Matamata.com - Beauty vlogger Tasya Farasya tidak masalah mengenai rencana KPI yang bakal mengawasi konten-konten negatif di YouTube.
Perempuan yang kuliah di Kedokteran Gigi itu mengaku setuju KPI mengawasi para YouTuber selama yang ditegur adalah konten-konten berbau negatif.
"Bagus. Awasin aja. Maksudnya asal yang dilarang masih dalam bentuk wajar menurut aku nggak masalah. Asal jangan membuat orang susah berekspresi," kata Tasya Farasya saat ditemui di kawasan Jakarta Selatan, beberapa waktu yang lalu.
Menurut perempuan yang memiliki saudara kembar, Tasyi Athasyia ini peran KPI bisa membantu mengawasi konten pornografi atau sejenisnya terhadap anak-anak yang juga banyak menonton YouTube.
"Tapi segala sesuatu kalau dalam batas wajar akan lebih enak secara YouTube bener-bener yang nonton segala usia," tuturnya.
Bahkan perempuan yang pernah menggelar pernikahan mewah dengan Ahmad Assegaf mengaku setuju bila KPI mengawasi konten YouTube apa lagi konten yang diawasi sifatnya yang dewasa.
"Kalau memang yang dihalangin kayak pornografi atau apa gitu menurut aku malah bagus," ucap Tasya.
Tasya mengaku selama ini konten yang di hadirkan di YouTube berusaha untuk tidak membuat hal-hal yang kurang pantas dilakukan. Mulai dari tutur kata hingga perilaku negatif. Dia takut hal itu bisa menjadi contoh yang kurang baik untuk para penontonnya yang rata-rata mereka masih sekolah.
"Kayak aku mau ngomong aku jaga banget. Bukan mau pecitraan karena yang nonton aku juga anak yang masih sekolah. Jadi kayak menurut aku hal yang nggak baik nggak usah dilakukan di sosial media," tutur Tasya. (Ismail)
Berita Terkait
-
Belajar dari China, KPI Pusat Gali Masukan Atur Media Digital untuk Revisi UU Penyiaran
-
Ulang Tahun ke-4, Anak Tasya Farasya Dandan ala Princess Elsa Gemas Banget
-
Cantik Banget Bergaya Arabian saat Wisuda TK, Putri Tasya Farasya Minta Kado Ini
-
Tasya Farasya Mampir ke Warkop di Portugal, Produk Indonesia Ini Bikin Salfok
-
Saurans Stop Tayang usai Ditegur KPI, Raffi Ahmad Sebut karena Masalah Teknis: Bukan Rating
Terpopuler
-
Soroti Anggota Polri Ikut Ormas, Ketua Komisi III DPR: Etis Enggak Pimpinan Deklarasi?
-
Golkar Desak Badan Gizi Nasional Jamin Transparansi Penunjukan Titik SPPG
-
KSP Tegaskan Komitmen Penyelamatan Aset Negara, Satgas PKH Amankan Rp371 Triliun
-
Sentil Asas Keadilan, Menteri HAM Usul Sipil Juga Bisa Duduki Jabatan Strategis di Polri
-
Menkum Supratman Ingatkan ASN Tak Main-main dengan Layanan Publik Usai Rentetan Kasus Korupsi
Terkini
-
Pertama di Asia, Daft Funk Live Hadir di Jakarta Jadi Persembahan Tribute Daft Punk
-
"Titip Bunda di Surga-Mu" Bikin Penonton Jogja Menangis, Jadi Pengingat Berharga tentang Keluarga
-
Bandit Tayang Perdana di JAFF 2025: Drama Aksi tentang Pelarian & Balas Dendam
-
Bukan Sekadar Nostalgia: Ini 3 Alasan Setting Film 'Rangga & Cinta' Tetap di Tahun 2000-an
-
LAKON Indonesia Membawa Warisan dan Inovasi ke Panggung Utama Osaka World Expo