Matamata.com - Polres Jakarta Selatan masih menangani kasus dugaan penganiayaan yang dilaporkan Deanni Ivanda terhadap putra Chintami Atmanegara, Dio Alif Utama. Penyidik sudah memeriksa 5 saksi dibenarkan oleh Plt Kasat Reskrim Polres Jakarta Selatan, AKBP Antonius Agus.
Kelima saksi tersebut termasuk Chintami Atmanegara. "Ibu C (Chintami Atmanegara), sama petugas keamanan dan saksi yang mengetahui dan mendengar," kata Agus ditemui di kantornya, Selasa (3/11/2020).
Namun, Agus menolak membeberkan hasil pemeriksaan para saksi. Dia minta awak media untuk bersabar. "Belum bisa panjang lebar ngomong, jadi saya harus cek dulu, takutnya apa yang saya katakan dan dilaporkan hanya sepintas," ujarnya. "Kalau buat keterangan sudah diambil keterangan," kata Agus menegaskan.
Diketahui pada 8 Agustus 2020, Deanni Ivanda melaporkan Dio Alif Utama ke polisi. Dia menuding dianiaya oleh Dipo saat mereka bertengkar.
Sementara, baik Dipo maupun Chintami membantah tudingan tersebut. Dia malah melaporkan balik Deanni atas kasus pengerusakan mobil. [Ismail]
Berita Terkait
-
'Aku Gak Sendirian', Wanita Ini Peluk hingga Pegang Pipi Ivan Gunawan: Ini Orang Baik
-
'Saya Korban tapi Kalian Jadikan Tersangka', Kevin Hillers Bongkar Video Ditendang Siska Khair
-
Sudah Bertemu Pelapor, Begini Akhir Kasus Dugaan Penganiayaan oleh Iko Uwais
-
Chintami Atmanagara Lepas Kepergian Oddie Agam, Mutia Ayu Sesali Masa Lalu
-
Pilunya Chintami Atmanagara Ucap Perpisahan di Depan Makam Oddie Agam
Terpopuler
-
Imbas Konflik Timur Tengah, Australia hingga Brasil Antre Minta Pupuk ke Indonesia
-
Prabowo Resmikan 1.061 Koperasi Desa Merah Putih, Targetkan Lompatan Besar di Agustus 2026
-
Polri Siapkan 166 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi untuk Diresmikan Presiden Prabowo
-
Kemenhaj Siapkan 15 Juta Porsi Makanan Khas Nusantara untuk Jemaah Haji Indonesia
-
Prabowo Minta TNI-Polri Bersih-bersih Institusi: Jangan Ada yang Backing Judi dan Narkoba
Terkini
-
Pertama di Asia, Daft Funk Live Hadir di Jakarta Jadi Persembahan Tribute Daft Punk
-
"Titip Bunda di Surga-Mu" Bikin Penonton Jogja Menangis, Jadi Pengingat Berharga tentang Keluarga
-
Bandit Tayang Perdana di JAFF 2025: Drama Aksi tentang Pelarian & Balas Dendam
-
Bukan Sekadar Nostalgia: Ini 3 Alasan Setting Film 'Rangga & Cinta' Tetap di Tahun 2000-an
-
LAKON Indonesia Membawa Warisan dan Inovasi ke Panggung Utama Osaka World Expo