Matamata.com - Achmad Albar, musisi legendaris Indonesia sekaligus ayah Fachri Albar, akhirnya turun tangan menanggapi kabar penangkapan putranya yang kembali tersandung kasus narkoba.
Fachri sendiri telah diamankan aparat kepolisian atas dugaan penyalahgunaan narkotika untuk yang kesekian kalinya. Meski rasa kecewa dan sedih tak terbantahkan, Achmad Albar tetap menunjukkan sikap bijaksana sebagai orang tua.
Dalam keterangannya kepada media, Achmad Albar mengaku sangat prihatin dengan situasi yang tengah menimpa Fachri. Ia menilai permasalahan narkoba bukanlah persoalan yang bisa dianggap remeh, terutama saat telah berulang kali menjerat anaknya.
Meski demikian, Achmad Albar tetap menegaskan akan selalu memberikan dukungan kepada Fachri. “Sebagai orang tua, saya hanya bisa berdoa agar Fachri bisa sembuh dan terbebas dari masalah ini,” ujarnya.
Achmad Albar juga membuka suara soal kondisi kesehatan dan mental Fachri selama berada di tahanan. Menurutnya, Fachri dalam keadaan sehat dan masih bisa menjalani aktivitas sehari-hari meski berada di balik jeruji.
Achmad mengatakan bahwa komunikasi dengan Fachri masih terjalin dengan baik, dan ia terus memberikan nasihat serta dukungan moral kepada anaknya.
“Alhamdulillah, Fachri sehat. Kami terus mendoakan yang terbaik untuknya,” tutur vokalis legenda God Bless ini.
Bicara mengenai penyebab Fachri kembali terjerat kasus narkoba, Achmad Albar enggan berprasangka atau menyalahkan siapa pihak tertentu.
Baginya, penyalahgunaan narkoba adalah kompleks dan memerlukan penanganan serius dari berbagai pihak, termasuk keluarga, pemerintah, hingga masyarakat.
“Masalah narkoba ini berat, tidak bisa ditangani satu malam. Yang penting sekarang adalah bagaimana mendukung Fachri agar bisa benar-benar sembuh,” kata Achmad.
Lebih lanjut, Achmad mengajak masyarakat agar tidak mudah menghakimi orang-orang yang terjerat kasus narkoba, termasuk anaknya.
Ia menyoroti peran keluarga sebagai garda terdepan dalam memberikan dukungan bagi korban penyalahgunaan zat terlarang. “Yang terpenting sekarang, kami sebagai keluarga selalu mendukung dan berdoa,” tegasnya lagi.
Selain itu, ia juga meminta doa kepada publik agar Fachri bisa segera pulih dan mendapatkan kesempatan kedua untuk membuktikan diri.
Kepolisian sendiri masih mendalami kasus penangkapan Fachri. Sementara proses hukum berjalan, Achmad Albar memohon agar masyarakat bisa memberikan ruang bagi Fachri untuk memperbaiki diri.
Ia percaya, dengan dukungan keluarga dan doa masyarakat, anaknya bisa keluar dari lingkaran hitam narkoba yang selama ini membelit.
Dalam kabar terbarunya, kondisi Fachri di sel dikatakan sehat dan masih sanggup menerima kunjungan keluarga.
Walau demikian, Achmad tetap tidak menutupi kekhawatirannya dan berharap agar Fachri dapat mendapatkan pendampingan serta rehabilitasi, hingga akhirnya mampu kembali ke kehidupan normal.
“Kami akan terus mendukungnya. Mudah-mudahan dengan doa semua orang, Fachri bisa pulih dan menjadi lebih baik ke depannya,” pungkas Achmad Albar berharap.
Berita Terkait
-
Komisi III DPR Desak Polri Usut Tuntas Peredaran Tramadol di Jakarta Timur
-
Komisi III DPR RI Puji Putusan Hakim PN Batam yang Tak Jatuhkan Vonis Mati pada Fandi
-
Polri Buru Bandar Narkoba 'Boy' dan Kurir Jaringan Koko Erwin, Ini Ciri-cirinya
-
DPR Kritik Tuntutan Mati ABK Sea Dragon: Jangan Jadi Alat Putus Mata Rantai Narkoba
-
Sinergi Bea Cukai-Polri Bongkar Lab Sabu Jaringan Iran di Sunter, 13 Kg Barang Bukti Disita
Terpopuler
-
Sambut Lebaran Idul Fitri 1447 H, Musisi Rucky Markiano Luncurkan Lagu 'Dosa'
-
Sukses jadi Intel, Iptu Sukandi Rekam Lagu 'I Love You Bhayangkari' untuk Sang Istri
-
5 Rekomendasi Mesin Cuci Terbaik 2026 yang Hemat Listrik, Baju Kinclong dan Bebas Kuman
-
MK Tolak Permohonan Uji Materi KUHP dan UU ITE yang Diajukan Roy Suryo dkk
-
Pertamina Imbau Masyarakat Tidak Panic Buying, Pastikan Stok BBM Nasional Aman
Terkini
-
MK Tolak Permohonan Uji Materi KUHP dan UU ITE yang Diajukan Roy Suryo dkk
-
Pertamina Imbau Masyarakat Tidak Panic Buying, Pastikan Stok BBM Nasional Aman
-
KPK: Sistem Pengadaan Barang dan Jasa Pemkab Rejang Lebong Sangat Rentan Korupsi
-
DPR: Wacana KPU Jadi Lembaga Negara Keempat Perlu Kajian Komprehensif
-
Komisi III DPR Sebut Penyiraman Air Keras Andrie Yunus sebagai Kejahatan Terhadap Demokrasi