Matamata.com - Skandal rencana anggaran DKI Jakarta seperti lem Aibon Rp 82 miliar dan ballpoint Rp 124 miliar kini sedang hangat diperbincangkan. Komika, aktor dan sutradara Ernest Prakasa juga tak ketinggalan mengamati kasus tersebut.
Sebagai warga DKI Jakarta, Ernest Prakasa tentu prihatin dengan kabar ini. Namun di sisi lain, ia pun bersyukur karena kasus ini bisa terendus oleh sebagian anggota DPRD DKI Jakarta.
Bintang film dan sutradara film Cek Toko Sebelah ini pun merasa tak sia-sia pada pemilu 2019 lalu memilih Partai PSI. Maklum, rencana anggaran DKI Jakarta 2020 diungkap oleh anggota DPRD DKI Jakarta dari kader Partai PSI.
"Kader @psi_id di DPRD bongkar skandal Aibon Rp 82 miliar, sampai orang-orang DKI nggak punya jawaban lain selain 'salah ketik'. Gue lega suara gue di pemilu kemarin nggak sia-sia. Tolong cc-in ke yang golput dong, siapa tahu lain kali jadi lebih pengin pake hak suaranya. Siapa tahu," kata Ernest Prakasa.
Hampir sepanjang Rabu (30/10/2019) twit-twit Ernest Prakasa berkaitan dengan kasus anggaran DKI Jakarta. Ernest misalnya me-retweet twit dari akun partai PSI @psi_id yang mengaku miris dengan tuan mengejutkan dari ABPD DKI.
"Miris membaca temuan @PSI_Jakarta setelah menyisir APBD DKI. Segitu gampangnya menghamburkan uang rakyat. Uang dari kita-kita yang sejak subuh sudah berjejal di commuter line atau bus untuk mencari nafkah. Sedih. Gak boleh didiamkan. Kita bongkar hari ini. #PSIKawalUangRakyat."
Ernest Prakasa juga me-retweet Tsamara Armany Alatas yang menuntut Gubernur Anies Baswedan untuk menunjukkan kepemimpiannya.
"Pak Gub @aniesbaswedan harus tunjukkan kepemimpinannya. Disdik sebut salah ketik itu dagelan. Bayangkan saja kalau lem aibon 82M itu tidak ditemukan, ke mana uang tersebut akan mengalir? Lem aibon apa yang harganya semahal itu?" [Ferry Noviandi]
Berita Terkait
-
Pemprov DKI Siapkan Anggaran LPDP Khusus Jakarta Rp100 Miliar untuk Tahun Depan
-
Pramono Anung Pastikan Tarif Sejumlah Rute Transjabodetabek Naik Bulan Ini
-
Atasi Masalah Sampah! Warga Kalisari Kolaborasi dengan Anggota DPRD DKI Jakarta, Ryan Kurnia Ar Rahman
-
Beban Kerja Tinggi, Pemprov DKI Setujui Penambahan Personel Satpol PP
-
Pramono Anung Bakal Bentuk PJLP Khusus Penangan Ikan Sapu-sapu di Jakarta
Terpopuler
-
Trump Ancam Kenakan Tarif Impor 100 Persen bagi Negara Pengumpul Pajak Digital
-
Menyesal! Davina Karamoy Tak Kuasa Tahan Tangis di Film 'Andai Waktu Bisa Diulang Kembali'
-
Menteri Kebudayaan: Ruang Kreatif Komunitas Strategis bagi Keberlanjutan Budaya
-
Akademisi UPN Veteran Yogyakarta Sebut Paparan Presiden Prabowo Perkuat Pemahaman Aliran Bernegara
-
KDM Alihkan Hadiah Sayembara Rp250 Juta untuk Masa Depan Korban Penyekapan
Terkini
-
Pertama di Asia, Daft Funk Live Hadir di Jakarta Jadi Persembahan Tribute Daft Punk
-
"Titip Bunda di Surga-Mu" Bikin Penonton Jogja Menangis, Jadi Pengingat Berharga tentang Keluarga
-
Bandit Tayang Perdana di JAFF 2025: Drama Aksi tentang Pelarian & Balas Dendam
-
Bukan Sekadar Nostalgia: Ini 3 Alasan Setting Film 'Rangga & Cinta' Tetap di Tahun 2000-an
-
LAKON Indonesia Membawa Warisan dan Inovasi ke Panggung Utama Osaka World Expo