Matamata.com - Kejaksaan Agung (Kejagung) menegaskan bahwa Najelaa Shihab tidak berada dalam grup WhatsApp yang sama dengan Nadiem Makarim, tersangka kasus dugaan korupsi pengadaan Chromebook di Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) tahun 2019–2022.
“Saya konfirmasi bahwa terkait (Najelaa Shihab) di grup, itu tidak ada,” kata Kepala Pusat Penerangan Hukum (Kapuspenkum) Kejagung, Anang Supriatna, di Jakarta, Selasa (28/10).
Anang juga menyampaikan bahwa hingga saat ini penyidik pada Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) belum memeriksa Najelaa Shihab sebagai saksi dalam perkara tersebut.
“Sampai saat ini belum ada pemanggilan terhadap Najelaa Shihab,” ujarnya.
Menanggapi pernyataan tim kuasa hukum Nadiem Makarim yang sebelumnya menyebut Najelaa berada dalam grup WhatsApp yang sama, Anang mengatakan bahwa penyampaian informasi oleh pihak kuasa hukum merupakan hak mereka.
“Silakan saja penasihat hukum bicara apa pun, tapi yang menentukan bukan opini atau pendapat di luar pengadilan. Yang menentukan seseorang bersalah atau tidak adalah fakta-fakta hukum yang terungkap di persidangan,” tutur Anang.
Sebelumnya, pada Senin (27/10), kuasa hukum Nadiem Makarim, Tabrani Abby, menyatakan bahwa Najelaa Shihab berada dalam grup WhatsApp bernama Edu Org yang kemudian berganti nama menjadi Mas Menteri Core Team dan Education Council. Grup tersebut, menurut dia, beranggotakan Nadiem Makarim, para ahli pendidikan, ahli IT, serta staf khusus Nadiem, yakni Jurist Tan dan Fiona Handayani.
“Di situ ada Jurist Tan, ada Fiona, ada Najelaa, dan lain-lain yang membahas hal yang sama,” kata Abby.
Menurut Abby, peran Najelaa dalam grup tersebut adalah memberikan gagasan atau masukan kepada Kemendikbudristek.
Secara terpisah, Najelaa Shihab yang juga merupakan pendiri Pusat Studi Pendidikan dan Kebijakan (PSPK) membenarkan bahwa dirinya berada di beberapa grup WhatsApp bersama Nadiem Makarim dan sejumlah pihak terkait pendidikan.
Baca Juga
“Saya bersama total puluhan orang lainnya berada di beberapa grup WhatsApp bersama Nadiem Makarim maupun mitra-mitra pendidikan independen dan eksternal, serta pejabat-pejabat kementerian selain Nadiem Makarim,” ujarnya.
Najelaa menjelaskan bahwa keberadaannya dalam grup tersebut bertujuan membahas saran, rekomendasi, dan kajian kebijakan pendidikan sesuai peran PSPK dalam mendukung kementerian, antara lain mengenai pengembangan kurikulum dan penerimaan peserta didik baru.
Namun, Najelaa membantah terlibat dalam pembahasan apa pun yang berkaitan dengan pengadaan Chromebook maupun peralatan teknologi informasi di Kemendikbudristek.
“Program ini bukan bagian dari lingkup pekerjaan PSPK, yang berfokus pada substansi kebijakan pendidikan, bukan sarana dan prasarana,” katanya menegaskan.
Sebelumnya, Kejagung mengungkap bahwa pada Agustus 2019, mantan staf khusus Nadiem Makarim, Jurist Tan, bersama Nadiem dan Fiona Handayani, membentuk grup WhatsApp Mas Menteri Core Team yang membahas rencana program digitalisasi pendidikan di Kemendikbudristek jika Nadiem diangkat menjadi menteri. (Antara)
Berita Terkait
-
Kasus Korupsi Laptop Kemendikbud: Jaksa Bidik Aset Tanah dan Bangunan Nadiem Makarim
-
Sidang Perdana Korupsi Digitalisasi Pendidikan, Nadiem Makarim Didakwa Rugikan Negara Rp2,18 Triliun
-
Kuasa Hukum: Nadiem Makarim Masih Jalani Perawatan Pascabedah
-
Kejagung Tetapkan Mantan Kajari Enrekang sebagai Tersangka Korupsi Dana Baznas
-
OTT KPK di Banten: Kejagung Benarkan Salah Satu Terduga Tersangka Berstatus Jaksa
Terpopuler
-
Bersih Maksimal dan Hemat Energi! Ini 5 Mesin Cuci Panasonic Terbaik 2026
-
5 Rekomendasi Kulkas Tahan Lama untuk Rumah di 2026
-
Nasib Nadiem Makarim Ditentukan Hari Ini: Hakim Bacakan Putusan Sela Kasus Korupsi Chromebook Rp2,1 Triliun
-
Geger Penyelidikan Kriminal Jerome Powell oleh Trump, Kurs Dolar AS Langsung Ambruk!
-
Jadi Pusat Protein Nasional, Gorontalo Utara Siap Mulai Hilirisasi Industri Ayam Terintegrasi
Terkini
-
Nasib Nadiem Makarim Ditentukan Hari Ini: Hakim Bacakan Putusan Sela Kasus Korupsi Chromebook Rp2,1 Triliun
-
Geger Penyelidikan Kriminal Jerome Powell oleh Trump, Kurs Dolar AS Langsung Ambruk!
-
Jadi Pusat Protein Nasional, Gorontalo Utara Siap Mulai Hilirisasi Industri Ayam Terintegrasi
-
Cegah Gudang Ambles, Bulog Audit Ketat Kapasitas Gudang Sewa untuk Stok Beras Nasional
-
Dedi Mulyadi Beri Peringatan Keras: Proyek Asal-asalan di Jabar Tidak Akan Dilunasi!