Matamata.com - Pemain film Eiffel I'm in Love, Saphira Indah dimakamkan di TPU Semper atau Budi Darma Cilincing, Jakarta Utara, Kamis (31/1/2019).
Prosesi pemakaman pun berjalan dengan penuh haru. Bahkan, sang suami, Rico Hidros Daeng alias Ai tidak dapat menahan air matanya saat mengumandangkan adzan di liang lahad.
Bahkan, lantunan adzan sempat tertahan ketika tangisan Ai pecah. Beberapa pelayat yang hadir pun langsung memintanya untuk kuat mengiringi kepergian istrinya.
"Ai harus kuat," kata beberapa pelayat.
Setelah beberapa detik, Ai langsung menghentikan tangisnya dan melanjutkan adzan yang terputus dan dilanjutkan dengan iqomat.
Seperti diketahui, Saphira Indah meninggal dunia pada Rabu (30/1/2019) karena sesak napas. Artis yang juga malang melintang di layar kaca sebagai pemain FTV itu mengembuskan napas terakhir dalam kondisi hamil enam bulan.
Suara.com/Ismail
Berita Terkait
-
7 Potret Angelica Simperler Momong Anak, Telaten Banget Meski Baru Jadi Ibu
-
Pemotretan Angelica Simperler dan Anak Buat Terpana: Kayak Gendong Adeknya
-
Angelica Simperler Pamer Potret Maternity, Netizen Malah Salfok ke Jempol
-
Potret Angelica Simperler Pompa ASI Jadi Sorotan: Emak-Emak Kayak Anak SD!
-
Angelica Simperler Melahirkan Anak Pertama, Intip Potret Ganteng Bayinya
Terpopuler
-
KPK: Lemahnya Kaderisasi Parpol Picu Praktik Mahar Politik dan Korupsi
-
Seskab Teddy dan Dirut KAI Pastikan Proyek Hunian Warga Pinggir Rel Senen Rampung Juni
-
Karakter Kuat Rio Dewanto di Sinetron 'Jejak Duka Diandra', Digandrungi Penonton
-
Kemenkes Percepat Sertifikasi Higiene 26 Ribu Dapur Gizi di Seluruh Indonesia
-
Yusril Ihza Mahendra Tegaskan Pemerintah Terbuka terhadap Kritik Tajam Akademisi
Terkini
-
Pertama di Asia, Daft Funk Live Hadir di Jakarta Jadi Persembahan Tribute Daft Punk
-
"Titip Bunda di Surga-Mu" Bikin Penonton Jogja Menangis, Jadi Pengingat Berharga tentang Keluarga
-
Bandit Tayang Perdana di JAFF 2025: Drama Aksi tentang Pelarian & Balas Dendam
-
Bukan Sekadar Nostalgia: Ini 3 Alasan Setting Film 'Rangga & Cinta' Tetap di Tahun 2000-an
-
LAKON Indonesia Membawa Warisan dan Inovasi ke Panggung Utama Osaka World Expo