Matamata.com - Ketiga orang yang dilaporkan Fairuz A Rafiq, yakni Galih Ginanjar Rey Utami, dan Pablo Benua terkait kasus "ikan asin" berpotensi jadi tersangka.
Hal itu diungkap oleh Kabid Humas Kombes Pol. Argo Yoewono hari ini, Rabu (10/7/2019) ketika disinggung perkembangan penanganan kasus tersebut.
Soal potensi tersebut, istri Galih, Barbie Kumalasari mencoba menanggapi. Bagi dia, yang penting saat ini adalah menjalani semua proses hukum.
"Pokoknya dijalanin dulu, nggak mau berandai-andai, nanti mendahului kepolisian. Jadi aku menjalankan proses hukum dulu," kata Barbie Kumalasari usai diperiksa sebagai saksi hari ini.
Hal senada diungkapkan kuasa hukum Barbie dan Galih, Rihat Hutabarat. Soal potensi jadi tersangka, kata dia, cuma penyidik yang berhak menyampaikannya.
"Saya pikir itu kan proses yang harus dilakukan. Ada gelar perkara dulu. Masalah potensi nanti penyidik yang punya kapasitasnya," kata Rihat.
Apakah kliennya siap jika benar jadi tersangka, Rihat kembali menegaskan apapun konsekuensi hukumnya bakal dijalani.
"Kalau masalah tidak siap kan dari awal udah bilang si Galih uda menyatakan bahwa dia akan kooperatif. Artinya siap semua menjalani proses hukum," kata Rihat.
Sebelumnya, Galih Ginanjar dilaporkan mantan istrinya, Fairuz A Rafiq ke Polda Metro Jaya atas dugaan pencemaran nama baik lewat media sosial. Ucapan Galih soal bau ikan asin dinilai sebuah penghinaan.
Selain Galih, Fairuz juga melaporkan Rey Utami dan Pablo Benua mengingat ucapan bau ikan asin ditayangkan di channel YouTube mereka.
Suara.com/Revi Cofans Rantung
Berita Terkait
-
Menkum Supratman Ingatkan ASN Tak Main-main dengan Layanan Publik Usai Rentetan Kasus Korupsi
-
Yusril Dukung KPK Usut Kasus Korupsi Imigrasi Rp145,5 M yang Seret Silmy Karim
-
KPK Duga Wamen Imigrasi Silmy Karim Terima Uang Pemerasan Sejak Menjabat Dirjen
-
Kondisi Kesehatan Menurun, Polda Metro Jaya Tunda Pemeriksaan Lanjutan Richard Lee
-
Blusukan ke Pasar Flamboyan Pontianak, Wapres Gibran Borong Pakis hingga Ikan Asin
Terpopuler
-
Pupuk Indonesia Sediakan 6 Mobil Uji Tanah Gratis di Sumatera demi Ketahanan Pangan
-
Sepakat Berkolaborasi! Hard Lights, BEAUZ, dan Solar State, Rilis Lagu 'Mad World'
-
Kuras Emosi! Auzan Noh dan Syakir Daulay Kompak Bintangi Film 'Dua Nafas'
-
PDIP Tegaskan Posisi Politik Penyeimbang Pemerintahan Prabowo Subianto
-
ARTJOG 2026 Dibuka, Seni Jadi Ruang Dialog Antargenerasi
Terkini
-
Pertama di Asia, Daft Funk Live Hadir di Jakarta Jadi Persembahan Tribute Daft Punk
-
"Titip Bunda di Surga-Mu" Bikin Penonton Jogja Menangis, Jadi Pengingat Berharga tentang Keluarga
-
Bandit Tayang Perdana di JAFF 2025: Drama Aksi tentang Pelarian & Balas Dendam
-
Bukan Sekadar Nostalgia: Ini 3 Alasan Setting Film 'Rangga & Cinta' Tetap di Tahun 2000-an
-
LAKON Indonesia Membawa Warisan dan Inovasi ke Panggung Utama Osaka World Expo