Matamata.com - Pandji Pragiwaksono merupakan salah satu publik figur yang ikut memantau perkembangan kasus penyiraman air keras kepada penyidik senior KPK Novel Baswedan.
Pandji bahkan sempat menjadikan Novel Baswedan sebagai bintang tamu dalam vlognya di Youtube. Di video yang diunggah pada 25 Maret 2019 itu, Pandji membahas tentang ketidakjelasan kasus penyiraman air keras ke Novel Baswedan.
Hari ini, Jumat (27/12/2019), polisi mengumumkan jika pelaku penyiraman air keras ke Novel Baswedan telah ditangkap. Pandji Pragiwaksono ikut merespons kabar tersebut.
Tak banyak kata, Pandji cuma menulis "DHUUUAAAARRR", sebagai reaksi atas berita penangkapan dua pelaku penyiraman air kepada terhadap Novel Baswedan.
Cuitan itu menanggapi fakta yang disampaikan warganet Daniel Giovanni mengutip berita sebuah portal berita bahwa pelaku ternyata anggota polisi aktif.
Respons Pandji Pragiwaksono ini ditanggapi beragam komentar dari warganet.
"Ya capek capek cari setahun lebih, nggak taunya orang dalam sendiri," komentar warganet Duta Sarung Wadimor.
"Ternyata oh ternyataaa," komentar Apif Supriadi.
"Duaarr lega,,, atau duar bertanya tanya,? Kalo lega seharusnya bukan duarrrr," komentar Alif Dianindra. (Yazir Farouk)
Berita Terkait
-
Pandji Pragiwaksono Penuhi Panggilan Bareskrim, Garansi Keadilan Restoratif Lewat Sidang Adat
-
Tempuh Jalan Damai, Pandji Pragiwaksono Tuntaskan Sanksi Adat di Tana Toraja
-
Kasus Dugaan Penistaan Agama Pandji Pragiwaksono, Polisi Segera Periksa Sejumlah Ahli
-
Anggota DPR: Kritik Pandji Pragiwaksono dalam 'Mens Rea' Tak Perlu Dilaporkan ke Polisi
-
Buntut Pernyataan Soal Konsesi Tambang NU-Muhammadiyah, Pandji Pragiwaksono Dilaporkan ke Polisi
Terpopuler
-
KPK: Lemahnya Kaderisasi Parpol Picu Praktik Mahar Politik dan Korupsi
-
Seskab Teddy dan Dirut KAI Pastikan Proyek Hunian Warga Pinggir Rel Senen Rampung Juni
-
Karakter Kuat Rio Dewanto di Sinetron 'Jejak Duka Diandra', Digandrungi Penonton
-
Kemenkes Percepat Sertifikasi Higiene 26 Ribu Dapur Gizi di Seluruh Indonesia
-
Yusril Ihza Mahendra Tegaskan Pemerintah Terbuka terhadap Kritik Tajam Akademisi
Terkini
-
Pertama di Asia, Daft Funk Live Hadir di Jakarta Jadi Persembahan Tribute Daft Punk
-
"Titip Bunda di Surga-Mu" Bikin Penonton Jogja Menangis, Jadi Pengingat Berharga tentang Keluarga
-
Bandit Tayang Perdana di JAFF 2025: Drama Aksi tentang Pelarian & Balas Dendam
-
Bukan Sekadar Nostalgia: Ini 3 Alasan Setting Film 'Rangga & Cinta' Tetap di Tahun 2000-an
-
LAKON Indonesia Membawa Warisan dan Inovasi ke Panggung Utama Osaka World Expo