Matamata.com - Kolektif Diskoria, trio produser Laleilmanino, dan penyanyi Eva Celia terlibat proyek kolaborasi dalam lagu terbaru berjudul "CHRISYE". Lagu yang secara khusus didedikasikan untuk mendiang Chrisye ini terbilang unik karena liriknya diambil dari 24 lagu yang pernah dipopulerkan Chrisye.
Secara garis besar, ada tiga hal menarik yang bisa kita nikmati dari lagu "CHRISYE". Pertama, tone yang dipakai untuk singing parts-nya khas Diskoria banget, terutama bila menilik beberapa single mereka sebelumnya.
Hadirnya tone musik disco era 80'an ini menunjukkan bahwa Diskoria konsisten dalam genrenya dan terus berupaya melestarikan disco, yang tentunya ditambah dengan 'bumbu' khas Diskoria.
Kemudian, pemilihan Eva Celia untuk posisi vokal terbilang sangat tepat. Dinamika suara Eva Celia saat bernyanyi di lagu ini terdengar begitu apik dan lembut.
Meskipun kombinasi nada di lagu ini tidak sebanyak di lagu “Serenata Jiwa Lara”, lagu "CHRISYE" tetep asik buat jadi lagu sing-along.
Terakhir, para pendengar benar-benar murni diajak bernostalgia dengan sosok Chrisye, salah satu maestro terbaik yang pernah dimiliki Indonesia. Liriknya bisa membuat para pendengar senyum-senyum sendiri karena berani mengombinasikan secara apik dan epik berbagai lirik serta judul lagu yang pernah dipopulerkan Chrisye.
Pastinya, lagu ini benar-benar cocok untuk pencinta musik yang ingin mengenang karya-karya Chrisye bagi permusikan Indonesia. Di sisi lain, lagu ini pun cocok digunakan sebagai media pengantar yang ciamik bagi mereka yang belum mengenal Chrisye sama sekali.
Cerita di Balik Lagu "Chrisye"
Ini bukan kali perdana, Diskoria bekerjasama dengan trio produser, Laleilmanino. Sebelumnya, Laleilmanino sudah menggarap dua rilisan Diskoria terdahulu, “Balada Insan Muda” dan “Serenata Jiwa Lara”.
Hanya saja, kali ini menjadi hal yang sedikit berbeda karena mereka harus menyelesaikan sebuah lagu dalam waktu 24 jam dengan tema yang ditentukan oleh tim Studio Pop.
Menurut siaran pers yang diterima MataMata.com, Eva Celia melakukan perekaman vokal di tempat terpisah, yakni di studionya sendiri. Dalam waktu bersamaan, segala arahan dilakukan secara virtual.
Melalui eksekusi yang efektif, Diskoria, Laleilmanino dan Eva Celia mampu menyelesaikan lagu ini dengan total waktu pengerjaan kurang lebih 20 jam.
Setelah lagu "CHRISYE" berhasil diselesaikan, Diskoria mengajak Gianni Fajri untuk terlibat dalam projek ini dan memercayakannya sebagai sutradara video klip. Gian hanya mempunyai waktu kurang dari seminggu untuk memikirkan ide kreatif hingga proses penggarapan video klip tersebut.
Segala keseruan di balik penggarapan lagu dan video klip "CHRISYE" terangkum dalam tiga episode Studio Pop Show yang telah tayang di situs www.studiopop.id dan bisa disaksikan secara gratis.
Seperti apakah hasil kolaborasi Diskoria, Laleilmanino, dan Eva Celia pada lagu yang berjudul "CHRISYE"? Dan seperti apakah visualisasi yang diterjemahkan oleh Gianni Fajri?
Kita bisa mendapatkan semua jawabannya dan juga berbagai informasi dari tokoh-tokoh di ranah kultur-pop melalui situs dan media sosial Studio Pop.
Berita Terkait
-
Indra Lesmana, Eva Celia, hingga Kunto Aji Meriahkan Hari Kedua Prambanan Jazz Festival 2024
-
Rizky Febian dan Mahalini Ramaikan Konser Lifetime Tribute To Chrisye
-
Sambut HUT Jakarta yang ke-497, Laleilmanino, Diskoria dan Rapper Cecil Rilis Lagu 'Djakarta'
-
Chord Gitar Chrisye- Kala Sinar Tenggelam, Lagu yang Menjadi Soundtrack Serial Gadis Kretek
-
Eeeaa, Sophia Latjuba Dipertemukan Lagi dengan Indra Lesmana: Sayang Banget Pisah
Terpopuler
-
Soroti Anggota Polri Ikut Ormas, Ketua Komisi III DPR: Etis Enggak Pimpinan Deklarasi?
-
Golkar Desak Badan Gizi Nasional Jamin Transparansi Penunjukan Titik SPPG
-
KSP Tegaskan Komitmen Penyelamatan Aset Negara, Satgas PKH Amankan Rp371 Triliun
-
Sentil Asas Keadilan, Menteri HAM Usul Sipil Juga Bisa Duduki Jabatan Strategis di Polri
-
Menkum Supratman Ingatkan ASN Tak Main-main dengan Layanan Publik Usai Rentetan Kasus Korupsi
Terkini
-
Tayang Hari Ini! Nobody Loves Kay Jadi Suara Perjuangan Gen Z Mengejar Mimpi dan Pembuktian
-
Bukan Pahlawan, Bukan Iblis: Badut Gendong Bawakan Sosok Anti-Hero Wong Kalahan di Layar Lebar Indonesia
-
Jelang Pementasan Perdana, Jersey Boys the Musical Siap Hidupkan Era Frankie Valli di Jakarta
-
Ketika Cinta Menjelma Jadi Dendam Mematikan: 'Badut Gendong' Resmi Meneror Bioskop Mulai Hari Ini
-
Ketika Semesta Qodrat Menyambut Lahirnya Teror Badut Gendong, yang Siap Mengoyak Jagat Sinematik Horor Indonesia!