Matamata.com - Penyanyi Irlandia Sinead O'Connor telah mengumumkan dia masuk Islam dan mengubah namanya menjadi Shuhada' Davitt.
''Saya mengumumkan bahwa saya bangga telah menjadi seorang Muslim,'' tulisnya di Twitter pada 19 Oktober. ''Ini adalah kesimpulan alami dari perjalanan para teolog yang pandai. Semua penelaahan tulisan suci mengarah pada Islam. Yang membuat semua kitab suci lainnya menjadi berlebihan.''
Penyanyi itu menambahkan, ''Aku akan mempunyai nama baru. Itu akan menjadi Shuhada','' tulis Sinead O'Connor di Twitter-nya.
Ini bukan pertama kalinya O'Connor, yang secara resmi mengubah namanya menjadi Magda Davitt tahun lalu, telah secara terbuka berbicara tentang agama.
Penyanyi Nothing Compares 2 U itu telah mengganti foto profil Twitternya dengan foto yang bertuliskan 'Kenakan jilbab lakukan saja' di samping logo Nike.
Dalam postingnya baru-baru ini, Sinead bahkan mengunggah video dirinya melakukan Azan, panggilan untuk salat.
Wanita berusia 51 tahun itu telah menge-tweet bahwa dia sangat, sangat bahagia dan meminta maaf karena salah mengucapkan kata-kata Arab selama melakukan Azan.
Meskipun ketertarikannya tentang Islam menarik kritik dan komentar anti-Islam, hal itu disambut secara luas oleh sesama Muslim online.
''Salaam (ucapan yang berarti perdamaian) dan tetap bekerja dengan baik,'' kata Immy Khan. ''Anda memiliki 1,7 miliar saudara laki-laki dan perempuan sekarang.''
Pada hari Kamis, Davitt menuliskan Tweet, ''Terima kasih banyak kepada semua saudara-saudari Muslim yang sangat baik hati untuk menyambut saya di Umat (komunitas Muslim) hari ini di halaman ini. Anda tidak bisa membayangkan betapa berartinya kebaikan kalian itu untuk saya.''
Pada tahun 1992, Sinead pernah memicu kontroversi setelah merobek foto Paus secara live di televisi AS. Kemudian dia mengatakan dalam sebuah wawancara dengan TIME bahwa dia diminta untuk melakukannya oleh catatan pelecehan anak-anak Gereja Katolik.
Dia kemudian ditahbiskan menjadi imam oleh uskup Gereja Katolik Latin Tridentine di Lourdes, Perancis, pada tahun 1999, di mana dia berganti nama menjadi Ibu Bernadette Mary. Gereja Katolik, yang tidak mengizinkan perempuan menjadi imam, tidak mengakui upacara tersebut.
Berita Terkait
-
Dari Kristen ke Mualaf: Jalan yang Dipilih Stevie Agnecya dan 2 Artis Lain Jelang Wafat
-
Rapper Dengan 1 Juta Fans Masuk Islam, Ucap Syahadat di Masjid Raja Fahad
-
Sepak Terjang Petinju Juara Dunia Gervonta Davis, Peluk Islam Ikut Jejak Mike Tyson hingga Muhammad Ali
-
Momen Dr Richard Lee Tanyakan Eren Rivan Soal Konten yang Tak Diupload Deddy Corbuzier Disorot: Kompor Banget
-
Syuting Close The Door di Bulan Agustus, Bocil Sepatu Bikin Postingan Kecewa saat Kontennya Belum Diupload Deddy Corbuzier
Terpopuler
-
KBM App Goes to Korea, Nikmatnya Strawberry Raksasa
-
Ketegangan Memuncak! Utusan Trump ke Israel Saat Armada Besar AS Bergerak ke Iran
-
Masih Rendah! Baru 35 Persen Pejabat Lapor Kekayaan, KPK Ingatkan Menteri hingga Kepala Daerah
-
Ingin Jadi Diplomat? Dubes Rusia Ajak Pelajar Indonesia Kuliah di MGIMO lewat Jalur Beasiswa
-
Denada Akui Ressa Rizky sebagai Anak Kandungnya dan Minta Maaf Telah Meninggalkan Sejak Bayi
Terkini
-
Inspiratif! Magdolin Boukhary Tekankan Transformasi Budaya dan Kepemimpinan Nilai di MEYS 2025
-
Suara Segar dari MEYS 2025: Manal Boujnir Dorong Pemuda Muslim Peduli Lingkungan
-
MEYS 2025: Nida Saithi Bicara Kepemimpinan Etis dan Literasi Hukum untuk Generasi Muda
-
Joneri Alimin Jadi Sorotan di MEYS 2025, Bicara Diplomasi Ekonomi dan Peran Pemuda Muslim
-
MEYS 2025: Pemuda Dunia Jalani Kompetisi di Makkah, Ini Daftar Pemenangnya!