Matamata.com - Dinas Kesehatan Kabupaten Bandung Barat memastikan ratusan korban keracunan usai mengonsumsi Makan Bergizi Gratis (MBG) sudah mendapatkan penanganan medis.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinkes KBB, Lia N. Sukandar, mengatakan mayoritas korban telah dirawat di sejumlah rumah sakit, baik swasta maupun RSUD.
“Hingga saat ini masih tertangani dengan baik dengan melibatkan rumah sakit swasta maupun RSUD,” ujarnya terkait penanganan korban keracunan massal di Bandung Barat.
Ia menambahkan, pihaknya bersama instansi terkait masih terus memberikan perawatan kepada korban serta menyelidiki penyebab pasti kasus tersebut.
Kasus terbaru menimpa 220 pelajar di Kecamatan Cipongkor pada Rabu (24/9) siang. Mereka mengalami gejala mual dan muntah setelah menyantap paket MBG saat jam makan siang.
Kepala Puskesmas Cipongkor, Yuyun Sarihotimah, mengungkapkan jumlah korban terus bertambah sejak pukul 11.30 hingga 13.00 WIB.
“Sampai saat ini mungkin sudah sekitar 220 yang datang. Jumlahnya terus bertambah,” katanya saat dikonfirmasi.
Kasus ini diduga bersumber dari dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kampung Pasirsaji, Desa Negalsari, Cipongkor. Beberapa korban di antaranya merupakan siswa SMK Karya Perjuangan.
Data sementara Dinkes Bandung Barat mencatat, total korban keracunan MBG di wilayah Cipongkor hingga Rabu (24/9) mencapai 631 pelajar. Angka itu merupakan akumulasi dari dua kejadian, yakni 411 kasus pada 22 September dan 220 kasus terbaru pada 24 September. (Antara)
Berita Terkait
-
Kejar Target 372 Unit Layanan Gizi di Kaltim, BGN Bakal Serap 18.600 Tenaga Kerja Lokal
-
Menko Pangan Sebut Penerima Makan Bergizi Gratis Capai 60 Juta Orang
-
Kritik 'Ekonomi Serakah', Presiden Prabowo Paparkan Visi Transformasi RI di Davos
-
Airlangga: Anggaran Makan Bergizi Gratis 2026 Capai Rp335 Triliun, Targetkan 82 Juta Penerima
-
Dukung Program Makan Bergizi Gratis, 35 Kampung Nelayan Modern Rampung Januari Ini!
Terpopuler
-
KBM App Goes to Korea, Nikmatnya Strawberry Raksasa
-
Ketegangan Memuncak! Utusan Trump ke Israel Saat Armada Besar AS Bergerak ke Iran
-
Masih Rendah! Baru 35 Persen Pejabat Lapor Kekayaan, KPK Ingatkan Menteri hingga Kepala Daerah
-
Ingin Jadi Diplomat? Dubes Rusia Ajak Pelajar Indonesia Kuliah di MGIMO lewat Jalur Beasiswa
-
Denada Akui Ressa Rizky sebagai Anak Kandungnya dan Minta Maaf Telah Meninggalkan Sejak Bayi
Terkini
-
Ketegangan Memuncak! Utusan Trump ke Israel Saat Armada Besar AS Bergerak ke Iran
-
Masih Rendah! Baru 35 Persen Pejabat Lapor Kekayaan, KPK Ingatkan Menteri hingga Kepala Daerah
-
Ingin Jadi Diplomat? Dubes Rusia Ajak Pelajar Indonesia Kuliah di MGIMO lewat Jalur Beasiswa
-
Mensesneg: Pengisian Jabatan Kosong OJK Gunakan Jalur PAW, Tak Perlu Timsel
-
MUI Desak Indonesia Mundur dari Board of Peace, Istana: Kami Akan Berdialog