Matamata.com - Pemerintah optimistis program Sekolah Rakyat tanpa biaya pendidikan dapat menjadi solusi efektif dalam memutus rantai kemiskinan ekstrem di Indonesia.
Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat, Abdul Muhaimin Iskandar, menyampaikan bahwa program ini dirancang untuk menjangkau masyarakat pada desil pertama, atau kelompok termiskin.
"Melalui Sekolah Rakyat, kita akan memutus rantai kemiskinan dengan cepat dan efektif, terutama mereka yang berada di desil 1," ujarnya di Jakarta, Selasa (9/7).
Iskandar menambahkan, hingga Agustus 2025, jumlah Sekolah Rakyat yang akan beroperasi ditargetkan mencapai 100 sekolah. Program ini merupakan bagian dari Instruksi Presiden Nomor 8 Tahun 2025 tentang Optimalisasi Penghapusan Kemiskinan dan Kemiskinan Ekstrem.
Menurutnya, Sekolah Rakyat menjadi bentuk pemberdayaan masyarakat lewat penyediaan pendidikan berkualitas, yang memungkinkan siswa dari keluarga sangat miskin untuk memiliki daya saing dan kemandirian.
"Melalui pendidikan, siswa dari keluarga miskin akan memiliki daya saing dan kemampuan untuk mandiri lewat pengetahuan yang mereka peroleh," kata Iskandar.
Program ini secara khusus ditujukan bagi anak-anak dari keluarga miskin ekstrem yang telah terverifikasi dalam Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN). Sesuai amanat konstitusi, sebanyak 20 persen dari anggaran negara memang dialokasikan untuk sektor pendidikan.
Kementerian Koordinator Pemberdayaan Masyarakat terus menjalin koordinasi dengan berbagai kementerian dan lembaga terkait guna memastikan pelaksanaan Instruksi Presiden tersebut berjalan optimal.
Langkah ini sejalan dengan target nasional yang ingin menurunkan angka kemiskinan ekstrem menjadi nol persen pada tahun 2026, sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto.
Menteri Sosial Saifullah Yusuf menyampaikan bahwa setidaknya 9.700 siswa akan mulai mengikuti pendidikan di Sekolah Rakyat mulai bulan ini.
Sementara itu, Kementerian Kesehatan tengah melakukan pemeriksaan kesehatan gratis bagi calon siswa guna memastikan kondisi kesehatan dan mencegah potensi penularan penyakit di lingkungan asrama. (Antara)
Berita Terkait
-
Kemenag Siapkan Pembentukan Ditjen Pesantren, Fokus Urus 42 Ribu Lembaga
-
Pulihkan Sarana Pascabencana, Kemenag Kucurkan Ratusan Miliar untuk Madrasah dan Pesantren di Sumatera
-
Komisi X DPR Sebut Sekolah Rakyat dan Sekolah Garuda Fokus pada Penguasaan Teknologi
-
Kejar Target 372 Unit Layanan Gizi di Kaltim, BGN Bakal Serap 18.600 Tenaga Kerja Lokal
-
Prabowo Targetkan Bangun 10 Kampus Kedokteran dan STEM Berstandar Dunia pada 2028
Terpopuler
-
Kemenag Siapkan Pembentukan Ditjen Pesantren, Fokus Urus 42 Ribu Lembaga
-
DPR RI Minta Kemenlu Petakan Persebaran WNI di Meksiko Pasca-kerusuhan
-
Baznas RI Tetapkan Nisab Zakat Penghasilan 2026 Sebesar Rp7,6 Juta Per Bulan
-
Menaker Yassierli Targetkan Program Magang Nasional 2026 Jangkau Seluruh Provinsi
-
Menko AHY Ingatkan Ekspansi Pusat Data Harus Perhatikan Ketahanan Air Nasional
Terkini
-
Kemenag Siapkan Pembentukan Ditjen Pesantren, Fokus Urus 42 Ribu Lembaga
-
DPR RI Minta Kemenlu Petakan Persebaran WNI di Meksiko Pasca-kerusuhan
-
Baznas RI Tetapkan Nisab Zakat Penghasilan 2026 Sebesar Rp7,6 Juta Per Bulan
-
Menaker Yassierli Targetkan Program Magang Nasional 2026 Jangkau Seluruh Provinsi
-
Menko AHY Ingatkan Ekspansi Pusat Data Harus Perhatikan Ketahanan Air Nasional