Matamata.com - Gus Miftah baru-baru ini diperiksa oleh Bawaslu Pamekasan terkait video viralnya yang membagikan uang kepada warga di Pamekasan, Madura. Bawaslu Pamekasan sampai mendatangi Ponpes Ora Aji di Sleman, DIY untuk memeriksa Gus Miftah.
Ternyata ada sosok yang memiliki ide agar Gus Miftah memberikan uang kepada para warga. Namun hal itu bukan tanpa alasan, pasalnya Gus Miftah juga kerap berbagi di Ponpes Ora Aji selama berdakwah di DI Yogyakarta.
Sosok tersebut adalah pengusaha besar di Pamekasan, yakni Haji Her. Bernama lengkap Khairul Umam dan akrab disapa Haji Her, pria ini merupakan pengusaha tembakau yang kerap membantu petani di Madura.
"Itu uangnya haji Haer," ujar Gus Miftah dikutip, Senin (8/1/2024).
Gus Miftah menjelaskan awalnya ia diundang ke kediaman Haji Her untuk minum kopi bareng temasuk sedekah ke warga. Lokasi pembagiannya dilakukan di gudang perusahaannya, PT Bawang Emas di Pamekasan.
Gus Miftah memang dimintai tolong membagikan uang tersebut. Bahkan Gus Miftah dibantu salah satu orang karena membagikan uang ke-1.000 warga tak akan sanggup.
Namun video viral tersebut justru dipotong dan tak memperlihatkan salah satu orang dari perusahaan Haji Her membagikan uang.
Pembagian uang itu sebenarnya rutin dilakukan Haji Her. Namun karena ada salah satu warga yang menunjukkan kaus bergambar Prabowo Subianto yang sedang dalam situasi pemilu, pembagian uang itu justru merembet dengan tudingan money politic.
Gus Miftah bahkan membantah itu money politic, bahkan ia baru mengetahui ada seorang warga yang membawa baju bergambar capres nomor urut 2 itu ke kegiatan tersebut.
Gus Miftah, juga mengaku bahwa ia baru mengetahui banyaknya warga di lokasi setelah dirinya mendatangi gudang milik Haji Her.
"Saya justru tahu ada banyak orang itu setelah saya mau nyampe lokasi karena agenda awalnya cuman ngopi-ngopi dengan haji Her," ujar dia.
Meski membantah melakukan money politic, Gus Miftah mengaku bahwa memang ia mendukung Prabowo Subianto maju sebagai capres di Pemilu 2024.
Namun dukungannya itu tidak sefanatik yang diberitakan. Pendakwah terkenal ini hanya mendukung sebatas saja tanpa memiliki status khusus di tim pemenangan Prabowo-Gibran.
Berita Terkait
-
Status Red Notice, Dato Sri Mohammed Shaheen Resmi Dihapus
-
Prabowo: Pengusaha Perusak Hutan dan Mangkir Pajak Tak Akan Dibiarkan
-
Prabowo Tegas Hadapi Pengusaha Nakal, Pengamat: Bukti Keberpihakan pada Rakyat
-
Thomas Kofiaga Desak KPU dan Bawaslu RI, Usut Tuntas Dugaan Pelanggaran Data Sirekap Kabupaten Tambrauw
-
Diduga Banyak Kecurangan saat PSU di Kabupaten Tambrauw, Cabup Thomas Kofiaga Desak Bawaslu Adil
Terpopuler
-
Menkomdigi Tegaskan Keterlibatan RI di Board of Peace demi Stabilisasi Palestina
-
"Titip Bunda di Surga-Mu" Bikin Penonton Jogja Menangis, Jadi Pengingat Berharga tentang Keluarga
-
Imbas Kericuhan Lawan Ratchaburi, Persib Tutup Sementara Tribun Selatan GBLA
-
Piala Dunia 2026 di TVRI: Momentum Gerakkan Ekonomi Rakyat hingga Pelosok
-
Mendagri Minta Kementan Segera Pulihkan 1.500 Hektare Sawah Tertimbun Lumpur di Aceh
Terkini
-
Menkomdigi Tegaskan Keterlibatan RI di Board of Peace demi Stabilisasi Palestina
-
Imbas Kericuhan Lawan Ratchaburi, Persib Tutup Sementara Tribun Selatan GBLA
-
Piala Dunia 2026 di TVRI: Momentum Gerakkan Ekonomi Rakyat hingga Pelosok
-
Mendagri Minta Kementan Segera Pulihkan 1.500 Hektare Sawah Tertimbun Lumpur di Aceh
-
Bulog Pastikan Bantuan Beras dan Minyak Goreng Disalurkan Mulai Pekan Depan