Matamata.com - Festival Jogja-NETPAC Asian Film Festival akan tetap diselenggarakan di tengah pandemi COVID19 ini. Semangat pelaku film diharap tetap terjaga di masa sulit ini.
Di situasi yang cukup sulit, Jogja-NETPAC Asian Film Festival memberikan beberapa kelonggaran dalam pemutaran film. Hal ini jelas membuat masyarakat makin mudah dalam menonton film kurasi Jogja-NETPAC Asian Film Festival.
"JAF akan putar 129 film, 57 film panjang dan pendek dari 29 negara. Penyelenggaraan secara online via Klik Film 25-29 November 2020 dan offline di 15 kota," ujar Ifa Isfansyah Director Jogja NETPAC Asian Film Festival.
15 kota yang akan menyelenggarakan pemutaran offline yaitu ada kota Aceh, Padang, Lampung, Bandung, Tegal, Yogyakarta, Jember, Klungkung, Balikpapan, Makassar, Palu, Sumbawa, Lombok Timur, Kupang, dan Papua. Yang menarik tak hanya ada pemutaran film saja, namun juga ada diskusi oleh forum komunitas di beberapa daerah.
"Akan ada dari JAFF yang diputar di JAFF, dan ada beberapa kota yang menyelenggarakan workshop, maupun program diskusi forum komunitas yang bersangkutan." tambah Ifa Isfansyah.
Film pembuka dan penutup JAFF tak hanya diputar secara offline bisa disaksikan secara online. Film yang akan diputar secara offline akan didiskusikan di berbagai daerah. Lalu, bagaimana cara menonton kurasi film Jogja-NETPAC Asian Film Festival ke 15 secara offline?
"Regulasi menonton secara offline, kontak nomer registrasi yang akan dipublish. Dan untuk melihat jadwal pemutaran offline ada di website, kalau tiket untuk pemutaran film hanya ada di H-1 dan hanya bisa untuk 40 peserta," ujar Ajish Dibyo, Executive Director dari Jogja-NETPAC Asian Film Festival.
Sedangkan, untuk pemutaran online juga akan ada 3 diskusi, 1 workshop dan dapat dilihat di Klik Film. Beberapa di antaranya yaitu Public Lecture, Masterclass oleh Mira Lesmana, dan JAFFEducation.
Langsung pantengin Instagram Jogja-NETPAC Asian Film Festival ke-15 yuk buat ikuti acara bergengsi yang satu ini.
Berita Terkait
-
Film Dokumenter Gestures of Care Tayang di JAFF 2025, Tingkatkan Kesadaran tentang Kebakaran Hutan di Kalimantan
-
Becoming Human Raih Golden Hanoman di Penutup JAFF20: Festival Dua Dekade yang Tegaskan Posisinya di Sinema Asia
-
Swaradwipa: Suara yang Menolak Punah, Dokumenter Titi Radjo Padmaja Debut di JAFF 20
-
Lonjakan Peserta dan Penambahan Layar, JAFF 2025 Siap Pecahkan Rekor Penonton
-
Review Film: Jatuh Cinta Seperti Di Film-Film
Terpopuler
-
Menag Nasaruddin Umar Ucapkan Selamat Paskah 2026, Ajak Umat Doakan Kedamaian Bangsa
-
Wapres Gibran Lepas 150 Alumni LPDP Pejuang Digital ke Wilayah 3T
-
Polisi Ungkap Motif Penyiraman Air Keras di Bekasi, Pelaku Dendam Sejak 2018
-
Kemensos Salurkan Bantuan Rp11,70 Miliar untuk Korban Bencana Hidrometeorologi di Agam
-
KPK Usut Aliran Uang Pendaftaran Perangkat Desa dalam Kasus Bupati Pati Sudewo
Terkini
-
Anak Indonesia Sampai Mars, Ini 3 Alasan Kenapa Harus Bawa Anak-anak Nonton 'Pelangi di Mars' di Bioskop!
-
Kualitas Film Indonesia Sudah Sampai Sini! Film 'Pelangi di Mars' Tawarkan Kualitas Animasi Kelas Dunia
-
Sejarah Baru! Film Sci-Fi Pelangi di Mars Resmi Tayang Serentak, Jadi Tonggak Inovasi Sinema untuk Anak Indonesia
-
Hari Pertama Tayang, 'Titip Bunda di Surga-Mu' Bikin Bioskop Banjir Air Mata hingga Dipuji Anies Baswedan
-
Meriam Bellina dan Ikang Fawzi Perankan Orang Tua yang Hadapi Ujian Terberat di Film 'Titip Bunda di Surga-Mu'