Matamata.com - Pengacara Nikita Mirzani, Fahmi Bachmid mengatakan tidak tahu menahu mengenai isu penjemputan paksa kliennya oleh Polres Metro Jakarta Selatan.
"Saya baru dari luar kota, saya belum tahu," katanya dihubungi pada Rabu (29/1/2020) malam.
Sejauh ini Fahmi Bachmid bilang belum mendapat informasi apa pun dari penyidik. Dia malah meminta agar awak media buat bertanya langsung ke pihak kepolisian.
"Saya juga baru tahu ini, saya pelajari kalau sudah ada informasinya,. Pokoknya tanya sana, jangan tanya sini," tutur Fahmi Bachmid.
Dari kabar yang beredar, Nikita Mirzani akan dijemput paksa lalu diserahkan ke Kejaksaan Negeri Jakarta Selatan pada Kamis (30/1/2020). Keputusan itu diambil mengingat pemain Comic 8 ini sudah berkali-kali mangkir dari panggilan penyidik.
Seperti diketahui, ibu tiga anak itu resmi ditetapkan sebagai tersangka kasus penganiayaan terhadap mantan suaminya, Dipo Latief. Berkas kasusnya sendiri dinyatakan lengkap sejak lama. (Sumarni)
Berita Terkait
-
Reza Gladys Melawan di Persidangan, Bikin Nikita Mirzani dan Pengacara Terdiam
-
Siap Bongkar Fakta di Persidangan, Nikita Mirzani Hadapi Bos Skincare Reza Gladys
-
Tetap Bersinar di Balik Jeruji, Dinar Candy Ungkap Nikita Mirzani Ceria dan Glowing di Penjara
-
Nikita Mirzani Tetap Kuat Usai 20 Hari Lebih Ditahan, Laporkan Reza Gladys Terkait UU ITE
-
Tak Tinggal Diam, Nikita Mirzani Balas Laporan Reza Gladys dengan Aduan Ke Polisi
Terpopuler
-
Wamendagri Tegaskan Dana Otsus Papua 2026 Cair 100 Persen, Ini Faktanya
-
Presiden Prabowo Resmikan Museum dan Rumah Singgah Marsinah di Nganjuk
-
Sapi Kurban Presiden Prabowo 2026: Jenis Brangus 1,15 Ton dari Tangerang Seharga Rp110 Juta
-
Bidik Pasar Eurasia, RI-Belarus Sepakati Roadmap Kerja Sama Ekonomi Baru
-
Menlu Wang Yi Tegaskan Hubungan China-AS Stabil Harus Diwujudkan Lewat Langkah Nyata
Terkini
-
Pertama di Asia, Daft Funk Live Hadir di Jakarta Jadi Persembahan Tribute Daft Punk
-
"Titip Bunda di Surga-Mu" Bikin Penonton Jogja Menangis, Jadi Pengingat Berharga tentang Keluarga
-
Bandit Tayang Perdana di JAFF 2025: Drama Aksi tentang Pelarian & Balas Dendam
-
Bukan Sekadar Nostalgia: Ini 3 Alasan Setting Film 'Rangga & Cinta' Tetap di Tahun 2000-an
-
LAKON Indonesia Membawa Warisan dan Inovasi ke Panggung Utama Osaka World Expo