Matamata.com - Sidangnya kembali ditunda, Zul Zivilia berharap pengadilan dapat mengadili kasus penyalahgunaan narkotika yang menimpanya secara profesional.
"Berharap pengadilan ini bisa profesional menyidangkan kasus saya," kata Zul Zivilia, usai menjalani sidang di Pengadilan Negeri Jakarta Utara, Senin (11/11/2019).
Lelaki kelahiran 19 Agustus 1981 ini merasa khawatir, lantaran menurut kisah yang didengar Zul Zivilia dalam jeruji besi, banyak pemakai narkoba yang disamakan layaknya seorang pengedar.
"Karena sangat banyak pengalaman teman di sini cuma pemakai tapi kok masuk penjara kaya pengedar. Masa lebih banyak pengedarnya dari pada pemakai, kan nggak masuk akal harusnya tokonya lebih sedikit," ungkapnya.
Zul Zivilia kembali mengutarakan harapannya atas putusan tuntutan terhadapnya nanti. Dia berharap pengadilan dapat membuktikan bahwa dirinya bukan seorang pengedar seperti yang disangkakan.
"Mudah-mudahan pengadilan ini bisa mengadili saya seadil-adilnya dan bisa membuktikan saya tidak terkait di jaringan ini," tutup Zul Zivilia.
Seperti diketahui, Zul Zivilia ditangkap di salah satu apartemen di kawasan Kelapa Gading Barat, Jakarta Utara pada 28 Februari 2019 lalu.
Zul Zivilia ditangkap setelah kedapatan memiliki narkoba jenis sabu seberat 9,4 kilogram serta 24 ribu butir ekstasi. Atas perbuatannya, Zul terancam hukuman mati. [Evi Ariska]
Berita Terkait
-
Presiden Prabowo Dorong Penguatan Regulasi untuk Perangi Narkotika
-
IndonesiaPeru Sepakat Perkuat Kolaborasi Perangi Narkotika
-
PPATK: Ratusan Penerima Bansos Terkait Korupsi, Narkotika, hingga Terorisme
-
Royalti Lagu Jadi Penyelamat Keuangan Keluarga Zul Zivilia di Tengah Hukuman Penjara
-
Lepas dari Jeruji, Zul Zivilia Terpukau Perubahan Jakarta: Saya Syok Lihat Mobil Listrik di Jalan
Terpopuler
-
Beautylogica Clinic Pakubuwono, Perawatan Kecantikan dengan Teknologi Canggih
-
Kezia Lizina Tertarik Bintangi Film 'Silent Dance' karena Soroti Dunia Tari
-
Keren! Irish Bella jadi Eksekutif Produser di Film 'Dosa: Penebusan atau Pengampunan'
-
Prabowo Targetkan Bagi 1.582 Kapal Ikan untuk Sejahterakan Nelayan
-
Prabowo Jadi Presiden Kedua yang Kunjungi Miangas, Janjikan Renovasi Sekolah dan Puskesmas
Terkini
-
Pertama di Asia, Daft Funk Live Hadir di Jakarta Jadi Persembahan Tribute Daft Punk
-
"Titip Bunda di Surga-Mu" Bikin Penonton Jogja Menangis, Jadi Pengingat Berharga tentang Keluarga
-
Bandit Tayang Perdana di JAFF 2025: Drama Aksi tentang Pelarian & Balas Dendam
-
Bukan Sekadar Nostalgia: Ini 3 Alasan Setting Film 'Rangga & Cinta' Tetap di Tahun 2000-an
-
LAKON Indonesia Membawa Warisan dan Inovasi ke Panggung Utama Osaka World Expo