Matamata.com - Raffi Ahmad mengaku sudah dihubungi Baim Wong terkait konten prank KDRT yang dilakukan di kantor polisi. KOnten tersebut kini menuai kontroversi hingga Baim dan Paula pun harus dilaporkan oleh sejumlah pihak karena dianggap melecehkan aparat negara.
"Sudah, gue sudah telepon," ungkap Raffi Ahmad di program FYP Trans 7, Senin (10/10/2022).
Dari hasil perbincangan dengan Baim Wong, Raffi Ahmad mengatakan bahwa yang bersangkutan sudah mengakui kesalahan karena tidak melihat situasi saat membuat konten.
"Ya dia mengakui salah, timing bercandanya kurang tepat," tutur Raffi Ahmad.
Meski di sisi lain, Baim Wong masih tidak menyangka konten prank KDRT yang ia buat bakal menyinggung banyak pihak. Termasuk dari pihak kepolisian, yang menurut pengakuan suami Paula Verhoeven ada salah satu kenalannya di sana.
"Memang di situ (Polsek Kebayoran Lama) ada salah satu teman dia yang polisi ya," kata Raffi Ahmad.
Hanya saja di mata Raffi Ahmad, tindakan Baim Wong membuat konten prank KDRT di kantor polisi tetap tidak bisa dibenarkan dengan alasan apa pun.
"Ya tetap saja (salah), namanya sama polisi kan," ucap Raffi Ahmad.
Sebagaimana diketahui, Baim Wong membuat konten prank tentang KDRT bersama Paula Verhoeven pada 1 Oktober 2022.
Ia meminta sang istri datang ke Polsek Kebayoran Lama untuk mengadukan dugaan KDRT dan melihat reaksi pihak berwajib atas aduan itu.
Bukannya mendapat respons positif, Baim Wong dan Paula Verhoeven justru habis dihujat netizen karena dianggap tidak punya empati ke Lesti Kejora yang diduga jadi korban KDRT Rizky Billar.
Saat ini, video tentang prank KDRT yang dibuat Baim Wong dan Paula Verhoeven sudah diturunkan dari kanal YouTube mereka. Keduanya juga sudah meminta maaf ke Polsek Kebayoran Lama atas pembuatan konten tersebut.
Hanya saja, sikap Baim Wong dan Paula Verhoeven tetap dianggap sebagai bentuk pelecehan terhadap institusi negara. Dua laporan polisi atas tindakan kedua pasangan sudah terdaftar di Polres Metro Jakarta Selatan.
Buntut aduan tersebut, Baim Wong dan Paula Verhoeven dimintai keterangan penyidik Polres Metro Jakarta Selatan pada 7 Oktober 2022. (Adiyoga Priyambodo)
Berita Terkait
-
Seskab Teddy, Yovie Widianto, dan Raffi Ahmad Bahas Strategi Bahasa Indonesia Mendunia
-
Rekor! Zakat Istana 2026 Tembus Rp4,3 Miliar, Tertinggi Sepanjang Sejarah
-
Ngeri! Akibat Cuaca Buruk, Helikopter Raffi Ahmad Nyaris Jatuh di Bali
-
Gibran Rakabuming Apresiasi Konser Amal dan Film Timur untuk Korban Bencana Sumatera
-
Hadirkan 8 Lagu, Wawan Woker Rambah Dunia Tarik Suara
Terpopuler
-
Imbas Konflik Timur Tengah, Australia hingga Brasil Antre Minta Pupuk ke Indonesia
-
Prabowo Resmikan 1.061 Koperasi Desa Merah Putih, Targetkan Lompatan Besar di Agustus 2026
-
Polri Siapkan 166 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi untuk Diresmikan Presiden Prabowo
-
Kemenhaj Siapkan 15 Juta Porsi Makanan Khas Nusantara untuk Jemaah Haji Indonesia
-
Prabowo Minta TNI-Polri Bersih-bersih Institusi: Jangan Ada yang Backing Judi dan Narkoba
Terkini
-
Pertama di Asia, Daft Funk Live Hadir di Jakarta Jadi Persembahan Tribute Daft Punk
-
"Titip Bunda di Surga-Mu" Bikin Penonton Jogja Menangis, Jadi Pengingat Berharga tentang Keluarga
-
Bandit Tayang Perdana di JAFF 2025: Drama Aksi tentang Pelarian & Balas Dendam
-
Bukan Sekadar Nostalgia: Ini 3 Alasan Setting Film 'Rangga & Cinta' Tetap di Tahun 2000-an
-
LAKON Indonesia Membawa Warisan dan Inovasi ke Panggung Utama Osaka World Expo