Matamata.com - Jeremy Teti baru saja mengungkapkan cerita heroiknya saat meliput perang di Timor Timor. Seperti yang kita tahu, Jeremy Teti dulunya eksis sebagai jurnalis dan pembawa berita yang terkenal.
Dalam peliputan tersebut, Jeremy Teti sampai ditodong pistol oleh pria tak dikenal. Bahkan, ia sampai berpikir saat itu adalah hari kematiannya.
"Pernah (ditodong pistol). Itu waktu siaran langsung di Timor Timur tahun 1999, orangnya datang sementara live kan udah countdown (hitung mundur). Kan siaran siang jam 12, aduh tinggal berapa detik lagi harus udah masuk harus ngomong terus orang pakai motor dengan knalpot racing dia datang muter-muter aku, kan kita cuma berdua sama kameramen," kisah Jeremy Teti kepada Deddy Corbuzier.
Jeremy Teti saat itu dipaksa untuk memberitakan saudara pria tersebut yang tewas karena tertembak polisi. Karena saat peliputan tersebut Jeremy Teti masih menggunakan kabel panjang, ia dan kameramen kesulitan untuk melarikan diri.
"Bapak harus bilang ya, itu saudaraku yang mati itu yang nembak polisi, brimob yang nembak gini-gini di Kuluhun di Timor Timur waktu itu. Nah sementara lokasi aku live dengan tempat lokasi tempat penembakan itu jaraknya cuma beberapa ratus meter," ujarnya.
Jeremy Teti merasakan suasana yang semakin mencekam saat dua orang tersebut menodongkan pistol. Di titik inilah Jeremy Teti berpikir bahwa hari tersebut merupakan terakhir kalinya ia bisa bernapas.
"Dia di sini udah keluar gagang (pistol). Aduh mati kayaknya selesai hidup gue sama kameramen. Produser gue udah maki-maki gue biar naik semua. Suruh naik masuk ke dalam markas, kan nyewa ruko, nyewa tinggalnya di ruko, udah jadi cara menyelamatkan diri. Ya nggak boleh dong (ngomong penembakan) lah gue nggak punya bukti," pungkasnya.
Jeremy Teti tak mau memberitakan hal tersebut karena ia tak memiliki bukti apapun. Padahal nyawanya sudah terancam karena jaraknya dengan pria tersebut tidak terlalu jauh.
"Benar itu sangat bisa (ditembak), jaraknya deket dia muter-muter pakai motor. Kameramen jaraknya beberapa meter dari gue," ungkapnya.
Setelah memutar otak, Jeremy Teti berhasil menyelamatkan diri dari pria tersebut berkat bahasa daerah Timor Timur.
"Kita harus pandai bisa keluar dari lubang jarum. Dalam kondisi terjepit kita harus bisa lolos," tegasnya.
Tak hanya ditodong pistol, Jeremy Teti juga pernah hampir diculik saat ia akan menyampaikan jajak pendapat mengenai kemerdekaan Timor Timur.
"Hampir diculik dan memang itu kan saat mau pengumuman jajak pendapat, tiba-tiba informasi bocor dari intel polisi, yang siaran langsung kan cuma gue sendiri dengan kru-krunya dari SCTV saat itu Liputan SCTV. TV lain nggak ada satupun yang berani melakukan siaran langsung jajak pendapat di Timor Leste tahun 1999, gue sendiri disana selama dua minggu, live di jalan raya ke mana-mana," ujarnya.
Apalagi saat itu perusahaan media tempat Jeremy Teti bekerja sudah memiliki jangkauan sinyal yang dinilai sangat luas.
"Waktu itu siaran langsung kan SCTV udah ditangkap (sinyalnya) di seluruh ASEAN dan Australia utara jadi kalo pengumuman kemerdekaan Timor Leste sudah dari beberapa negara kan sudah bisa menyaksikan saat itu. Itu aku dapat informasi dari intel, jadi ada 30 brimob dateng dengan truknya 'Jeremy Teti mana, koper kamu mana, naik!'," ujarnya.
Berita Terkait
-
Didamprat Bos TV, Jeremy Teti Sakit Hati 2 Tahun Nonjob
-
Jeremy Teti Ungkap Kondisinya usai Terkena Penyakit Batu Ginjal
-
Jeremi Teti Masih Melajang di Usia 55 Tahun, Ternyata Ini Alasannya
-
Alasan Jeremi Teti Masih Melajang di Usia 55 Jadi Sorotan: Daripada Nipu Kayak Si Atok!
-
10 Artis Pria yang Masih Melajang di Usia Matang, Ada yang Sudah 50 Tahun
Terpopuler
-
KPK: Lemahnya Kaderisasi Parpol Picu Praktik Mahar Politik dan Korupsi
-
Seskab Teddy dan Dirut KAI Pastikan Proyek Hunian Warga Pinggir Rel Senen Rampung Juni
-
Karakter Kuat Rio Dewanto di Sinetron 'Jejak Duka Diandra', Digandrungi Penonton
-
Kemenkes Percepat Sertifikasi Higiene 26 Ribu Dapur Gizi di Seluruh Indonesia
-
Yusril Ihza Mahendra Tegaskan Pemerintah Terbuka terhadap Kritik Tajam Akademisi
Terkini
-
Pertama di Asia, Daft Funk Live Hadir di Jakarta Jadi Persembahan Tribute Daft Punk
-
"Titip Bunda di Surga-Mu" Bikin Penonton Jogja Menangis, Jadi Pengingat Berharga tentang Keluarga
-
Bandit Tayang Perdana di JAFF 2025: Drama Aksi tentang Pelarian & Balas Dendam
-
Bukan Sekadar Nostalgia: Ini 3 Alasan Setting Film 'Rangga & Cinta' Tetap di Tahun 2000-an
-
LAKON Indonesia Membawa Warisan dan Inovasi ke Panggung Utama Osaka World Expo