Matamata.com - Ribuan kiai, santri yang tergabung dalam Jaringan Kiai Santri Nasional (JKSN), bersama pengemudi ojek online (ojol) di Jawa Timur menggelar doa bersama di Surabaya, Rabu (3/9), demi menjaga kedamaian dan keutuhan Indonesia.
Ketua Umum JKSN, Prof KH Asep Saifuddin Chalim, menegaskan bahwa doa bersama ini merupakan upaya spiritual sekaligus sosial untuk menghindarkan bangsa dari ancaman provokasi.
"Kalau negara ini isinya provokator, maka akan hancur. Maka harus ada kelompok penopang yaitu mereka yang bertanggung jawab ikut menjaga keberadaan Indonesia," ujarnya.
Ia menambahkan, dalam Al-Quran disebutkan bahwa Allah menitipkan bumi kepada hamba-hamba yang saleh untuk dijaga. Karena itu, doa semacam ini penting untuk menolak provokasi yang dapat merusak persatuan.
"Doa semacam ini penting agar provokator semakin mengecil dan hilang. Kita harus membela pemerintahan yang sah," kata Kiai Asep.
Menurutnya, provokator kerap menggunakan isu menyesatkan untuk melemahkan bangsa, termasuk menuduh pihak baik sebagai koruptor padahal mereka sendiri yang merugikan negara.
"Paling berteriak maling itu justru maling. Jangan sampai masyarakat termakan provokasi seperti ini," tegasnya.
Kiai Asep juga mengingatkan generasi muda agar tidak dijadikan alat oleh pihak-pihak yang ingin mengacaukan stabilitas bangsa.
"Anak-anak kecil jangan sampai dijadikan alat provokasi. Kita semua harus introspeksi diri dan bersama-sama menjaga bangsa ini," katanya.
Lebih lanjut, ia menilai gerakan provokatif sering kali didalangi kepentingan asing maupun kelompok tertentu yang terusik oleh kepemimpinan saat ini.
Baca Juga
"Apakah di tambang ilegal, minyak, atau perkebunan, mereka terusik dengan kepemimpinan sekarang. Karena itu mereka memunculkan provokator. Namun masyarakat sudah paham," tuturnya.
Kiai Asep menekankan, doa bersama yang digelar JKSN ini menjadi teladan bahwa gerakan spiritual dapat memperkuat ketahanan sosial serta memberikan dukungan nyata kepada pemerintah dan aparat keamanan. (Antara)
Berita Terkait
-
Nadiem Makarim Terharu Ratusan Sopir Ojol Padati Sidang Pleidoi Kasus Chromebook
-
PBNU: Jangan Beri Stigma Negatif pada Pesantren karena Ulah Segelintir Oknum
-
Menag Nasaruddin Umar Tegaskan Nol Toleransi untuk Kekerasan Seksual di Pesantren
-
Danantara Evaluasi Peluang Investasi untuk Perkuat Dampak Sosial-Ekonomi
-
Bahlil Lahadalia: Pesantren Adalah Benteng Nasionalisme dan IPTEK
Terpopuler
-
Mensesneg Respons Usulan Menteri HAM soal Jabatan Sipil dalam Revisi UU Polri
-
Menkeu Purbaya Pastikan Program Makan Bergizi Gratis Tak Bebani Fiskal Nasional
-
Melalui Lagu 'Aku Bisa', Rucky Markiano Bangkit dari Luka dan Keterpurukan
-
Kunjungan Wisman April 2026 Naik, Devisa RI Tembus Rp68 Triliun
-
John Herdman Bangga Mathew Baker Jadi Debutan Termuda Timnas Indonesia
Terkini
-
Mensesneg Respons Usulan Menteri HAM soal Jabatan Sipil dalam Revisi UU Polri
-
Menkeu Purbaya Pastikan Program Makan Bergizi Gratis Tak Bebani Fiskal Nasional
-
Kunjungan Wisman April 2026 Naik, Devisa RI Tembus Rp68 Triliun
-
John Herdman Bangga Mathew Baker Jadi Debutan Termuda Timnas Indonesia
-
Tumbuh 34 Persen, Belanja Negara Mei 2026 Didorong Program Makan Bergizi Gratis dan Bansos