Matamata.com - Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) terus berinovasi dalam memperkuat ketahanan pangan lokal dengan mengembangkan mi alternatif bebas gluten berbahan dasar sorgum. Langkah ini diambil sebagai upaya diversifikasi pangan sekaligus mengurangi ketergantungan Indonesia terhadap impor gandum.
Kepala Pusat Riset Teknologi Proses (PRTP) BRIN, Hens Saputra, menegaskan pentingnya kedaulatan pangan melalui pemanfaatan sumber pangan selain beras dan jagung. Menurutnya, sorgum merupakan komoditas yang sangat potensial untuk dikembangkan di tanah air.
"Sorgum mungkin belum terlalu populer, namun tanaman ini sangat cocok dibudidayakan di Indonesia karena kaya serat dan relatif tahan terhadap cuaca ekstrem," ujar Hens dalam keterangannya di Jakarta, Rabu (21/1).
Hens menyoroti tingginya konsumsi terigu di masyarakat yang selama ini hanya bisa dipenuhi melalui impor. Di sisi lain, tren gaya hidup sehat meningkatkan minat masyarakat terhadap produk non-gluten. Hal ini menjadi peluang besar bagi mi sorgum untuk masuk ke pasar sebagai alternatif pangan sehat dan berkelanjutan.
Guna mempercepat pemanfaatan inovasi ini, BRIN telah menggandeng sejumlah perusahaan swasta melalui pelatihan alih teknologi. Kerja sama ini diharapkan mampu memproduksi mi sorgum secara massal agar dapat dinikmati oleh masyarakat luas.
"Kehadiran industri mi sorgum diharapkan mampu memicu tumbuhnya industri kecil dan menengah (IKM), membuka peluang usaha baru, serta menarik mitra strategis termasuk dari luar negeri," tambah Hens.
Selain untuk bahan pangan, BRIN memproyeksikan sorgum sebagai industri terintegrasi yang bisa dimanfaatkan untuk pakan ternak hingga energi terbarukan seperti etanol. Saat ini, sorgum juga telah diolah menjadi berbagai produk turunan seperti gula, kecap, tepung, hingga produk perawatan kulit (face mist). (Antara)
Berita Terkait
-
Modernisasi Armada, BRIN Adopsi Teknologi Kapal OceanX untuk Riset Maritim Indonesia
-
Mentan Amran Sebut Penyelundup 1.000 Ton Beras di Karimun Pengkhianat Bangsa
-
Tak Lagi Impor, Indonesia Bikin Harga Beras Dunia Anjlok 44 Persen!
-
Gandeng BRIN, Bulog Terapkan Teknologi Baru Cegah Beras Berkutu di Gudang
-
Gubernur Jabar Pastikan Riset Jadi Dasar Utama Pengambilan Kebijakan Pembangunan
Terpopuler
-
Bahlil Tegaskan Produksi Batu Bara Tetap Dipangkas demi Dongkrak Harga dan Warisan Anak Cucu
-
Mendag Dorong Produsen Perbanyak 'Second Brand' Minyak Goreng untuk Hindari Kelangkaan
-
Menko AHY: Infrastruktur Harus Multifungsi, Tol Bisa Jadi Runway Darurat Jet Tempur
-
Pulihkan Sarana Pascabencana, Kemenag Kucurkan Ratusan Miliar untuk Madrasah dan Pesantren di Sumatera
-
Cegah Abrasi di Kuta hingga Candidasa, Jepang Garap Proyek Jumbo Rp1,08 T di Bali
Terkini
-
Bahlil Tegaskan Produksi Batu Bara Tetap Dipangkas demi Dongkrak Harga dan Warisan Anak Cucu
-
Mendag Dorong Produsen Perbanyak 'Second Brand' Minyak Goreng untuk Hindari Kelangkaan
-
Menko AHY: Infrastruktur Harus Multifungsi, Tol Bisa Jadi Runway Darurat Jet Tempur
-
Pulihkan Sarana Pascabencana, Kemenag Kucurkan Ratusan Miliar untuk Madrasah dan Pesantren di Sumatera
-
Cegah Abrasi di Kuta hingga Candidasa, Jepang Garap Proyek Jumbo Rp1,08 T di Bali