Matamata.com - Dokter Richard Lee sama sekali tak masalah berstatus tersangka dalam kasus pencemaran nama baik yang dilaporkan atas nama Kartika Putri.
Alih-alih takut atau sedih, ia justru merasa bangga dengan statusnya sebagai tersangka.
"Saya bangga jadi tersangka," kata Richard Lee dalam jumpa pers di kawasan Kuningan, Jakarta, Senin (29/8/2022).
Richard Lee bangga lantaran perbuatannya tak merugikan banya orang lewat ulasan
produk kosmetik yang dipromosikan Kartika Putri. Dia membandingkan kasusnya dengan perkara korupsi.
"Saya nggak nyolong, saya nggak korupsi," kata Richard Lee.
Malah sebaliknya, Richard Lee menyebut apa yang ia lakukan sebagai upaya perlindungan terhadap konsumen dari peredaran kosmetik abal-abal.
"Saya melindungi wanita Indonesia, saya mengedukasi masyarakat Indonesia," ujar Richard Lee.
Namun di sisi lain, Richard Lee tetap menyiapkan bukti untuk mementahkan laporan Kartika Putri.
Richard Lee mengklaim sudah mendapat dukungan Ikatan Dokter Indonesia (IDI) atas konten ulasan produk kosmetik berbahaya yang dipromosikan Kartika Putri.
Sebagai pengingat, Richard Lee dilaporkan Kartika Putri atas dugaan pencemaran nama baik melalui media elektronik pada Desember 2020.
Baca Juga
Kejadian bermula saat Richard Lee memberikan ulasan negatif terhadap salah satu produk kecantikan dengan Kartika Putri sebagai brand ambassador.
Richard Lee sendiri sudah ditetapkan sebagai tersangka atas laporan Kartika Putri. (Adiyoga Priyambodo)
Berita Terkait
-
Menkum Supratman Ingatkan ASN Tak Main-main dengan Layanan Publik Usai Rentetan Kasus Korupsi
-
Yusril Dukung KPK Usut Kasus Korupsi Imigrasi Rp145,5 M yang Seret Silmy Karim
-
KPK Duga Wamen Imigrasi Silmy Karim Terima Uang Pemerasan Sejak Menjabat Dirjen
-
Kondisi Kesehatan Menurun, Polda Metro Jaya Tunda Pemeriksaan Lanjutan Richard Lee
-
KPK Telusuri Kepemilikan Kebun Sawit Tersangka TPPU Nurhadi di Sumatera Utara
Terpopuler
-
Cegah DBD! Warga Kalisari Jakarta Timur, Kompak di Pertemuan Jumantik
-
Soroti Anggota Polri Ikut Ormas, Ketua Komisi III DPR: Etis Enggak Pimpinan Deklarasi?
-
Golkar Desak Badan Gizi Nasional Jamin Transparansi Penunjukan Titik SPPG
-
KSP Tegaskan Komitmen Penyelamatan Aset Negara, Satgas PKH Amankan Rp371 Triliun
-
Sentil Asas Keadilan, Menteri HAM Usul Sipil Juga Bisa Duduki Jabatan Strategis di Polri
Terkini
-
Pertama di Asia, Daft Funk Live Hadir di Jakarta Jadi Persembahan Tribute Daft Punk
-
"Titip Bunda di Surga-Mu" Bikin Penonton Jogja Menangis, Jadi Pengingat Berharga tentang Keluarga
-
Bandit Tayang Perdana di JAFF 2025: Drama Aksi tentang Pelarian & Balas Dendam
-
Bukan Sekadar Nostalgia: Ini 3 Alasan Setting Film 'Rangga & Cinta' Tetap di Tahun 2000-an
-
LAKON Indonesia Membawa Warisan dan Inovasi ke Panggung Utama Osaka World Expo