Matamata.com - Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya menyambut baik rampungnya perundingan Perjanjian Ekonomi Komprehensif Indonesia-Uni Eropa (Indonesia-European Union Comprehensive Economic Partnership Agreement/I-EU CEPA).
Ia menyebut kesepakatan ini sebagai momentum bersejarah yang akan memperluas akses Indonesia ke pasar Eropa di berbagai sektor.
“Intinya, kesepakatan itu adalah tarif ekspor Indonesia saat ini menjadi nol (persen), dari sebelumnya ada yang 10 persen, 20 persen, sekarang menjadi nol, dan itu kesepakatan yang sangat amat baik untuk investasi, industri, dan ekonomi,” ujar Teddy, Minggu (13/7), di Kantor Komisi Eropa, Brussels.
Kesepakatan yang dicapai setelah negosiasi selama satu dekade ini akan memberikan dampak signifikan karena mencakup seluruh 27 negara anggota Uni Eropa. Teddy menegaskan, “Jadi, dapat dibayangkan, tentunya ini sangat baik, populasi Eropa sekitar 700 juta, berarti ini membuka seluas-luasnya hubungan antara Indonesia dan Eropa di segala bidang.”
Presiden Prabowo Subianto turut hadir di Brussels dan bertemu sejumlah pemimpin Uni Eropa, termasuk Presiden Komisi Eropa Ursula von der Leyen, Presiden Dewan Eropa António Costa, serta Raja Belgia Philippe Léopold Louis Marie.
Dalam pertemuan tersebut, Presiden Prabowo mengumumkan keberhasilan Indonesia dan Uni Eropa dalam merampungkan proses negosiasi I-EU CEPA.
"Hari ini kami berhasil membuat terobosan, setelah berunding selama 10 tahun, kami merampungkan perjanjian ekonomi komprehensif (CEPA), yang pada intinya merupakan perjanjian pasar bebas," ucap Prabowo dalam konferensi pers bersama Presiden von der Leyen.
"Kami telah menyepakati banyak, banyak perjanjian, yang pada intinya kami akan saling mengakomodir kepentingan ekonomi satu sama lain, dan kami menemukan kepentingan-kepentingan itu saling menguntungkan satu sama lain."
Selain kesepakatan dagang, Presiden von der Leyen juga mengumumkan kebijakan baru terkait visa untuk Warga Negara Indonesia (WNI). Uni Eropa kini memberikan fasilitas pengajuan visa Schengen multi-entry bagi WNI yang melakukan kunjungan kedua ke Eropa.
“Artinya, mulai dari sekarang warga negara Indonesia yang berkunjung ke Uni Eropa untuk kedua kalinya dapat mengajukan visa Schengen yang berjenis multi-entry,” terang von der Leyen.
Dengan visa multi-entry ini, WNI bisa melakukan kunjungan berkali-kali ke negara-negara Uni Eropa tanpa harus mengurus visa baru setiap kali. (Antara)
Berita Terkait
-
Menko PMK: Kebijakan NTA Penting untuk Jamin Kesejahteraan Generasi Sandwich
-
Ketua MPR dan Ketum Muhammadiyah Bahas Tantangan Geopolitik hingga Dukungan untuk Palestina
-
Wamen Isyana Dorong Perluasan Distribusi Makan Bergizi Gratis untuk Ibu Hamil dan Balita
-
Wapres Gibran Lepas 150 Alumni LPDP Pejuang Digital ke Wilayah 3T
-
Muhaimin Iskandar Ajak BUMN Fasilitasi PMI ke Jepang Lewat Program SMK Go Global
Terpopuler
-
Menkeu Purbaya Pastikan Harga BBM Subsidi Tidak Naik Hingga Akhir 2026
-
Bahlil Gandeng Swasta Cari Formulasi Harga BBM Nonsubsidi di Tengah Lonjakan Minyak Dunia
-
Investasi Rp3 Triliun, Pemerintah Bangun Proyek PSEL di Makassar untuk Olah Sampah Aglomerasi
-
Menko PMK: Kebijakan NTA Penting untuk Jamin Kesejahteraan Generasi Sandwich
-
Wapres Gibran Dukung Pawai Paskah GMIT Masuk Agenda Wisata Rohani Nasional
Terkini
-
Menkeu Purbaya Pastikan Harga BBM Subsidi Tidak Naik Hingga Akhir 2026
-
Bahlil Gandeng Swasta Cari Formulasi Harga BBM Nonsubsidi di Tengah Lonjakan Minyak Dunia
-
Investasi Rp3 Triliun, Pemerintah Bangun Proyek PSEL di Makassar untuk Olah Sampah Aglomerasi
-
Menko PMK: Kebijakan NTA Penting untuk Jamin Kesejahteraan Generasi Sandwich
-
Wapres Gibran Dukung Pawai Paskah GMIT Masuk Agenda Wisata Rohani Nasional