Matamata.com - Grup musik Sheila on 7 blak-blakan alasan mengenai pembatalan konsernya di Batam. Rencananya, pertunjukkan itu diselenggarakan di Stadion Abdul Jamal Batam, hari ini Sabtu (11/5/2019).
Menurut Adam Muhammad Subarkah selaku bassist Sheila on 7, pembatalan konser band-nya terjadi gara-gara masalah teknis dengan pihak promotor, Nagoya.
"Sebenarnya sih saya kalau mau ngomong gimana ya, soalnya kan sensitif ya. Intinya sih memang akhirnya saya putuskan begitu karena memang dari pihak promotor belum siap," ujar Adam Sheila on 7 saat dihubungi wartawan.
"Kami juga nggak mungkin berangkat karena untuk perjalanan ke sana juga belum siap. Jadi ya saya memutuskan untuk mengumumkan lebih awal. Harusnya hari ini berangkat," sambungnya lagi.
Menurut Adam Sheila on 7, permasalahan utama batalnya konser Sheila on 7 kali ini, murni karena kesalahan sang promotor.
"Intinya belum siap saja dari promotor. Kan di situ ada promotor, ada EO lokal (Queen Adventures). Yang bersinggungan dengan Sheila On 7 kan promotor. Kalau EO lokal nggak ada hubungan sama sekali," kata Adam Sheila on 7.
Lelaki 40 tahun ini juga mengimbau kepada para penggemar agar menyampaikan protes langsung kepada pihak Nagoya bukan Queen Adventures.
"Kasihan EO lokalnya memang tidak tahu apa-apa, jadi yang bertanggung jawab memang promotornya," jelas Adam Sheila on 7.
Seperti diketahui, pembatalan konser Sheila on 7 secara mendadak ini mengundang kekecewaan para penggemar. Pasalnya sudah banyak fans yang membeli tiket sejak jauh-jauh hari demi bertemu Duta cs.
Suara.com/Sumarni
Berita Terkait
-
The Popstival Vol. 2 Hidupkan Kembali Euforia Festival di Depok yang Lama Dirindukan
-
Akui Salah Tuntut Mati ABK Sabu 2 Ton, Jaksa Kejari Batam Minta Maaf di DPR
-
Komisi III DPR RI Puji Putusan Hakim PN Batam yang Tak Jatuhkan Vonis Mati pada Fandi
-
DPR Kawal Kasus ABK Fandi Ramadhan: Jangan Ada Rekayasa dalam Tuntutan Mati 2 Ton Sabu
-
Persiapan Konser Tunggal 2026, King Nassar Targetkan Turun 10 Kg dan Perbanyak Jalan Kaki
Terpopuler
-
Prabowo: Masih Ada Ribuan Triliun Kekayaan Negara yang Harus Diselamatkan
-
Prabowo Targetkan Dana Penyelamatan Negara Rp10 Triliun untuk Perbaikan Puskesmas dan Sekolah
-
Kasus Korupsi Chromebook: Eks Mendikbudristek Nadiem Makarim Dituntut 18 Tahun Penjara
-
WWF Ajak Masyarakat hingga Swasta Kolaborasi Promosikan Pangan Lokal
-
Film "Yang Lain Boleh Hilang, Asal Kau Jangan" Resmi Menguras Air Mata di Bioskop Mulai Hari Ini
Terkini
-
Pertama di Asia, Daft Funk Live Hadir di Jakarta Jadi Persembahan Tribute Daft Punk
-
"Titip Bunda di Surga-Mu" Bikin Penonton Jogja Menangis, Jadi Pengingat Berharga tentang Keluarga
-
Bandit Tayang Perdana di JAFF 2025: Drama Aksi tentang Pelarian & Balas Dendam
-
Bukan Sekadar Nostalgia: Ini 3 Alasan Setting Film 'Rangga & Cinta' Tetap di Tahun 2000-an
-
LAKON Indonesia Membawa Warisan dan Inovasi ke Panggung Utama Osaka World Expo