaskan unggahannya yang mengutip terjemahan surat Al Maidah ayat 32 yang menuai respek dari para follower.
"Saya mengatakan bahwa yang dilakukan mereka (teroris) itu bukan berdasarkan agama, karena itu kita tidak bisa menyalahkan mereka berdasarkan sebuah agama atau satu agama. Karena tidak agama yang mengajarkan hal tersebut," kata Deddy Corbuzier.
Namun, ada satu pesan dari netizen di Instagram yang membuat Deddy Corbuzier merasa rada risih.
"Saya dapat DM Instagram, saya tidak mau menyebut namanya siapa untuk menghindari pembullyan. DM Instagram itu bunyinya seperti ini 'Om, tolong bikin sebuah video dong tentang pemboman di Surabaya. Mari kita lakukan sesuatu untuk saudara-saudara kita yang seiman'," ujar Deddy Corbuzier menirukan pesan di DM tersebut.
Setelah membaca pesan itu, ekspresi Deddy Corbuzier berubah. Dia merasa risih dan tidak suka dengan pesan yang dilontarkan netizen tersebut.
"I don't like that. Kata-kata 'membela saudara yang seiman' ini artinya saya diminta membuat video untuk membela yang Kristen atau Katolik yang menjadi korban bom kemarin," ujar Deddy Corbuzier.
Menurut Deddy Corbuzier, hal itu tidak sepenuhnya benar.
"Saya yakin korbannya bukan hanya yang non-muslim. Orang muslim pun menjadi korban," ungkap Deddy Corbuzier.
Lebih jauh lagi, Deddy Corbuzier mengatakan kalimat 'membela saudara yang seiman' itu tidak sesuai dengan paham yang dianutnya.
"Saya punya sahabat yang seperti saudara. Saya tidak pernah bertanya apa agama mereka. Nggak mungkin saya berkenalan dengan seseorang lalu bertanya lebih dulu apa agamanya," ujar Deddy Corbuzier.
Jadi, menurut Deddy Corbuzier, membuat video 'untuk saudara yang seiman' itu tidak benar. Sebab, imbuh Deddy Corbuzier, saudara itu adalah satu Indonesia.
"Apapun sukunya, agamanya dan sebagainya, tetap menjadi saudara. Dan, kita tidak boleh menyalahkan satu agama di sini," ungkap Deddy Corbuzier.
Berikut videonya:
Berita Terkait
-
Khofifah Dorong Kepala Daerah di Jatim Segera Tindak Lanjut Temuan BPK
-
Wagub Jatim Emil Dardak Instruksikan TPID Perkuat Stok LPG dan Antisipasi Inflasi
-
Khofifah Perkuat Pendidikan Inklusif Lewat Safari Bansos Amaliyah Ramadan di Bangkalan
-
Berguru ke Jawa Timur, Gubernur Sherly Tjoanda Sebut Khofifah Mentor Transformasi Digital
-
Khofifah Salurkan Ratusan Paket Sembako untuk Warga Surabaya Jelang Ramadhan
Terpopuler
-
Pernah Alami Trauma, Karina Suwandi Tak Kapok Bintangi Film Horor 'Tumbal Proyek'
-
Film 'Kupilih Jalur Langit' Resmi Tayang di Bioskop Indonesia
-
Dalami Karakter di Film 'Tiba-Tiba Setan', Oki Rengga Rela Alami Memar
-
Menaker Dorong Pemerataan Magang Nasional, Buka Peluang Lebar bagi Putra Daerah
-
Kementan: Industri Sawit Indonesia Ramah Lingkungan dan Siap Menuju B50
Terkini
-
Pertama di Asia, Daft Funk Live Hadir di Jakarta Jadi Persembahan Tribute Daft Punk
-
"Titip Bunda di Surga-Mu" Bikin Penonton Jogja Menangis, Jadi Pengingat Berharga tentang Keluarga
-
Bandit Tayang Perdana di JAFF 2025: Drama Aksi tentang Pelarian & Balas Dendam
-
Bukan Sekadar Nostalgia: Ini 3 Alasan Setting Film 'Rangga & Cinta' Tetap di Tahun 2000-an
-
LAKON Indonesia Membawa Warisan dan Inovasi ke Panggung Utama Osaka World Expo