Matamata.com - Dokter spesialis anak subspesialis respirologi, dr. Darmawan Budi Setyanto, Sp.A(K), menekankan pentingnya pemenuhan gizi ibu hamil untuk menurunkan risiko stunting, terutama jika terpapar asap rokok selama kehamilan.
"Ibu hamil yang terpajan asap rokok dapat meningkatkan asupan nutrisi tertentu untuk membantu mengurangi risiko stunting pada janin," kata Darmawan kepada ANTARA di Jakarta, Jumat malam (26/7).
Dokter yang juga mengajar di Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia itu menyebutkan, konsumsi buah dan sayuran yang kaya antioksidan dan vitamin sangat dianjurkan untuk melindungi janin dari dampak buruk paparan asap rokok.
Ia juga merekomendasikan makanan seperti ikan yang kaya omega-3, misalnya salmon dan sarden, karena mendukung perkembangan otak dan mata janin.
Sumber omega-3 lainnya, seperti daging dan telur, juga bermanfaat karena tinggi protein. Selain itu, sereal dan kacang-kacangan disebut sebagai makanan yang kaya serat dan nutrisi penting bagi kesehatan ibu dan janin.
Lebih lanjut, Darmawan menjelaskan bahwa beberapa suplemen juga dapat membantu menurunkan risiko stunting. Asam folat, misalnya, berguna untuk mencegah cacat tabung saraf dan mendukung pertumbuhan janin.
Sementara itu, zat besi dapat mencegah anemia pada ibu hamil, dan kalsium serta vitamin D penting untuk perkembangan tulang dan gigi janin. Vitamin C dan E juga membantu melindungi janin dari kerusakan akibat asap rokok.
"Vitamin C dan E dapat membantu melindungi janin dari kerusakan akibat paparan asap rokok dan mendukung pertumbuhan dan perkembangan janin," tambahnya.
Meski demikian, Darmawan mengingatkan bahwa konsumsi suplemen tidak bisa menggantikan pentingnya gaya hidup sehat dan upaya menghindari paparan asap rokok secara langsung.
"Menghentikan paparan asap rokok dan menjaga gaya hidup sehat tetap menjadi prioritas utama untuk mengurangi risiko stunting pada janin," ujarnya. (Antara)
Berita Terkait
-
DPR Dukung Moratorium Dapur Badan Gizi Nasional untuk Makan Bergizi Gratis
-
Presiden Prabowo Ungkap Dampak Ekonomi Makan Bergizi Gratis Bagi Petani Desa
-
Ahli Gizi Sebut Fokus MBG pada Kelompok 3B Strategis Cegah Stunting
-
Viral Merokok dan Main Gim saat Rapat Stunting, Anggota DPRD Jember Disidang Etik Gerindra
-
Mentan: Program Makan Bergizi Gratis Adalah Investasi Generasi, Bukan Komoditas Politik
Terpopuler
-
Ketua Exco Partai Buruh Papua Tengah, Dukung Said Iqbal Atasi Kasus 8.300 PHK Karyawan PT Freeport Indonesia
-
Trump Ancam Kenakan Tarif Impor 100 Persen bagi Negara Pengumpul Pajak Digital
-
Menyesal! Davina Karamoy Tak Kuasa Tahan Tangis di Film 'Andai Waktu Bisa Diulang Kembali'
-
Menteri Kebudayaan: Ruang Kreatif Komunitas Strategis bagi Keberlanjutan Budaya
-
Akademisi UPN Veteran Yogyakarta Sebut Paparan Presiden Prabowo Perkuat Pemahaman Aliran Bernegara
Terkini
-
Trump Ancam Kenakan Tarif Impor 100 Persen bagi Negara Pengumpul Pajak Digital
-
Menteri Kebudayaan: Ruang Kreatif Komunitas Strategis bagi Keberlanjutan Budaya
-
Akademisi UPN Veteran Yogyakarta Sebut Paparan Presiden Prabowo Perkuat Pemahaman Aliran Bernegara
-
KDM Alihkan Hadiah Sayembara Rp250 Juta untuk Masa Depan Korban Penyekapan
-
Fadli Zon: Lengger Banyumas Harus Dirawat dan Dikembangkan ke Tingkat Dunia