Matamata.com - Putra Nunung Srimulat, Bagus Permadi angkat bicara mengenai penangkapan ibunya terkait kasus penyalahgunaan narkoba jenis sabu. Nunung diciduk bersama suaminya Iyan Sambiran.
Disinggung kemungkinan Iyan Sambiran membawa pengaruh buruk terhadap Nunung, Bagus Permadi rupanya punya jawaban sendiri.
"Kalau masalah itu aku nggak tahu," ujar Bagus Permadi, ditemui di kawasan Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Sabtu (20/7/2019).
Maklum, Iyan Sambiran merupakan suami keempat perempuan 56 tahun itu. Mereka menikah pada 2012 silam. Sedangkan Bagus Permadi, anak Nunung dari pernikahan sebelumnya.
Terlepas dari itu, Bagus Permadi mengaku masih terpukul atas kasus yang menimpa ibunya. Dia ingat terakhir komunikasi dengan Nunung saat izin pergi ke Solo buat urusan pekerjaan.
"Sebelum mau berangkat ke Solo itu, aku komunikasi terakhir, pamit, 'Mah aku mau berangkat ke Solo dulu' terus ya sudah. Terakhir itu sih," kata Bagus Permadi seraya menahan tangis.
Seperti diketahui, Nunung Srimulat dan Iyan Sambiran ditangkap di kediamannya sendiri di kawasan Tebet, Jakarta Selatan hari ini sekira pukul 13.15 WIB.
Dalam penangkapan itu, polisi mengamankan paket sabu seberat satu klip sabu 0,36 gram, alat hisap sabu alias bong, empat buah ponsel dan 37 lembar uang pecahan Rp 100 ribu rupiah.
Suara.com/Sumarni
Berita Terkait
-
Komisi III DPR Desak Polisi Segera Tangkap Tersangka Kekerasan Seksual di Ponpes Pati
-
Momen Hangat Presiden Prabowo Sapa Pelajar Jabar di Istana: "Silakan Keliling Sebeum Rapat"
-
DPR Desak Evaluasi Total Aturan Daycare Pasca-kasus Kekerasan Anak di Yogyakarta
-
Dukung Minat Anak dengan Eksplorasi Profesi di KidZania Jakarta
-
Menteri PPPA Resmikan Ruang Bersama Indonesia di Cilacap, Dorong Pembangunan Berperspektif Gender
Terpopuler
-
Pariwisata Berkelanjutan KEK Mandalika, ITDC Targetkan Tanam 15.000 Mangrove di 2026
-
Viral Merokok dan Main Gim saat Rapat Stunting, Anggota DPRD Jember Disidang Etik Gerindra
-
Aturan Buang Sampah Palembang: Pelanggar Didenda Rp500 Ribu Mulai Hari Ini
-
Menko Pangan Targetkan Pembangunan 2.000 Kampung Nelayan di Indonesia pada 2026
-
Penebusan Pupuk Subsidi Naik 36 Persen, Pupuk Indonesia Genjot Optimalisasi Distribusi
Terkini
-
Pertama di Asia, Daft Funk Live Hadir di Jakarta Jadi Persembahan Tribute Daft Punk
-
"Titip Bunda di Surga-Mu" Bikin Penonton Jogja Menangis, Jadi Pengingat Berharga tentang Keluarga
-
Bandit Tayang Perdana di JAFF 2025: Drama Aksi tentang Pelarian & Balas Dendam
-
Bukan Sekadar Nostalgia: Ini 3 Alasan Setting Film 'Rangga & Cinta' Tetap di Tahun 2000-an
-
LAKON Indonesia Membawa Warisan dan Inovasi ke Panggung Utama Osaka World Expo