Matamata.com - Presiden RI Prabowo Subianto menyempatkan diri menyapa puluhan diaspora dan mahasiswa Indonesia setibanya di Washington DC, Amerika Serikat, Selasa (17/2) siang waktu setempat. Kehadiran Kepala Negara disambut antusiasme warga tanah air yang telah menunggu di lobi hotel tempatnya bermalam.
Saat memasuki area hotel, Presiden Prabowo disambut oleh seorang anak perempuan yang mengenakan pakaian tradisional Indonesia sembari memberikan buket bunga. Suasana semakin riuh ketika puluhan mahasiswa dan staf KBRI Washington DC serentak menyuarakan ucapan selamat datang.
"Selamat datang di Washington DC, Bapak Presiden," seru para diaspora yang kompak mengenakan batik dan pakaian adat dari berbagai daerah sambil mengibarkan bendera Merah Putih berukuran kecil.
Presiden Prabowo membalas sambutan tersebut dengan menyalami satu per satu warga yang hadir. "Terima kasih ya, terima kasih," ucap Presiden sambil terus melangkah menyusuri area lobi.
Tak hanya mahasiswa, Presiden juga sempat berbincang singkat dan menyalami beberapa perwira TNI yang sedang menempuh pendidikan di Amerika Serikat. Mendampingi Presiden dalam momen tersebut, Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya dan Menteri ESDM Bahlil Lahadalia juga tampak ikut berinteraksi dengan para diaspora.
Sebelumnya, pesawat Garuda Indonesia PK-GIF yang membawa Presiden dan rombongan mendarat di Pangkalan Militer (Joint Base) Andrews, Maryland, sekitar pukul 12.00 waktu setempat. Kedatangan Presiden disambut oleh Dubes RI untuk AS Dwisuryo Indroyono Soesilo, Atase Pertahanan KBRI Washington DC Marsma TNI E. Wisoko Aribowo, serta perwakilan militer AS, Kolonel Gary Charland.
Selain Seskab Teddy dan Menteri Bahlil, Menko Perekonomian Airlangga Hartarto dan Menteri Luar Negeri Sugiono yang telah tiba lebih dulu, turut bergabung dalam rombongan resmi di Washington DC.
Agenda Padat di AS Kunjungan resmi kali ini mencakup sejumlah agenda krusial. Pada Rabu (18/2), Presiden dijadwalkan bertemu dengan kelompok pebisnis Amerika Serikat. Selanjutnya, pada Kamis (19/2), Presiden akan menghadiri Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) perdana Dewan Perdamaian (Board of Peace/BoP) untuk Gaza.
Puncak kunjungan ini adalah pertemuan bilateral dengan Presiden AS Donald Trump. Kedua pemimpin dijadwalkan menandatangani Perjanjian Perdagangan Timbal Balik (Agreement on Reciprocal Trade/ART), sebuah kesepakatan strategis yang telah dinegosiasikan sejak tahun 2025. (Antara)
Berita Terkait
-
Ada Indikasi Penyelewengan di BGN, Presiden Prabowo Subianto Panggil BPKP dan PPATK
-
Bahasa Prancis Wacana Masuk Kurikulum, Komisi X DPR Minta Pemerintah Kaji Matang
-
Gerindra Puji Sikap Elegan Megawati yang Tetap Hormati Presiden Prabowo
-
Seskab Teddy Ungkap Hasil Kunjungan Luar Negeri Presiden Prabowo dan Efisiensi Anggaran
-
Trump Klaim Israel dan Hizbullah Sepakat Hentikan Saling Serang
Terpopuler
-
Diduga Menipu hingga Miliaran Rupiah, Pengusaha Kayu Lapis di Sukabumi Dilaporkan ke Polisi
-
Mendag Siapkan Tiga Permendag Baru Atur Ekspor CPO hingga Batu Bara via BUMN
-
IHSG Hari Ini Anjlok 4 Persen, Menkeu Purbaya Andalkan Fundamental Ekonomi
-
SBY: UMKM Kunci Ketahanan Ekonomi Hadapi Ketidakpastian Global 2026
-
Rencana Kunjungan Megawati ke Dili, Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto Temui Presiden Timor Leste
Terkini
-
Mendag Siapkan Tiga Permendag Baru Atur Ekspor CPO hingga Batu Bara via BUMN
-
IHSG Hari Ini Anjlok 4 Persen, Menkeu Purbaya Andalkan Fundamental Ekonomi
-
SBY: UMKM Kunci Ketahanan Ekonomi Hadapi Ketidakpastian Global 2026
-
Rencana Kunjungan Megawati ke Dili, Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto Temui Presiden Timor Leste
-
KPK Duga Wamen Imigrasi Silmy Karim Terima Uang Pemerasan Sejak Menjabat Dirjen