Matamata.com - Perseteruan antara Nikita Mirzani dan Elza Syarief masih belum usai. Geram dan sakit hati, Elza Syarief hari ini memilih untuk mempolisikan Nikita Mirzani.
Jika ditengok lagi ke belakang, Elza Syarief memilih untuk sedikit bicara saat dilabrak oleh Nikita Mirzani.
Rupanya pengacara senior tersebut memiliki alasannya sendiri.
Ia mengklaim bahwa diamnya saat itu sebagai bukti pengendalian dirinya sangat bagus.
"Disitulah tandanya orang punya pengendalian diri yang baik. Saya diam untuk tidak menjadi bias," ujar Elza Syarief saat ditemui awak media.
Lebih lanjut, Elza memilih irit bicara karena enggan dituding berdebat.
"Sekarang saja saya hanya menjawab pertanyaannya rekan, saya dibilang saya berdebat," ujarnya.
Semua itu dipilih Elza Syarief lantaran dirinya sudah paham betul kelicikan Nikita Mirzani.
"Saya sudah tahu liciknya dia. Karena itu saya menjaga diri saya," papar Elza Syarief.
Elza sendiri mengatakan bahwa dirinya merupakan sosok yang penyabar. Sehingga ia mendapatkan banyak dukungan atas kasus ini.
"Kalian tahu, semua orang simpati pada saya karena kesabaran saya luar biasa," tutupnya.
Berita Terkait
-
Hotman Paris Tegaskan Nadiem Tak Terima Uang dari Proyek Chromebook
-
Reza Gladys Melawan di Persidangan, Bikin Nikita Mirzani dan Pengacara Terdiam
-
Siap Bongkar Fakta di Persidangan, Nikita Mirzani Hadapi Bos Skincare Reza Gladys
-
Hotman Paris Ungkap Alasan Menolak Dampingi Paula Verhoeven, Soroti Fenomena "No Viral No Justice"
-
Tetap Bersinar di Balik Jeruji, Dinar Candy Ungkap Nikita Mirzani Ceria dan Glowing di Penjara
Terpopuler
-
KPK: Lemahnya Kaderisasi Parpol Picu Praktik Mahar Politik dan Korupsi
-
Seskab Teddy dan Dirut KAI Pastikan Proyek Hunian Warga Pinggir Rel Senen Rampung Juni
-
Karakter Kuat Rio Dewanto di Sinetron 'Jejak Duka Diandra', Digandrungi Penonton
-
Kemenkes Percepat Sertifikasi Higiene 26 Ribu Dapur Gizi di Seluruh Indonesia
-
Yusril Ihza Mahendra Tegaskan Pemerintah Terbuka terhadap Kritik Tajam Akademisi
Terkini
-
Pertama di Asia, Daft Funk Live Hadir di Jakarta Jadi Persembahan Tribute Daft Punk
-
"Titip Bunda di Surga-Mu" Bikin Penonton Jogja Menangis, Jadi Pengingat Berharga tentang Keluarga
-
Bandit Tayang Perdana di JAFF 2025: Drama Aksi tentang Pelarian & Balas Dendam
-
Bukan Sekadar Nostalgia: Ini 3 Alasan Setting Film 'Rangga & Cinta' Tetap di Tahun 2000-an
-
LAKON Indonesia Membawa Warisan dan Inovasi ke Panggung Utama Osaka World Expo