Matamata.com - Wakil Menteri Haji dan Umrah (Wamenhaj), Dahnil Anzar Simanjuntak, menegaskan bahwa pendidikan dan pelatihan (diklat) calon petugas haji 2026 yang digelar secara semimiliter bertujuan untuk membangun kedisiplinan dan ketahanan fisik. Ia menepis anggapan bahwa metode ini merupakan bentuk militerisme di lingkungan sipil.
Usai memimpin apel pagi dan lari bersama peserta diklat di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta, Sabtu (17/1/2026), Dahnil mengungkapkan adanya perubahan persepsi dari para peserta setelah sepekan ditempa oleh personel TNI dan Polri.
"Awalnya mungkin ada yang skeptis atau mencibir, menganggap ini militerisme. Tapi faktanya, setelah satu minggu dijalani, para peserta justru menemukan kegembiraan dan kekompakan," ujar Dahnil kepada wartawan.
Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) melakukan terobosan baru dengan menerapkan metode semimiliter untuk pertama kalinya dalam sejarah persiapan haji Indonesia. Dahnil meminta masyarakat untuk membuang jauh istilah military phobia atau ketakutan berlebih terhadap hal-hal berbau militer.
Menurutnya, komunitas militer memiliki nilai positif berupa kedisiplinan dan struktur komando yang rapi. Nilai-nilai inilah yang ingin diadopsi untuk meningkatkan kualitas manajemen pelayanan jemaah di Tanah Suci.
"Jangan sampai ada military phobia. Yang kami bangun adalah kedisiplinan. Jika petugas tidak disiplin dan tidak gembira, mustahil muncul keikhlasan untuk melayani jemaah," tegasnya.
Meski fisik digembleng dengan lari berjenjang sejauh 5 hingga 7 kilometer, Dahnil memastikan kurikulum intelektual dan spiritual tetap menjadi prioritas. Setiap hari, peserta tetap mendapatkan materi intensif mengenai bahasa Arab, fikih haji, serta manajemen perhajian.
Dahnil mengaku sangat puas dengan progres para peserta setelah satu minggu pelatihan. Ia optimistis petugas angkatan 1447 H/2026 M ini akan memiliki ketahanan mental dan fisik yang prima untuk menghadapi tantangan berat di Arab Saudi nanti.
"Ini adalah kali pertama petugas digembleng seserius ini. Mereka terlihat kompak dan siap melayani para tamu Allah secara profesional," pungkasnya. (Antara)
Baca Juga
Tag
Berita Terkait
-
Sindir Petugas yang 'Aji Mumpung', Wamenhaj Dahnil: Jangan Nebeng Berhaji!
-
Kuota Haji 2026: Wamenhaj Dahnil Anzar Sebut 170 Ribu Jamaah Berisiko Tinggi
-
Lebih Humanis, Kemenhaj Tambah Kuota Petugas Perempuan demi Kenyamanan Jemaah Ibu-ibu
-
Kemenhaj Optimalkan Kanal 'Kawal Haji' Tampung Pengaduan Jemaah, Tekan Isu Liar di Medsos
-
Transisi Kelembagaan Kemenhaj Capai 90 Persen, Layanan Haji Dipastikan Tanpa Jeda
Terpopuler
-
Megawati Soekarnoputri Terima Gelar Doktor Kehormatan ke-11 dari Universitas PNU Riyadh
-
Menkes Budi Gunadi Tetapkan Tiga Pilar Transformasi RS Pemerintah Menuju Standar Dunia
-
Ketua Dewan Pers Terima 10 Aduan per Hari, Tekankan Pentingnya Etika Jurnalistik
-
Indikator Politik: Tingkat Kepuasan Publik terhadap Presiden Prabowo Capai 79,9 Persen
-
"Dunia Dukung Indonesia," Kelakar Hector Souto Usai Final Piala Asia Futsal 2026
Terkini
-
Megawati Soekarnoputri Terima Gelar Doktor Kehormatan ke-11 dari Universitas PNU Riyadh
-
Menkes Budi Gunadi Tetapkan Tiga Pilar Transformasi RS Pemerintah Menuju Standar Dunia
-
Ketua Dewan Pers Terima 10 Aduan per Hari, Tekankan Pentingnya Etika Jurnalistik
-
Indikator Politik: Tingkat Kepuasan Publik terhadap Presiden Prabowo Capai 79,9 Persen
-
"Dunia Dukung Indonesia," Kelakar Hector Souto Usai Final Piala Asia Futsal 2026