Matamata.com - Pertengkaran Hana Hanifah dengan Nabila Aprilia berlangsung di sebuah kafe di kawasan Jakarta Selatan pada Minggu (14/6/2020) dini hari menyita perhatian khalayak luas. Penyebab pertengkarannya sendiri masih menjadi teka-teki.
Usai ngaku dianiaya Nabila Aprilia, Hana Hanifah mengaku mengalami banyak kerugian. Lengan kirinya mengalami luka-luka akibat dicakar Nabila, jadi kerjaan syutingnya terhambat.
"Sangat banyak (kerugian), seharusnya hari ini saya syuting. Seharusnya saya syuting YouTube segala macam rupa, jadi terganggu gara-gara adanya ini," ungkap Hana Hanifah, ditemui usai melaporkan Nabila Aprilia di Polda Metro Jaya, Rabu (17/6/2020).
Hana Hanifah mengaku mengalami kerugian materi selain kerugian waktu. Namun saat ditanya berapa jumlah kerugian yang dialaminya, dia masih bingung.
"Kurang lebih berapa ya...," kata Hana, yang tampak sulit memberi jawaban.
Tidak hanya itu, usai mengaku diserang Nabila Aprilia, Hana Hanifah bilang sampai mengalami gangguan kejiwaan. Bahkan dirinya sampai mendatangi seorang psikiater.
"Saudari Hana mendatangi psikiater. Dia tertekan dan terganggu mentalnya," kata Machi Ahmad, kuasa hukum Hana Hanifah di tempat yang sama.
Semoga masalahnya seger selesai ya. [Ismail]
Berita Terkait
-
Mualem Kecam Pengeroyokan Warga Aceh di Polda Metro Jaya, Desak Kapolri Turun Tangan
-
Kasus Dugaan Penistaan Agama Pandji Pragiwaksono, Polisi Segera Periksa Sejumlah Ahli
-
Rocky Gerung Bela Dokter Tifa di Polda Metro: Meneliti Itu Metodologi, Bukan Penghinaan!
-
Kondisi Kesehatan Menurun, Polda Metro Jaya Tunda Pemeriksaan Lanjutan Richard Lee
-
Anggota DPR: Kritik Pandji Pragiwaksono dalam 'Mens Rea' Tak Perlu Dilaporkan ke Polisi
Terpopuler
-
KPK: Lemahnya Kaderisasi Parpol Picu Praktik Mahar Politik dan Korupsi
-
Seskab Teddy dan Dirut KAI Pastikan Proyek Hunian Warga Pinggir Rel Senen Rampung Juni
-
Karakter Kuat Rio Dewanto di Sinetron 'Jejak Duka Diandra', Digandrungi Penonton
-
Kemenkes Percepat Sertifikasi Higiene 26 Ribu Dapur Gizi di Seluruh Indonesia
-
Yusril Ihza Mahendra Tegaskan Pemerintah Terbuka terhadap Kritik Tajam Akademisi
Terkini
-
Pertama di Asia, Daft Funk Live Hadir di Jakarta Jadi Persembahan Tribute Daft Punk
-
"Titip Bunda di Surga-Mu" Bikin Penonton Jogja Menangis, Jadi Pengingat Berharga tentang Keluarga
-
Bandit Tayang Perdana di JAFF 2025: Drama Aksi tentang Pelarian & Balas Dendam
-
Bukan Sekadar Nostalgia: Ini 3 Alasan Setting Film 'Rangga & Cinta' Tetap di Tahun 2000-an
-
LAKON Indonesia Membawa Warisan dan Inovasi ke Panggung Utama Osaka World Expo