Matamata.com - Harga Bitcoin kembali menunjukkan tren positif dan semakin mendekati rekor tertinggi sepanjang masa. Dalam 24 jam terakhir, mata uang kripto dengan kapitalisasi pasar terbesar ini naik sebesar 1,4 persen dan kini diperdagangkan di atas level 107.000 dolar AS atau sekitar Rp1,73 miliar (kurs Rp16.229 per dolar AS).
Analis Tokocrypto, Fyqieh Fachrur, menilai penguatan ini menjadi sinyal penting setelah Bitcoin berhasil menembus level resistance utama di 103.000 dolar AS. Ia menyebut hal ini membuka peluang pengujian ulang terhadap rekor harga tertinggi (all-time high/ATH) dalam waktu dekat.
"Lonjakan harga ini didukung volume perdagangan yang besar, menandakan pasar sedang bersiap menguji resistance berikutnya di kisaran 110.500 dolar AS (Rp1,79 miliar)," kata Fyqieh dalam keterangan resmi.
Sejak awal 2025, Bitcoin telah mencatatkan kenaikan hampir 15 persen, menjadikannya sebagai aset kripto dengan kinerja terbaik di antara lima besar aset digital global. Secara teknikal, terbentuknya pola inverse head and shoulders dalam grafik per jam menunjukkan potensi pergerakan ke level 109.000 dolar AS, meski tetap ada tantangan di resistance 110.500 dolar AS.
Namun, indikator Relative Strength Index (RSI) yang telah berada di zona overbought menandakan kemungkinan koreksi jangka pendek. Jika koreksi terjadi, support utama berada di level 106.000 dolar AS atau mendekati rata-rata pergerakan eksponensial (EMA) 200.
Dari sisi makroekonomi, pernyataan terbaru dari Anggota Dewan Gubernur The Fed, Christopher Waller, yang membuka peluang penurunan suku bunga pada pertemuan FOMC 29–30 Juli mendatang, menjadi angin segar bagi pasar kripto.
Sinyal ini juga sejalan dengan pernyataan Ketua The Fed Jerome Powell terkait kemungkinan dua kali pemangkasan suku bunga tahun ini.
"Suku bunga yang lebih rendah akan mendorong investor untuk beralih ke aset berisiko seperti Bitcoin dan Ethereum," kata Fyqieh. Ia juga menambahkan bahwa arus dana yang kuat ke ETF Bitcoin spot memperbesar peluang BTC menembus ATH di angka 111.970 dolar AS (Rp1,81 miliar).
Data terbaru menunjukkan ETF Bitcoin di Amerika Serikat telah menarik dana lebih dari 9 miliar dolar AS, dengan iShares Bitcoin Trust (IBIT) milik BlackRock sebagai penyumbang terbesar. Pada 22 Mei lalu saja, arus masuk ETF Bitcoin tercatat mencapai 432 juta dolar AS dalam satu hari.
Meski begitu, Fyqieh mengingatkan investor untuk tetap waspada terhadap kemungkinan koreksi pasar jika keputusan suku bunga The Fed tidak sesuai harapan. "Jika Fed tetap menahan suku bunga dan inflasi tak terkendali, kita mungkin akan melihat koreksi sementara.
Namun, secara fundamental, pasar masih optimistis terhadap prospek Bitcoin di paruh kedua 2025," ujarnya.
Dengan dukungan analisis teknikal dan potensi kebijakan moneter yang lebih longgar, pelaku pasar kini menanti apakah Bitcoin mampu menembus rekor tertingginya dan memulai fase bullish baru. (Antara)
Berita Terkait
-
Airlangga: RI Berada di 'Pole Position' dalam Pembukaan Pasar Perdagangan Global
-
Airlangga: Anggaran Makan Bergizi Gratis 2026 Capai Rp335 Triliun, Targetkan 82 Juta Penerima
-
Puan Maharani Tegaskan APBN 2026 Bukan Sekadar Angka: Fokus Lapangan Kerja dan Daya Beli
-
Dukung Program Makan Bergizi Gratis, 35 Kampung Nelayan Modern Rampung Januari Ini!
-
Trump Klaim Kuasai Minyak Venezuela, Airlangga: Dampak ke Dunia Tidak Ada!
Terpopuler
-
Presiden Prabowo Melawat ke Inggris Pekan Depan, Bidik Kerja Sama Universitas Papan Atas
-
Denmark Peringatkan AS: Upaya Rebut Greenland Bisa Jadi Lonceng Kematian NATO
-
Menteri PKP Targetkan Pembangunan Ratusan Rusun Subsidi Sepanjang 2026
-
Kemenhaj: Petugas Haji Wajib Berseragam dan Tidak Pakai Ihram saat Puncak Armuzna
-
Kumpulkan 1.200 Rektor, Presiden Prabowo Tekankan Pendidikan Tanpa Bebani Mahasiswa
Terkini
-
Presiden Prabowo Melawat ke Inggris Pekan Depan, Bidik Kerja Sama Universitas Papan Atas
-
Denmark Peringatkan AS: Upaya Rebut Greenland Bisa Jadi Lonceng Kematian NATO
-
Menteri PKP Targetkan Pembangunan Ratusan Rusun Subsidi Sepanjang 2026
-
Kemenhaj: Petugas Haji Wajib Berseragam dan Tidak Pakai Ihram saat Puncak Armuzna
-
Kumpulkan 1.200 Rektor, Presiden Prabowo Tekankan Pendidikan Tanpa Bebani Mahasiswa