Matamata.com - Kementerian Keuangan (Kemenkeu) melaporkan penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) telah mencapai Rp2,32 triliun per 31 Oktober 2025.
“Total realisasi Rp2,32 triliun tersalurkan kepada 55.001 debitur di seluruh wilayah NTT,” ujar Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan (DJPb) Kemenkeu NTT, Adi Setiawan, di Kupang, Senin.
Informasi tersebut disampaikan Adi dalam paparan mengenai kinerja APBN regional NTT, khususnya realisasi KUR tahun berjalan.
Menurut Adi, BRI menjadi penyalur terbesar dengan total pembiayaan Rp1,91 triliun. Di posisi berikutnya terdapat BNI sebesar Rp203,47 miliar dan Bank Mandiri sebesar Rp166,90 miliar.
Ia menambahkan, skema KUR mikro mendominasi penyaluran dengan nilai mencapai Rp1,73 triliun untuk 52.320 debitur.
"Menurut wilayah, penyaluran terbesar adalah Kota Kupang dengan total penyaluran Rp234,05 miliar untuk 3.302 debitur, diikuti Kabupaten Sikka sebesar Rp164,01 miliar, sedangkan penyaluran terkecil di Kabupaten Sabu Raijua sejumlah Rp4,15 miliar,” katanya.
Dari sisi sektor, perdagangan besar dan eceran tercatat menjadi penerima KUR terbesar dengan porsi 53,59 persen.
Selain KUR, Adi juga melaporkan realisasi pembiayaan Ultra Mikro (UMi) di NTT hingga 31 Oktober 2025 telah mencapai Rp261,51 miliar untuk 53.733 debitur.
“Penyaluran terbesar melalui Permodalan Nasional Madani (PNM) dengan total Rp253,87 miliar untuk 52.521 debitur,” tambahnya.
Ia menjelaskan Kabupaten Manggarai menjadi wilayah dengan penyaluran UMi terbesar, yaitu Rp27,41 miliar untuk 5.372 debitur. Sementara itu, Kabupaten Sumba Tengah mencatatkan realisasi UMi terendah sebesar Rp1,87 miliar.
“Penyaluran UMi seturut sektor didominasi perdagangan besar dan eceran 98,68 persen, sedangkan penyediaan akomodasi dan makan minum masih menjadi yang paling kecil,” kata Adi. (Antara)
Tag
Berita Terkait
-
Kemenkeu Kaji Penambahan Layer Baru Cukai Rokok, Fokus Tekan Peredaran Ilegal
-
Skandal Impor Barang KW: KPK Endus Aliran Dana Berjenjang di Bea Cukai hingga ke 'Safe House'
-
Menteri UMKM Ungkap Penyaluran Kredit Perbankan ke UMKM Baru Mencapai 19,4 Persen
-
Realisasi APBN KiTa Januari 2026: Penerimaan Cukai Terkontraksi, Bea Keluar Anjlok 41,6 Persen
-
Kemenkeu: Realisasi Utang Pemerintah Januari 2026 Capai Rp127,3 Triliun
Terpopuler
-
Ruri 'Repvblik' bersama 80Proof Ultra, Gelar Santunan Anak Yatim di Tangerang
-
BNN Pantau Tren Penyalahgunaan Tramadol yang Marak di Media Sosial
-
Wamentan: Perang Iran-AS Picu Lonjakan Permintaan Ekspor Urea Indonesia
-
Menhan Sjafrie Sjamsoeddin Akan Bangun Pusat Latihan Militer Internasional di Morotai
-
Kemenhut dan TNI AL Gagalkan Penyelundupan 200 Ton Arang Bakau ke Malaysia
Terkini
-
BNN Pantau Tren Penyalahgunaan Tramadol yang Marak di Media Sosial
-
Wamentan: Perang Iran-AS Picu Lonjakan Permintaan Ekspor Urea Indonesia
-
Menhan Sjafrie Sjamsoeddin Akan Bangun Pusat Latihan Militer Internasional di Morotai
-
Kemenhut dan TNI AL Gagalkan Penyelundupan 200 Ton Arang Bakau ke Malaysia
-
Prabowo dan MbS Bahas Eskalasi Militer Timur Tengah, Indonesia Desak Penghentian Aksi Militer