Rabu, 26 Januari 2022
Tinwarotul Fatonah | Muhammad Azy Aminullah : Selasa, 04 Januari 2022 | 13:12 WIB

Aktifkan Notifikasimu

Jadilah yang pertama menerima update berita penting dan informasi menarik lainnya.

Matamata.com - Eks finalis MasterChef didakwa atas tuntutan dalam kasus pembunuhan asisten rumah tangganya (ART) pada Rabu, 29 Desember 2021.

Kasus pembunuhan ART ini menjadi perbincangan hangat publik Indonesia dan menyebar cepat lewat sejumlah akun gosip, di antaranya akun Instagram @lambeturah_official.

Dikutip dari The Sun Daily, mantan finalis MasterChef ini diduga bersekonkol dengan sang suami dalam kasus pembunuhan tersebut.

finalis MasterChef Malaysia didakwa kasus pembunuhan (pixabay.com)

Pelaku merupakan eks finalis MasterChef Malaysia tahun 2012, Etiqah Siti Noorashikeen, dan suaminya, Mohammad Ambreee Yunos.

Sementara itu, korban merupakan seorang ART bernama Nur Afiah Daeng Damin yang diduga dibunuh majikannya pada sekitar 10-13 Desember 2021 lalu.

Pembunuhan dilaporkan terjadi di kediaman pasutri tersebut, yakni di Amber Tower, Jalan Lintas, Distrik Penampang.

finalis MasterChef Malaysia didakwa kasus pembunuhan (pixabay.com)

Dari keterangan yang diperoleh, Etiqah dan suaminya memalsukan pembunuhan yang dilakukannya dengan berbohong kepada polisi.

Eks finalis MasterChef Malaysia dan suaminya mengatakan kalau mereka menemukan jasad korban tergeletak di apartemen.

Keduanya pura-pura mengaku tidak tahu kejadian ini lantaran berdalih baru pulang dari liburan di Kundasang.

finalis MasterChef Malaysia didakwa kasus pembunuhan (pixabay.com)

Pihak kepolisian setempat menangkap keduanya pada 14 Desember 2021. Polisi juga sempat membebaskan pelaku pada 21 Desember 2021.

Akan tetapi, pengadilan akhirnya menahan mantan finalis MasterChef Malaysia dan suaminya tersebut hingga 10 Februari 2022 sampai persidangan tuntas.

Eks finalis MasterChef Malaysia dan suaminya dilaporkan tidak mengajukan pembelaan kepada hakim Pengadilan Magistrat.

BACA SELANJUTNYA

Diserbu Netizen karena Batik, Miss World Malaysia Minta Maaf