Matamata.com - Pihak keluarga Kriss Hatta ternyata sudah melakukan mediasi dengan Antony Hillenaar. Namun pertemuan yang berlangsung pada Jumat (26/7/2019) kemarin itu tidak menemui titik terang.
"Ada kemarin sore, tapi saya nggak ikut. Itu ibundanya Kriss Hatta datang ketemu untuk mediasi tapi ya gagal, intinya gitulah. Nggak ada kesepakatan bersama," ujar Suratman Usman selaku kuasa hukum Kriss Hatta saat dihubungi Sabtu (27/7/2019).
Dia mengatakan ada syarat dari Antony Hillenaar yang tidak bisa dipenuhi oleh keluarga Kriss Hatta.
"Ya memang ada syarat-syarat tertentu yang mungkin sulit dipenuhi ya. Ya ini kan ada korban sebagai pemukulan kan, barangkali dia meminta kompensasi lah katakan seperti itu, ya untuk pengobatan dan sebagainya," ujar dia.
Disinggung berapa nominal uang yang diminta Antony Hillenaar, Suratman Usman ternyata punya jawaban sendiri.
"Ya kira-kira gitu lah (ada nominal uang), jadi karena pihak Kriss Hatta tidak punya kemampuan untuk itu jadi ya deadlock lah," kata Suratman Usman.
Seperti diketahui, Kriss Hatta ditetapkan menjadi tersangka dalam kasus penganiayaan terhadap Anthony Hillenaar. Dia resmi ditahan di Polda Metro Jaya sejak 24 Juli 2019.
Suara.com/Sumarni
Berita Terkait
-
Video CCTV Penganiayaan Anak Aghnia Punjabi Diungkap: Biadab Kamu Sus
-
Pierre Gruno Stres Ditahan dan Jadi Tersangka Kasus Penganiayaan
-
Pierre Gruno Resmi Ditahan, Terancam 5 Tahun Penjara Kasus Penganiayaan
-
Pierre Gruno Jadi Tersangka usai Aniaya Lansia, Kebawa Peran Antagonis di Sinetron?
-
Profil Pierre Gruno, Aktor Senior Terseret Dugaan Penganiayaan
Terpopuler
-
Presiden Prabowo Lantik Jumhur Hidayat Jadi Menteri Lingkungan Hidup
-
Kemenhaj Minta Jemaah Haji Lapor jika Temukan Pungutan Liar, KBIHU Dilarang Jual Paket Wisata
-
Rekor Baru! Belanja Militer Global 2025 Tembus US$2,89 Triliun
-
DPR Dorong Pemerataan Program Kampung Internet untuk Transformasi Digital Desa
-
Bahlil hingga M. Qodari Buka Suara Soal Isu Reshuffle Kabinet Prabowo Senin Ini
Terkini
-
Pertama di Asia, Daft Funk Live Hadir di Jakarta Jadi Persembahan Tribute Daft Punk
-
"Titip Bunda di Surga-Mu" Bikin Penonton Jogja Menangis, Jadi Pengingat Berharga tentang Keluarga
-
Bandit Tayang Perdana di JAFF 2025: Drama Aksi tentang Pelarian & Balas Dendam
-
Bukan Sekadar Nostalgia: Ini 3 Alasan Setting Film 'Rangga & Cinta' Tetap di Tahun 2000-an
-
LAKON Indonesia Membawa Warisan dan Inovasi ke Panggung Utama Osaka World Expo