Matamata.com - Menteri Dalam Negeri (Mendagri) sekaligus Ketua Satgas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana Sumatera, Muhammad Tito Karnavian, memastikan hunian sementara (huntara) bagi pengungsi di Kabupaten Pidie Jaya, Aceh, dalam kondisi layak huni.
Kepastian tersebut disampaikan Tito usai melakukan inspeksi mendalam di kawasan Kantor Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ), Kabupaten Pidie Jaya, Kamis (22/1/2026). Dalam peninjauan tersebut, Mendagri didampingi Wakil Gubernur Aceh Fadhlullah dan Bupati Pidie Jaya Sibral Malasyi.
"Saya sudah melihat langsung, kondisinya sangat layak. Ada tempat bermain untuk anak-anak, toilet pria dan wanita dipisahkan. Di dalam kamar juga tersedia dua ranjang, lemari plastik, hingga kipas angin. Suasananya sangat nyaman," kata Tito dalam keterangan resminya.
Berdasarkan data Pemerintah Kabupaten Pidie Jaya, terdapat 162 unit huntara yang dibangun oleh Danantara. Selain itu, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) juga membangun sekitar 100 unit huntara tambahan di lokasi yang sama untuk warga yang kehilangan tempat tinggal atau mengalami kerusakan rumah kategori berat.
Saat menyusuri area hunian, Tito menyempatkan diri berdialog dengan para pengungsi. Warga mengaku betah dan merasa terbantu dengan fasilitas yang disediakan karena dinilai jauh lebih memadai dibandingkan tempat pengungsian sebelumnya.
"Mudah-mudahan ini bisa membantu masyarakat, terutama mereka yang rumahnya rusak berat atau hilang. Kita melihat progres yang sangat bagus," ujar mantan Kapolri tersebut.
Mendagri memberikan apresiasi tinggi atas kolaborasi lintas sektor antara pemerintah pusat melalui BNPB dan Danantara, dengan pemerintah daerah. Ia optimistis sinergi ini akan mempercepat pemulihan kehidupan masyarakat Pidie Jaya pascabencana.
"Terima kasih kepada Pak Bupati, Pak Wagub, serta Kepala BNPB dan Danantara yang telah menyiapkan ini dengan sangat baik," pungkasnya.
Kunjungan ini merupakan bagian dari rangkaian agenda Satgas untuk memantau langsung progres rehabilitasi dan rekonstruksi di wilayah Aceh. Turut hadir dalam rombongan tersebut Kepala BNPB Suharyanto, Dirjen Bina Administrasi Kewilayahan Kemendagri Safrizal ZA, serta jajaran pimpinan daerah Pidie Jaya. (Antara)
Baca Juga
Berita Terkait
-
Menteri PU Targetkan Warga Terdampak Bencana di Aceh Tak Lagi di Tenda Saat Ramadhan
-
Mentan Amran Pastikan Pemulihan Sawah di Aceh Gunakan Skema Padat Karya
-
Momen Dasco Telepon Presiden Prabowo di Tengah Rapat Bencana Aceh, Pastikan Anggaran Tak Dipotong
-
Mendag: Aktivitas Pasar Kuala Simpang Aceh Tamiang Pulih 80 Persen
-
Masih Ada Wilayah Terisolasi, Mualem Perpanjang Tanggap Darurat Bencana Aceh 14 Hari Lagi
Terpopuler
-
Kementerian ESDM Kaji Dampak Pencabutan Izin PLTA Batang Toru oleh Satgas PKH
-
Mahasiswa Indonesia di Swiss Harapkan Kunjungan Presiden Prabowo di WEF 2026 Tarik Investasi Global
-
Istana Ungkap Esensi 'Prabowonomics': Fokus pada Kedaulatan dan Swasembada Strategis
-
Mendagri Pastikan Huntara Pengungsi di Pidie Jaya Layak Huni dan Nyaman
-
Mentan Pastikan Stok Telur Aman untuk Program Makan Bergizi Gratis dan Ramadhan
Terkini
-
Kementerian ESDM Kaji Dampak Pencabutan Izin PLTA Batang Toru oleh Satgas PKH
-
Mahasiswa Indonesia di Swiss Harapkan Kunjungan Presiden Prabowo di WEF 2026 Tarik Investasi Global
-
Istana Ungkap Esensi 'Prabowonomics': Fokus pada Kedaulatan dan Swasembada Strategis
-
Mentan Pastikan Stok Telur Aman untuk Program Makan Bergizi Gratis dan Ramadhan
-
Hadiri WEF 2026, Presiden Prabowo Siap Sampaikan Pidato Khusus di Davos